Prabowo Sebut MBG dari Penghematan APBN: Kalau Tak Dihemat, Dimakan Korupsi

Nasional

Prabowo Sebut MBG dari Penghematan APBN: Kalau Tak Dihemat, Dimakan Korupsi

Herdi Alif Al Hikam - detikJogja
Jumat, 13 Feb 2026 15:45 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutan dalam peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Acara tersebut juga sekaligus sebagai peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di 12 Polda dan peletakan batu pertama atau groundbreaking di 107 SPPG Polri sebagai bagian dukungan Polri terhadap program MBG. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sambutan dalam peresmian secara serentak 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri se-Indonesia di SPPG Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jogja -

Presiden Prabowo Subianto menepis tudingan yang sering menyebut Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program buang-buang uang negara. Prabowo bilang program MBG merupakan hasil penghematan anggaran.

Dilansir detikFinance, Prabowo mengatakan saat ini pemerintah menghadapi kampanye yang menjelek-jelekkan kebijakan MBG. Dia menyebut tudingan itu tidak berdasar karena dana yang dipakai justru hasil pengalihan anggaran dari pos-pos yang dinilai tidak produktif.

"Karena itu kita laksanakan program ini. Ya kita hadapi kampanye luar biasa menjelek-jelekan, mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang," kata Prabowo saat meresmikan SPPG Polri, di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo berujar, pembiayaan program MBG berasal dari hasil penghematan dan efisiensi, bukan dari menambah beban APBN. Menurutnya, efisiensi dilakukan untuk menutup celah kebocoran anggaran yang selama ini berpotensi korupsi.

"Padahal uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi. Dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat uang ini akan dimakan oleh korupsi," ujar Prabowo.

ADVERTISEMENT

Prabowo juga menyoroti budaya birokrasi yang dinilai kerap menghabiskan anggaran tanpa manfaat nyata. Dia lalu menyinggung soal rapat di hotel luar kota, seminar, konferensi, hingga kunjungan-kunjungan yang dianggap tidak perlu.

"Budaya menghabiskan anggaran, budaya menggelembungkan anggaran, budaya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif tidak ada manfaat bagi bangsa negara dan rakyat, itu terus dilaksanakan," ucap Prabowo.

Ia menegaskan anggaran dari kegiatan-kegiatan tersebut kini dialihkan untuk program yang langsung menyentuh rakyat, termasuk MBG.

Prabowo juga memastikan kondisi fiskal tetap aman meskipun program MBG berjalan dengan biaya yang besar. Dia menyebut defisit APBN masih berada dalam batas yang ditetapkan pemerintah, yakni 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Saudara-saudara APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri, yaitu 3%," tegasnya.

Prabowo menyatakan pemerintah menargetkan defisit bisa ditekan lebih rendah dari angka tersebut. Ia menyebut pengurangan defisit harus diperjuangkan.

"Dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ," kata Prabowo.

Prabowo mengaku setelah resmi menjabat, ia melihat masih terlalu banyak kebocoran dan penghamburan anggaran.

"Saya telah mempelajari setelah saya menjabat, masih terlalu banyak kebocoran, masih terlalu banyak penghamburan. Saya ingin tertibkan birokrasi kita. Saya ingin menyelamatkan kekayaan negara, saya ingin menyelamatkan aset-aset negara," pungkasnya.



(dil/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads