Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, telah memberi arahan untuk mencantumkan kandungan gizi serta harga pada makan bergizi gratis (MBG). Hal tersebut menuai respons yang cukup positif dari sekolah maupun wali murid.
Kepala sekolah salah satu SMP swasta di Kota Jogja, Anton, mengatakan label kandungan gizi serta harga baru saja diterapkan di sekolahnya beberapa hari belakangan.
"Secara informasi kami menerima itu, sudah dari Rabu kemarin kalau tidak salah. Karena kami di sekolah juga tidak mungkin setiap hari melakukan lab. Dari data itu kan kami tahu kandungan gizinya dan juga harganya," ujar Anton kepada detikJogja di Kota Jogja, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anton, informasi harga juga membuat pihak sekolah bisa memahami komposisi menu yang diberikan kepada siswa. Ia menilai transparansi harga juga membantu menjawab keraguan yang sempat muncul di masyarakat terkait nilai makanan yang diterima siswa.
"Kadang kami tidak ekspektasi bisa dapat buah naga utuh satu. Tapi ketika dicantumkan harganya, kami jadi tahu ternyata harga buahnya sekian, telur sekian, jeruk sekian. Jadi lebih jelas," katanya.
"Selama ini orang mungkin berpikir dengan harga Rp 10 ribu dapat apa saja. Tapi ketika ada label harga, kami jadi tahu rinciannya. Kami juga percaya karena di sana pasti ada ahli gizi yang mengatur," lanjutnya.
Meski demikian, Anton berharap kualitas makanan tetap menjadi perhatian utama dalam program MBG.
"Yang penting kualitasnya untuk anak-anak. Kami juga selalu sampaikan bahwa ini makan bergizi gratis, bukan makan mewah. Yang penting gizinya baik," katanya.
Sementara itu, wali murid siswa, Penny asal Sleman, menilai adanya label gizi dan harga membuat orang tua lebih memahami nilai makanan yang diterima anak-anak di sekolah.
"Menurut saya bagus, karena jelas kandungan gizinya. Kedua soal harga. Kadang ibu-ibu suka curiga, makanan ini katanya Rp 15 ribu kok cuma dapat segini," ujarnya.
"Kalau ada harganya kan jadi jelas. Oh ini harganya sekian, sekian. Jadi sebagai orang tua lebih puas," katanya.
Wali murid lainnya, Yanti asal Sleman, juga mendukung arahan Sri Sultan HB X. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat informasi kandungan gizi pada menu MBG menjadi lebih transparan.
"Dikasih label itu lebih baik, jadi kita bisa tahu kandungan gizinya juga.Arahan Gubernur itu baik. Semoga MBG dengan adanya wejangan Gubernur bisa lebih baik lagi dan tingkat gizinya lebih baik, jadi arahan tentang harga-harga juga tahu," ucapnya.
(apl/apu)












































Komentar Terbanyak
Terungkap Detik-detik Pelajar Tewas Dibacok 6 Gangster di Dekat SMAN 3 Jogja
Polisi Minta Ortu Serahkan Buron Pembunuhan di Dekat SMAN 3 Jogja
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja