Menkop soal Gentengisasi: Bisa Diproduksi KDMP Pakai Limbah Batu Bara

Menkop soal Gentengisasi: Bisa Diproduksi KDMP Pakai Limbah Batu Bara

Adji G Rinepta - detikJogja
Sabtu, 07 Feb 2026 18:32 WIB
Menkop soal Gentengisasi: Bisa Diproduksi KDMP Pakai Limbah Batu Bara
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono meninjau UMKM Expo di acara Forum Bisnis Daerah BPD HIPMI DIY di Jogja, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Adji G Rinepta/detikJogja)
Jogja -

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menyinggung masalah teknis kebijakan gerakan gentengisasi yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Menurut Ferry, genteng yang dibutuhkan bisa diproduksi oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tiap daerah dan memanfaatkan limbah batu bara.

Ditemui usai acara Forum Bisnis Daerah BPD HIPMI DIY di Jogja, Ferry memaparkan banyak teknologi yang bisa diaplikasikan untuk menunjang gerakan gentengisasi ini. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah batu bara yang menurutnya bisa mendongkrak mutu genteng.

"Sekarang kan dengan teknologi ada istilahnya menggunakan produk turunan dari limbah batu bara, bisa dijadikan bahan campuran untuk menjadikan genteng yang berbahan baku tanah, ditambah sedikit bahan dari sisa batu bara itu. Itu bisa menjadikan hasil produk gentengnya akan lebih ringan dan lebih kuat," jelas Ferry saat ditemui di Jogja, Sabtu (7/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum membeberkan terkait teknis pemanfaatan limbah batu bara untuk genteng ini, namun Ferry optimis genteng bisa diproduksi di tiap daerah. Menurutnya, keberadaan KDMP bisa dimanfaatkan untuk produksi genteng.

"Genteng itu kan diproduksi sebenarnya di daerah-daerah bisa, nah itu nanti koperasi-koperasi, bahkan koperasi desa juga bisa melakukan kegiatan untuk memproduksi genteng-genteng itu," ujar Ferry.

ADVERTISEMENT

"Karena memang sebenarnya harusnya genteng bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, terjangkau dengan tadi pendekatan-pendekatan baru. Kalau tanah kan semua tanah juga ada," sambungnya.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo merancang program baru yang disebut "gentengisasi" yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini dikenalkan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul pada Senin (2/2/2026).

Program Gentengisasi salah satu langkah pemerintah untuk memperbaiki standar rumah penduduk serta mengatasi isu kekurangan perumahan, dimana saat ini terdapat 9,9 juta kepala keluarga yang masih belum memiliki hunian pribadi.

"Itu bukan masalah sederhana, loh. Jadi presiden ingin masalah resik, itu kebersihan. Jadi kalau presiden lewat (melihat) di atas genteng itu masih banyak rumah-rumah yang menggunakan seng," terang Ferry.

"Sebenarnya kan kalau seng itu panas, kemudian karat dan lain sebagainya, jadi sebenarnya akan lebih baik kalau itu rumah tinggal menggunakan bahan genteng yang akan membuat lebih teduh, terus kemudian kualitasnya juga lebih kuat," pungkasnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads