Kabar duka menyelimuti dunia seni pertunjukan Indonesia, khususnya di Jogja. Seniman serba bisa, Sumisih Yuningsih atau yang lebih akrab disapa Yu Beruk, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026. Kepergian sosok ikonik ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh pecinta seni tradisional.
Kabar wafatnya Yu Beruk dibenarkan langsung oleh sesama rekan seniman, Dalijo Angkringan. Melalui pesan singkat pada siang hari ini, Dalijo mengonfirmasi berita duka tersebut. Selain Dalijo, kerabat seni lainnya, Bambang Paningron, juga menyatakan hal serupa terkait berpulangnya sang maestro panggung tersebut.
Yu Beruk dikenal sebagai seniman yang tidak hanya memiliki jam terbang tinggi, tetapi juga daya tahan luar biasa dalam berkarya. Hingga akhir hayatnya, nama Yu Beruk tetap melekat erat sebagai simbol seniman tradisional yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah profil dan perjalanan karier Sumisih Yuningsih selama mendedikasikan hidupnya di dunia seni yang dikutip dari laman resmi Anugerah Kebudayaan Dinas Kebudayaan DIY serta artikel Penerapan Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure dalam Pertunjukan Kethoprak Ringkes karya Dinda Assalia Avero Pramasheilla. Mari kita simak, detikers!
Poin utamanya:
- Seniman serba bisa Sumisih Yuningsih alias Yu Beruk meninggal dunia pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026.
- Memulai karier dari ketoprak tobong, Yu Beruk dikenal dengan ciri khas bicara 'ngegas' dan karakter jenaka di program Obrolan Angkring.
- Selain aktris panggung, Yu Beruk juga mahir menari, nembang, komedi, hingga merambah dunia layar lebar dan tata rias pengantin.
Profil Simisih Yuningsih alias Yu Beruk
Lahir pada tahun 1953 sebagai putri dari pasangan Padmodiharjo dan Aminem, Yuningsih menempa bakatnya melalui perjalanan panjang. Ia tumbuh besar di lingkungan ketoprak tobong yang berpindah dari satu kota ke kota lain. Pengalaman berkeliling ini menjadi sekolah sekaligus kawah candradimuka yang mematangkan kemampuan aktingnya di atas panggung.
Kerasnya kehidupan panggung keliling membentuk Yuningsih menjadi sosok wanita yang kuat dan penuh daya juang. Selain jago berakting, ia memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni sebagai pemimpin grup ketoprak. Bakatnya pun sangat lengkap, mulai dari menari, nembang (menyanyi lagu Jawa), hingga melucu dengan gaya yang khas.
Dalam pertunjukan seni, Yuningsih dikenal dengan ciri khas bicaranya yang ceplas-ceplos. Ia sering berakting dengan nada bicara tinggi atau marah, yang dalam istilah kekinian sering disebut dengan gaya 'ngegas'. Ciri khas inilah yang membuat penampilannya selalu dinanti dan membekas di hati para penonton.
Nama 'Yu Beruk' yang Begitu Melekat
Nama 'Yu Beruk' atau 'Mbokdhe Beruk' sebenarnya adalah nama peran yang ia mainkan dalam program Obrolan Angkring di TVRI Jogja. Karakter yang ia bangun adalah sosok perempuan yang lugu, jenaka, fasih berbicara, sekaligus menggemaskan. Aktingnya yang natural seringkali memancing gelak tawa penonton setiap Minggu sore.
Saking kuatnya karakter tersebut, masyarakat luas justru lebih mengenal namanya sebagai Yu Beruk ketimbang nama aslinya. Identitas ini kemudian membawanya ke panggung yang lebih luas, baik lokal maupun nasional. Ia tercatat membintangi berbagai acara televisi seperti Mbangun Desa, Pasar Rakyat, hingga sinetron populer seperti Jomblo dan Bunda.
Kelihaiannya beradaptasi membuat Yuningsih tetap eksis di berbagai jenis seni pertunjukan. Ia terlibat dalam proyek Indonesia Kita yang diinisiasi oleh Butet Kartaredjasa, bersanding dengan banyak komedian dan penyanyi papan atas. Hal ini membuktikan bahwa kualitas aktingnya diakui secara luas oleh lintas generasi seniman.
Seniman Multitalenta dan Sang Survivor Sejati
Sumisih Yuningsih adalah definisi nyata dari seniman multitalenta. Selain menguasai seni panggung tradisional seperti ketoprak dan wayang orang, ia juga merambah ke dunia monolog, iklan layanan masyarakat, hingga layar lebar. Bahkan, ia memiliki keterampilan khusus dalam bidang tata rias pengantin yang semakin melengkapi kemampuannya.
Di balik gemerlap panggung, Yuningsih adalah seorang ibu yang tangguh dalam menghadapi liku-liku kehidupan pribadi. Ia selalu menanamkan pola pikir positif dan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat ia harus berjuang melawan penyakit. Semangatnya untuk terus berkarya seringkali menjadi obat mujarab yang membuatnya bertahan sebagai seorang penyintas (survivor).
Kini, panggung sandiwara dunia telah usai bagi sang legenda. Namun, semangat 'Salam Kuat Yu Beruk' akan selalu terkenang sebagai warisan bagi generasi penerus seni tradisi. Jogja dan Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya yang telah mewarnai wajah kebudayaan dengan tawa dan kearifan.
FAQ
Kapan dan di mana Yu Beruk meninggal dunia?
Sumisih Yuningsih atau Yu Beruk meninggal dunia pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh rekan seniman senior Jogja seperti Dalijo Angkringan dan Bambang Paningron pada siang harinya. Beliau wafat dengan meninggalkan warisan seni yang sangat besar bagi ekosistem budaya di Yogyakarta dan Indonesia.
Mengapa nama Yu Beruk lebih dikenal daripada nama aslinya?
Nama 'Yu Beruk' atau 'Mbokdhe Beruk' awalnya merupakan nama karakter yang ia mainkan dalam program populer Obrolan Angkring di TVRI Jogja. Karena aktingnya yang sangat natural, lugu, dan fasih berbicara, karakter ini melekat kuat di ingatan masyarakat. Identitas panggung inilah yang akhirnya membuat publik lebih mengenal beliau sebagai Yu Beruk dibandingkan nama aslinya, Sumisih Yuningsih.
Apa saja keahlian seni yang dimiliki oleh Sumisih Yuningsih?
Beliau dikenal sebagai seniman multitalenta yang tumbuh di lingkungan ketoprak tobong. Keahliannya meliputi akting drama tradisional, menari, nembang (menyanyi lagu Jawa), hingga melawak. Di luar seni pertunjukan, beliau juga terlibat dalam proyek monolog, iklan layanan masyarakat, film layar lebar, serta memiliki keterampilan profesional sebagai perias pengantin.
(sto/ams)












































Komentar Terbanyak
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel
Fakta-fakta Polisi Jogja Gugur Saat Operasi Ketupat Progo
TNI Serahkan Jabatan Kabais: Bentuk Tanggung Jawab