Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan yang Benar Sesuai Sunnah Rasul Beserta Adabnya

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan yang Benar Sesuai Sunnah Rasul Beserta Adabnya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 20 Feb 2026 14:19 WIB
Doa buka puasa
Doa buka puasa. (Foto: iStock)
Jogja -

Ramadhan yang penuh kemuliaan identik dengan ibadah puasa selama 29 atau 30 hari. Dalam mengerjakannya, umat Islam sudah semestinya mengikuti tuntunan dan sunnah-sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bagaimana tidak, Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi umat Islam. Di samping memedomani Al-Quran yang difirmankan langsung oleh Allah SWT, tindak-tanduk sang Khatamul Anbiya' yang diabadikan melalui hadits maupun kabar para sahabat perlu dicontoh.

Seorang muslim seyogianya mengikuti sendi-sendi kehidupan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sampai ke detil terkecil. Dalam konteks puasa, doa buka puasa yang diajarkan Nabi SAW adalah lafal terbaik untuk ditiru. Begitu juga adab-adab sang nabi saat berbuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, seperti apa bacaan doa buka puasa Ramadhan ala Rasulullah SAW? Berikut tulisan Arab, Latin, dan artinya plus adab-adab buka puasa.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Doa buka puasa yang benar diawali dengan lafal 'dzahaba..'. Sumber hadits doa ini hasan atau bahkan shahih.
  • Makanan yang disunnahkan untuk berbuka puasa meliputi kurma basah, kurma kering, atau air putih.
  • Di antara adab buka puasa adalah menyegerakan berbuka, membaca basmalah sebelum makan dan minum, serta mendoakan pemilik rumah tempat berbuka puasa.

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah Rasul

Diambil dari buku Hadits Do'a Berbuka Puasa tulisan Ahmad Hendrix, ada hadits berbunyi:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَرْفُوعًا : كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Artinya: "Dari Ibnu Umar secara marfu (sampai kepada Nabi), dia berkata, 'Jika berbuka puasa, beliau (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) biasa mengucapkan, "Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah." (HR Abu Dawud no 2357, an-Nasa'i 66/1, ad-Daruquthni no 240, al-Hakim 1/422, dan al-Baihaqi IV/239)

Hadits di atas memiliki derajat hasan atau shahih sehingga bisa menjadi landasan umat Islam untuk berdoa. Berdasarkan hadits ad-Daruquthni tersebut, doa buka puasa sesuai sunnah Nabi SAW adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Arab Latin: Dzahabaẓ-ẓama'u wabtallatil-'urūqu wa tsabatal-ajru in syā' Allāh.

Artinya: "Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah."

Adab-adab Buka Puasa Ramadhan

Terdapat beberapa adab yang diajarkan Nabi SAW untuk diterapkan saat buka puasa Ramadhan. Berikut penjelasan ringkas beserta dalilnya:

1. Banyak Berdoa pada Momen Buka Puasa

Seorang muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa, doanya mustajab. Karenanya momen-momen buka puasa, baik sebelum maupun setelahnya dapat dimanfaatkan untuk berdoa sesuai hajat masing-masing.

Diambil dari buku Agar Do'a Anda Mustajab oleh Azhari Ahmad Hamud, Nabi Muhammad SAW bersabda:

ثلاث دعوات لا ترد دعوة الوالد، ودعوة الصائم، ودعوة المسافر

Artinya: "Tiga jenis doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang bepergian." (HR Baihaqi/Silsilah ash-Shahihah 1797)

2. Menyegerakan Buka Puasa

Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan. Alih-alih meminta umatnya menahan lapar dan haus lebih lama, syariat Islam menganjurkan pemeluknya untuk segera berbuka ketika waktunya telah tiba.

Dikutip dari buku Syarah Riyadhus Shalihin jilid 2 karangan Imam an-Nawawi yang disyarah oleh Dr Musthafa Dib al-Bugha, dasar sunnah segera berbuka adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرِ مَا عَجِلُوا الْفِطْرَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: "Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka segera berbuka puasa." (HR Bukhari 4/173 dan Muslim no 1098)

3. Membaca Basmalah Sebelum Makan/Minum

Sebelum makan atau minum, bacalah basmalah sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad SAW. Abdul Mun'im Ibrahim dalam buku Mendidik Anak Perempuan mencantumkan hadits landasan kesunnahan membaca basmalah ini:

وَإِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ, فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Artinya: "Jika salah satu di antara kalian hendak makan, maka hendaklah ia membaca basmalah, namun jika ia lupa membaca basmalah pada awal makan, maka hendaklah mengucapkan, 'Bismillaahi awwalahu wa akhirahu'." (HR Tirmidzi, Abu Dawud, dan yang lainnya)

4. Buka Puasa dengan Kurma atau Air

Makanan yang dianjurkan untuk buka puasa adalah kurma basah alias ruthab. Bila tidak ada, maka penggantinya adalah kurma kering (tamr). Jika pun tiada kurma kering, maka air putih menjadi pilihan ketiga.

Diambil dari buku Fiqih Praktis Puasa Ramadhan tulisan Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, dalil haditsnya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطْبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّي فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطْبَاتٍ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ.

Artinya: "Rasulullah berbuka puasa dengan kurma basah sebelum sholat. Apabila tidak ada kurma basah, maka beliau berbuka dengan kurma kering. Apabila tidak ada kurma kering, maka beliau berbuka dengan air." (HR Abu Dawud no 2356, at-Tirmidzi no 696, Ahmad 3/163, Ibnu Khuzaimah 3/227, dan al-Hakim 1/432. Dianggap hasan oleh Syaikh al-Albani)

5. Membaca Doa Buka Puasa

Usai makanan dan minuman membasahi kerongkongan setelah seharian berpuasa, doa buka puasa dapat dipanjatkan. Jadi, doa buka puasa itu dibaca setelah berbuka, bukan sebelumnya.

Dalam kitab Hasyiyah I'anah ath-Thalibin tulisan Syaikh Abu Bakar Muhammad Syatha, tertulis:

(وقوله: عقب الفطر) أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله، ولا عنده

Artinya: "Maksud dari (membaca doa buka puasa) 'setelah berbuka' adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka,". (Hasyiyah I'anah ath-Thalibin, juz 2, hal 279)

6. Mendoakan Orang yang Memberi Buka Puasa

Apabila detikers kebetulan sedang berbuka puasa di rumah orang, alangkah etisnya untuk mendoakan orang tersebut. Dikutip dari buku Panduan Praktis Doa & Dzikir Sehari-hari oleh Abduh Zulfidar Akaha, ini bacaan doanya:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ.

Arab Latin: Afṭara 'indakumuṣ-ṣāimūna wa akala ṭa'āmakumul-abrāru wa ṣallat 'alaikumul-malāikah.

Artinya: "Telah berbuka di rumahmu orang-orang yang puasa, telah memakan hidanganmu orang-orang yang baik, dan para malaikat pun mendoakanmu." (HR Ibnu Majah no 1737 dan Ibnu Hibban no 5296)

Nah, itulah doa buka puasa Ramadhan sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan adab-adabnya. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Baca doa apa sebelum buka puasa?

Cukup mengucap 'basmalah' saja sebelum memasukkan makanan atau minuman. Doa buka puasa dibaca setelah selesai berbuka.

2. Lebih baik sholat Maghrib dulu atau makan dulu?

Sebaiknya berbuka dahulu dengan kurma atau minum air. Hal ini akan mencegah pikiran tidak khusyuk saat mengerjakan sholat Maghrib.

3. Adakah sunnah berbuka dengan makanan manis?

Tidak disunnahkan berbuka dengan makanan manis. Yang disunnahkan adalah berbuka dengan kurma basah, kurma kering, atau air.




(sto/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads