Trump Sesumbar Invasi Darat ke Iran Cuma Buang-buang Waktu

Internasional

Trump Sesumbar Invasi Darat ke Iran Cuma Buang-buang Waktu

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Jumat, 06 Mar 2026 15:20 WIB
US President Donald Trump gestures as he arrives at Palm Beach International Airport in West Palm Beach, Florida on February 27, 2026. Trump is spending the weekend at his Mar-a-Lago resort. (Photo by Mandel NGAN / AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut rencana pengiriman pasukan darat ke Iran cuma buang-buang waktu. Trump menepis peringatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi yang menyatakan langkah itu bakal jadi bencana besar buat para penyerang.

"Itu buang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa hilang dari mereka," katanya kepada media NBC melalui telepon, dilansir kantor berita AFP, dikutip dari detikNews, Jumat (6/3/2026).

Trump menyebut pernyataan Araghchi soal Iran siap menghadapi invasi darat AS atau Israel adalah "komentar yang sia-sia".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengindikasikan jika dia ingin melihat struktur kepemimpinan Iran disingkirkan, dan menyatakan "kita ingin masuk dan memberikan semuanya dengan cepat".

ADVERTISEMENT

"Kita tidak menginginkan seseorang yang akan membangun kembali selama periode 10 tahun," katanya. Ia menambahkan sudah punya usulan nama untuk pemimpin baru Iran, tetapi menolak untuk menyebutkannya.

Trump pun menyatakan jika dia "harus terlibat" dalam penunjukan pemimpin Iran pengganti Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai informasi, serangan besar-besaran terjadi di Teheran, Iran, pada Jumat (6/3), usai Israel menyatakan pihaknya menyerang "infrastruktur rezim" Iran dalam "fase baru" perang yang dilancarkan bersama AS.

Untuk diketahui, Menlu Iran Abbas Araghchi memberikan peringatan keras ke AS dan Israel di tengah agresi tanpa henti dari musuh-musuh Republik Islam tersebut. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran, Araghchi menegaskan menolak anggapan ketakutan terkait potensi invasi darat AS. Pihaknya menyatakan kesiapan dan keyakinan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya.

"Tidak, kami menunggu mereka," katanya ketika ditanya apakah ia takut akan kemungkinan invasi darat AS. "Karena kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka," tambahnya, dilansir media Iran, Press TV, Jumat (6/3).

Araghchi pun menyinggung perang 12 hari di bulan Juni 2025 silam. Kala itu Israel dan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran, "kami bahkan isak meminta gencatan senjata pada saat itu," katanya.

"Pada saat sebelumnya, Israel yang meminta gencatan senjata... setelah 12 hari kami melawan agresi mereka," cetusnya.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads