Detik-detik Ngeri Petani di Muna Nyaris Tewas Dililit Piton 6,5 Meter

Regional

Detik-detik Ngeri Petani di Muna Nyaris Tewas Dililit Piton 6,5 Meter

Nadhir Attamimi - detikJogja
Rabu, 18 Feb 2026 18:22 WIB
Cerita petani di Sulawesi nyaris tewas diserang ular piton.
Foto: Ular piton sepanjang 6,5 meter mati ditebas warga di Kabupaten Muna. (dok. istimewa)
Jogja -

Seorang petani wanita bernama Wa Indi (48) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, nyaris tewas karena disergap seekor ular piton sepanjang 6,5 meter. Kerabat korban menceritakan detik-detik mengerikan saat korban dililit predator besar itu.

Keponakan Wa Indi, Hijrah (29), bercerita insiden berawal saat tantenya hendak berangkat ke kebunnya di Desa Maligano, Kecamatan Maligano, pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Kala itu korban pergi seorang diri seperti biasanya.

"Dia pergi sendiri ke kebun sekitar pukul 06.00 Wita," kata Hijrah dilansir detikSulsel, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah perjalanan itu, kaki Wa Indi tiba-tiba digigit piton. Sontak, korban berteriak kesakitan.

ADVERTISEMENT

"Dia masih jalan terus langsung berteriak kesakitan, itu ular langsung terkam bagian kaki kirinya," ungkapnya.

Begitu korban terjatuh ke tanah, ular piton dengan cepat langsung melilitnya. Untungnya, korban saat itu membawa parang sehingga bisa memberikan perlawanan ke reptil tersebut.

"Ada parang di tangannya, untung tidak ikut terlilit ular makanya dia langsung potongkan ke bagian ekornya. Itu ekornya dia mau lilit telinganya," terang Hijrah.

Minta Tolong Begitu Bebas

Setelah terbebas dari ular yang melilitnya, Wa Indi pergi dan berteriak minta tolong. Teriakannya didengar warga yang jaraknya tidak jauh darinya.

"Dia teriak minta tolong, datang satu orang petani coba mau bunuh itu ular, tapi dia takut karena besar sekali," tuturnya.

Hijrah melanjutkan warga tersebut lantas meminta bantuan ke kampungnya. Sejumlah warga pun datang dan langsung membunuh piton itu.

"Itu petani yang bantu dia telepon orang di kampung baru datang dibunuh ramai-ramai. Kalau panjangnya sekitar 6,5 meter pas diukur kemarin," tuturnya.

Wa Indi segera dilarikan ke Puskemas Maligano untuk mendapat perawatan. Kini, kondisinya membaik, dan dia diperbolehkan pulang.

"Tanteku langsung dibawa ke puskesmas dan mendapat perawatan. Sorenya sudah baikan dan keluar dari puskesmas," pungkasnya.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads