Trump Desak Netflix Pecat Susan Rice dari Dewan Direksi

Internasional

Trump Desak Netflix Pecat Susan Rice dari Dewan Direksi

Asep Syaifullah - detikJogja
Senin, 23 Feb 2026 20:32 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar Jamuan Makan Malam Gubernur di Gedung Putih, Washington, D.C., pada Jumat (21/2/2026) malam waktu setempat. Acara ini dihadiri para gubernur dari berbagai negara bagian sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian. REUTERS/Aaron Schwartz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: REUTERS/Aaron Schwartz
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Netflix segera memecat Susan Rice dari dewan direksi. Diketahui, Rice adalah mantan penasihat keamanan era Obama yang sering jadi sasaran kritik Trump.

Dilansir detikPop, Trump bikin Hollywood ketar-ketir lagi. Sasarannya kali ini bukan cuma soal konten, tapi langsung menyerang eksistensi platform streaming terbesar, Netflix, dan raksasa media Warner Bros. Discovery.

Disebutkan bahwa Trump tampaknya tidak main-main dengan kekuasaan yang dia pegang untuk menekan industri hiburan yang menurutnya tidak sejalan dengan visinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikPop dari Variety (23/2), Trump secara terang-terangan menyerang Netflix gara-gara keberadaan Susan Rice di dewan direksi mereka. Mengingat Rice adalah mantan penasihat keamanan era Barrack Obama yang sering jadi sasaran kritik Trump, keberadaannya dianggap sebagai "ancaman politik".

"Netflix harus SEGERA memecat Susan Rice yang rasis dan gila karena membenci Trump, atau mereka harus terima konsekuensinya. Dia tidak punya bakat atau keahlian sama sekali-murni hanya antek politik! KEKUASAANNYA SUDAH HILANG, DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI. Berapa dia dibayar, dan untuk apa??? Terima kasih atas perhatiannya mengenai masalah ini. Presiden DJT" tulis Trump di media sosial.

Trump juga mengancam akan meninjau ulang regulasi atau bahkan mencabut hak-hak operasional tertentu jika Netflix tetap menjadi "alat politik" lawan. Retorika ini bikin banyak pihak khawatir jika pemerintah bakal menggunakan instrumen negara untuk menekan perusahaan swasta yang petingginya tidak dia sukai.

Selain Netflix, petinggi di Warner Bros. Discovery juga masuk radar kemarahan Trump. Dia mengkritik keras cara studio-studio besar ini mengelola narasi berita dan hiburan. Trump bahkan memberikan sinyal bahwa merger atau kesepakatan bisnis besar di masa depan mungkin bakal dipersulit kalau mereka nggak "berbenah diri".

Duduk perkara masalah ini berawal setelah Rice muncul di podcast Preet Bharara dan mengatakan bahwa bagi kepentingan korporat, firma hukum, dan media, "ini tidak akan berakhir baik bagi mereka. Bagi pihak-pihak yang memutuskan untuk bertindak demi kepentingan pribadi yang sangat sempit-yang saya garis bawahi sebagai kepentingan pribadi jangka pendek-dan memilih untuk 'berlutut' (tunduk) kepada Trump, saya rasa mereka sekarang mulai menyadari, 'Tunggu dulu, ini tidak populer. Trump itu tidak populer.'"

Rice mengatakan bahwa "kemungkinan besar akan ada pergerakan ke arah yang berlawanan, dan mereka bakal ketahuan tidak siap sama sekali (tertangkap basah). Mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh pihak-pihak yang menentang Trump dan berhasil menang di kotak suara nanti."

Pernyataan Rice itu membuat Trump emosi. Rice secara terbuka menyindir perusahaan-perusahaan (termasuk mungkin sindiran halus ke industri hiburan dan hukum) yang dianggap cari aman dengan cara tunduk pada kemauan Trump.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads