Rumah Terdampak Banjir-Longsor Ngawen Gunungkidul Bakal Direkolasi

Rumah Terdampak Banjir-Longsor Ngawen Gunungkidul Bakal Direkolasi

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 18 Feb 2026 13:48 WIB
Rumah warga Jono, Tancep, Ngawen, Gunungkidul penuh dengan material longsoran berupa lumpur, pohon dan bebatuan, Rabu (18/2/2026).
Rumah warga Jono, Tancep, Ngawen, Gunungkidul penuh dengan material longsoran berupa lumpur, pohon dan bebatuan, Rabu (18/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan Pemkab Gunungkidul siap melakukan relokasi terhadap rumah warga di dekat bukit di Dukuh Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, yang terdampak banjir dan longsor.

"Masih dimungkinkan, jika terjadi hujan lebat, itu tanah masih bisa longsor. Untuk selanjutnya, Kepala PU (Dinas Pekerjaan Umum) menyampaikan bahwa di Pemkab ada anggaran untuk relokasi termasuk pembelian tanahnya. Itu kalau melalui mekanisme PU," kata Endah saat ditemui detikJogja di Dukuh Jono, Rabu (18/2/2026).

Endah mengungkapkan bahwa Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengizinkan penggunaan tanah Sultan Ground (SG) atau Tanah Kalurahan untuk warga kurang mampu yang terdampak bencana. Menurutnya, pihak Kalurahan tinggal mengajukan langsung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ngarsa Dalem, setelah kemarin sudah terindikasi akan banyaknya bencana alam, beliau menyampaikan untuk warga yang membutuhkan tanah apalagi untuk warga miskin diizinkan memanfaatkan tanah SG maupun tanah kas desa," ujar dia.

"Karena bencana tidak bisa diprediksi, selain itu lokasi juga sudah dipantau PU sejak 10 tahun terakhir terkait potensi longsor," sambungnya.

Endah menambahkan, warga korban bencana yang saat ini tinggal sementara di rumah saudaranya karena rumahnya rusak berat akan mendapatkan bantuan dari Pemkab.

"Nanti dinas terkait akan membantu makanan selama pemilik rumah tinggal di lokasi aman atau safe house hingga masa darurat berakhir," ucap dia.

Sementara itu, salah satu warga Dukuh Jono yang rumahnya rusak parah akibat banjir dan longsor juga menyatakan berniat untuk pindah rumah.

"Kalau punya dana ya inginnya pindah saja. Karena rumah saya dekat sekali dengan bukit dan pohon bambu juga sudah ambruk semua. Kalau kejadian seperti ini terjadi lagi kan tidak ada pohon yang bisa menahan lagi," kata dia kepada detikJogja, Rabu (18/2/2026).

Puluhan Warga Mengungsi

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, sejak Selasa (17/2) siang menyebabkan longsor dan banjir material dari bukit. Akibatnya, puluhan warga mengungsi sementara karena rumahnya penuh dengan material longsor batu dan tanah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta menyebut Kalurahan Jurangjero dan Tancep di Ngawen yang terdampak paling parah.

"Pasalnya, akibat dari banjir dan longsor ini ada sejumlah warga mengungsi karena rumahnya penuh material longsoran," kata Edy kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Terkait jumlah pengungsi, Edy mengatakan jumlahnya mencapai puluhan kepala keluarga (KK). Pengungsi terbanyak disebut berasal dari Jurangjero.

"Untuk pengungsi di Jurangjero sekitar 25 KK dan sudah menempati Balai Pedukuhan Wonosari. Lalu untuk di Tancep ada sekitar 10 KK mengungsi dan untuk sementara menempati Balai Kalurahan," ujarnya.

Edy menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurutnya, paling banyak kerugian materi.

"Korban jiwa nihil, hanya kerugian materi karena banyak rumah warga yang terkena material longsoran," ucapnya.

Sementara itu, Panewu Ngawen Agus Sumaryono mengatakan, bahwa awalnya terjadi hujan pada Selasa (17/2) siang. Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB bukit di dekat permukiman warga longsor.

"Karena hujan deras, material longsoran berupa tanah, batu dan pohon tumbang terbawa aliran air dan mengarah ke permukiman warga," kata Agus.

Menyoal jumlah rumah yang rusak, Agus mengungkapkan ada belasan unit. Namun, jumlah itu masih bersifat sementara karena pihaknya masih melakukan pendataan.

"Dari pendataan sementara ada lima rumah rusak berat dan 13 rumah rusak ringan," ujarnya.




(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads