Negara-negara Teluk termasuk Qatar ikut merasakan dampak perang AS dan Israel melawan Iran. Bagaimana nasib MotoGP Qatar 2026?
Dilansir detikOto, CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carmelo Ezpeleta, mengakui penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 diragukan karena konflik Timur Tengah. Dia mengatakan panitia belum bisa memastikan ajang balapan itu akan dilanjutkan sesuai jadwal atau tidak.
Namun Ezpeleta mengatakan tak ada opsi untuk mencoret MotoGP Qatar. Hal paling mungkin adalah memindah jadwal pelaksanaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui MotoGP 2026 seri keempat rencananya berlangsung di Sirkuit Lusail, Qatar, pada 10 April hingga 12 April 2026.
"Apakah mungkin mengganti (MotoGP Qatar) di tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B," jelas Ezpeleta pada hari Rabu di acara Estrella Galicia 0.0 di Madrid, Spanyol, seperti dikutip dari Crash.
"Kita harus menunggu, saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kita tidak akan pergi (ke Qatar). Kami telah berbicara dengan Qatar sejak hari Minggu, dan kami akan membuat keputusan. Kemungkinan besar kita tidak akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak akan pergi ke sana (Qatar)," tambah dia.
Saat ini pihaknya terus memonitor perkembangan di Timur Tengah. Ezpeleta juga menepis kemungkinan mencari tempat pengganti jika Qatar tidak jadi diselenggarakan.
"Pindah ke tempat lain? Tentu tidak," tambahnya. "Apakah akan sesuai dengan jadwal? Kami sangat pandai membuat jadwal. Kami akan segera tahu sesuatu, tentu saja. Kami menunggu mereka memberi tahu kami sesuatu. Masih ada waktu," bilangnya lagi.
Marco Bezzecchi memenangkan balapan pembuka musim MotoGP akhir pekan lalu di Thailand, sementara juara bertahan Marc Marquez gagal finis karena motor miliknya bermasalah. Setelah Thailand, rangkaian MotoGP 2026 berlanjut ke Brasil, Amerika Serikat, sebelum akhirnya ke Qatar.
