Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengakui AS menyerang Iran usai mengetahui sekutu dekatnya Israel, bakal melancarkan serangan. Mereka khawatir Teheran bakal membalas dengan menargetkan pasukan militer AS di kawasan tersebut.
Dilansir AFP yang dikutip detikNews, Selasa (3/3/2026), pengakuan itu disampaikan Rubio kepada wartawan pada Senin (2/3) waktu setempat. Rubio sedang bersiap memberikan penjelasan kepada para anggota parlemen AS tentang serangan terhadap Iran itu.
"Kita mengetahui bahwa akan ada aksi Israel. Kita mengetahui bahwa hal itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kita mengetahui jika kita tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kita akan menderita korban jiwa yang lebih tinggi," kata Rubio.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rubio mengungkap Iran telah mem beritahu para komandan di lapangannya untuk merespons otomatis terhadap pasukan AS jika terjadi serangan.
"Jika kita hanya berdiri dan menunggu serangan itu terjadi terlebih dahulu sebelum kita menyerang mereka, kita akan menderita korban jiwa yang jauh lebih tinggi. Dan oleh karena itu, presiden membuat keputusan yang sangat bijaksana (untuk menyerang bersama Israel)," ucap Menlu AS itu kepada wartawan.
Rubio pun kembali merujuk rencana serangan Israel ketika ditanya apakah AS menghadapi ancaman mendesak dari Iran. Sebagai informasi, Kongres AS secara konstitusional memiliki wewenang menyatakan perang jika ada ancaman.
"Tentu saja ada ancaman mendesak, dan ancaman itu adalah kita mengetahui bahwa jika Iran diserang -- dan kita meyakini mereka akan diserang -- bahwa mereka akan segera menyerang kita," ujar Rubio.
"Kita tidak akan tinggal diam dan menerima pukulan itu," tegasnya, merujuk jika Iran menyerang pasukan AS terlebih dahulu. "Kita semua akan berada di sini menjawab pertanyaan tentang mengapa kita mengetahui hal itu dan tidak bertindak," imbuh Rubio.
Merespons hal itu, salah satu anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Joaquin Castro menilai komentar Rubio menunjukkan jika Israel 'telah menempatkan pasukan AS dalam bahaya dengan bersikeras menyerang Iran'.
"Ini tidak dapat diterima dari Presiden, dan tidak dapat diterima dari negara yang menyebut dirinya sekutu kita," protes Castro dalam pernyataan via media sosial X.
Terpisah, Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth menyebut Israel-lah yang melancarkan serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan para pejabat penting lainnya usai ada kabar intelijen soal pertemuan mereka di Teheran.
Meski begitu, Rubio menegaskan pemerintahan Presiden Donald Trump meyakini perlunya serangan terhadap Iran. "Apa pun yang terjadi, pada akhirnya operasi ini perlu dilakukan," tegasnya.
(ams/apu)












































Komentar Terbanyak
Fakta-fakta Anggota Joxzin Dibunuh Saat Tidur Bersama Anak-Istri di Bantul
Perjalanan Eks Kapolresta Sleman Didemosi Buntut Gaduh Kasus Hogi Minaya
Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran, Ini Sosoknya