Sederet Fakta Dampak Gempa M 6,2 Pacitan di Wilayah DIY

Round-Up

Sederet Fakta Dampak Gempa M 6,2 Pacitan di Wilayah DIY

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 07 Feb 2026 07:25 WIB
Ilustrasi Gempa di Vanuatu
Ilustrasi gempa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Jogja -

Gempa bumi berkekuatan M 6,2 mengguncang wilayah Pacitan pukul 01.06 WIB. Getaran gempa turut dirasakan di sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) seperti Bantul dan Jogja.

Bahkan, kejadian ini mengakibatkan puluhan orang menjadi korban. Berikut sederet faktanya.

Bantul Paling Terdampak

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan gempa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) dini hari tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa kapanewon, terutama di Bantul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan laporan sementara dari Pusdalops se-DIY, dampak paling banyak terjadi di Kabupaten Bantul, dengan total terdampak di 10 kapanewon," kata Ruruh saat dihubungi, Jumat (6/2/2026).

Ruruh menjelaskan, dampak kerusakan di Bantul meliputi delapan rumah rusak, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan. Selain Bantul, dampak juga dilaporkan terjadi di Kota Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

"Terdampak di 10 kapanewon. Rumah rusak 8 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik, fasilitas kesehatan 1 titik," ungkapnya.

"Di Kota Jogja terdapat satu titik terdampak di Kemantren Umbulharjo, berupa kerusakan atap balai kampung," ujarnya.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul, BPBD DIY hingga saat ini belum menerima laporan adanya kerusakan maupun korban jiwa.

40 Orang Jadi Korban

Terkait korban, Ruruh menyebut total terdapat 40 warga terdampak gempa di wilayah DIY yang saat ini mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

"Jumlah korban terdampak di wilayah DIY sebanyak 40 orang. Tidak ada laporan korban meninggal dunia," jelasnya.

"Korban terdampak dirawat di beberapa rumah sakit rujukan dan puskesmas," imbuh dia.

Ruruh juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa Pacitan tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

"Data ini masih bersifat sementara dan akan terus kami perbarui sesuai perkembangan di lapangan," pungkas Ruruh.

13 Bangunan Rusak

Data BPBD Bantul, menyebutkan sedikitnya ada 13 bangunan yang terdampak. Sekretaris Pelaksana BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo, menyampaikan bahwa tim di lapangan masih terus melakukan pendataan dan asesmen hingga pukul 08.55 WIB.

"Hingga pagi ini pukul 08.55 WIB, jumlah dampak yang masuk ke Pusdalops PB BPBD Bantul meningkat menjadi 13 titik," ujar Bimo dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026)

"Data sementara mencatat ada 7 titik rumah rusak, 2 titik tempat ibadah, 2 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas kesehatan, dan 1 kantor instansi pemerintah yang terdampak," sambungnya.

Adapun sebaran lokasi dampak gempa kali ini mencakup 10 kapanewon di antaranya Kapanewon Jetis 3 titik, Kapanewon Kasihan 2 titik, Kapanewon Pundong 2 titik. Selanjutnya, Kapanewon Imogiri, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, dan Pajangan masing-masing 1 titik.

"Korban luka saat ini terdata 15 orang. Paling banyak dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati sebanyak 6 orang, lalu 3 orang di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, dan sisanya tersebar di RSUD Saras Adyatma, RSU Permata Husada, hingga RSU Prambanan," jelas Bimo.



(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads