Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman angkat bicara soal Trans Jogja jalur 14, Adisutjipto-Pakem, yang dikeluhkan masyarakat. Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan Dishub DIY dan menyiapkan dua alternatif sebagai solusi masalah tersebut.
Heri menjelaskan, Trans Jogja jalur 14 merupakan angkutan dalam kabupaten. Oleh karena itu, Pemda DIY kemudian menilai sebagai angkutan pedesaan yang menjadi kewenangan kabupaten.
"Pada prinsipnya Trans Jogja jalur 14 saat ini masih dikelola oleh Dishub DIY. Di 2026 ini, Dishub DIY masih mengoperasikan Trans Jogja jalur 14 tapi busnya dikurangi dari empat jadi dua sehingga memang jarak antarwaktunya antarbus itu jadi tambah lama," kata Heri saat dihubungi wartawan, Senin (9/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan sehubungan dengan permasalahan yang terjadi saat ini Dishub Sleman sudah berprogres menyiapkan beberapa alternatif solusi dan mendiskusikan dengan Dishub DIY.
Solusi jangka pendek, Dishub Sleman akan menyuport dengan Bus Sekolah pada jam crowded di pagi dan sore. Rencananya, akan ada dua bus sekolah yang diperbantukan di jalur tersebut.
"Direncanakan ada support 2 armada bus sekolah yang akan dioperasionalkan karena bus sekolah maka fokus utama pada anak sekolah," ujarnya.
"Saat ini kami sedang dalam proses penyiapan untuk operasionalisasi supporting bus sekolah dimaksud," lanjutnya.
Akan tetapi, bus sekolah tersebut fokusnya untuk mobilitas siswa swkolah. Sementara jam operasional bus sekolah dilakukan dua kali pada saat jam berangkat dan pulang sekolah.
"Jam operasional akan diintegrasikan dengan jadwal bus Trans Jogja dengan rentang jam antara jam 6 pagi sampai dengan jam 8 pagi saat berangkat sekolah dan jam 14.00 sampai 16.00 saat pulang sekolah," katanya.
Sementara itu, untuk solusi jangka menengah, pihaknya baru akan mengusulkan anggaran untuk bisa mengambil alih pengelolaan di jalur 14. Anggaran tersebut diajukan di APBD 2027 mendatang.
"Selanjutnya jangka menengah Dishub Sleman mengusulkan anggaran pada APBD 2027 untuk mengambil alih pengelolaan jalur 14," pungkasnya.
Sebelumnya, ramai di sosial media soal keluhan masyarakat terhadap layanan Trans Jogja jalur 14. Dinas Perhubungan (Dishub) DIY pun buka suara mengenai itu.
Keluhan tersebut seperti diunggah di akun X @merapi_uncover. Dalam unggahan tersebut dituliskan beberapa keluhan seperti waktu tunggu sampai 1,5 jam lebih, jadwal tidak fleksibel, penumpukan penumpang, hingga kondisi armada yang usang.
"Kami harapkan adanya peran aktif @kabarsleman @perhubungansleman dan @dishubdiy dalam menyelesaikan permasalahan pada jalur 14 Trans Jogja (Adisutjipto-Pakem) ini. Semoga ada solusi yang diberikan atas permasalahan ini," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJogja, Kamis (5/2).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widaystuti, mengatakan bahwa jalur 14 merupakan jalur sementara pengganti layanan Teman Bus. Ia menjelaskan, penyediaan angkutan pedesaan pada jalur tersebut berada di bawah kewenangan Pemkab Sleman.
"Jalur 14 Trans Jogja merupakan trayek pengganti sementara dari BTS (Teman Bus), dan seharusnya menggunakan angkutan pedesaan yang wajib disediakan oleh Pemkab Sleman," ujar Erni saat dihubungi detikJogja, Rabu (5/2).
Erni mengatakan, Dishub DIY telah berkoordinasi dengan Pemkab Sleman untuk menangani kebutuhan transportasi selama masa transisi. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memfasilitasi pelajar agar tetap mendapatkan layanan transportasi yang memadai.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sleman dan pada masa transisi akan memfasilitasi anak-anak sekolah dengan bus sekolah," jelasnya.
"Lebih lanjut silakan komunikasi dengan Pemkab Sleman," pungkasnya.
(apl/aku)












































Komentar Terbanyak
PM Israel Netanyahu Klarifikasi soal Pernyataannya yang Singgung Yesus Kristus
Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani