Renungan Harian Katolik 6 Februari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Hati Manusia

Renungan Harian Katolik 6 Februari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Hati Manusia

Santo - detikJogja
Jumat, 06 Feb 2026 04:13 WIB
Renungan Katolik
Renungan harian Katolik. (Foto: Gianna B/Unsplash)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 6 Februari 2026 merupakan hari Jumat biasa dengan peringatan kisah Santo Paulus Miki, dkk, Martir; serta Santa Dorothea dan Theopilus, Martir. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah merah.

Mengangkat tema tentang hati manusia, mari simak renungan Katolik hari Jumat, 6 Februari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh M Constantin FSGM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Jumat, 6 Februari 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 6 Februari 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 6 Februari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Sir. 47:2-11; dilanjut Mazmur Mzm. 18:31,47,50,51; kemudian 1Kor. 1:26-31 bacaan Injil Mrk. 6:14-29; dan bacaan ofisi Kej 35:1-29. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I Sir. 47:2-11

  • Sir 47:2 Seperti lemak dipungut dari korban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-prang Israel.
  • Sir 47:3 Singa-singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan belaka, dan beruang-beruang seakan-akan hanya anak domba saja.
  • Sir 47:4 Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa serta mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kebanggaan Goliat?
  • Sir 47:5 Sebab berserulah ia kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, sehingga Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ditinggikannya.
  • Sir 47:6 Maka dari itu ia dimuliakan karena "laksaan", dan dipuji-puji oleh karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota yang mulia dipersembahkan kepadanya.
  • Sir 47:7 Sebab ia membasmi segala musuh di kelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini.
  • Sir 47:8 Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata yang luhur menghormati Yang Kudus, Yang Mahatinggi. la bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengasihi Penciptanya.
  • Sir 47:9 Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dan memperindah lagu-lagunya dengan bunyinya.
  • Sir 47:10 Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalun-talun di tempat kudus-Nya.
  • Sir 47:11 Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selaina-lamanya. iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel,

Bacaan Mazmur Mzm. 18:31,47,50,51

  • Mzm 18:31 (18-32) Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?
  • Mzm 18:47 (18-48) Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,
  • Mzm 18:50 (18-51) Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya."

Bacaan Injil Mrk. 6:14-29

  • Mrk 6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."
  • Mrk 6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."
  • Mrk 6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."
  • Mrk 6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
  • Mrk 6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
  • Mrk 6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
  • Mrk 6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
  • Mrk 6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
  • Mrk 6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
  • Mrk 6:23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
  • Mrk 6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
  • Mrk 6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
  • Mrk 6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
  • Mrk 6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
  • Mrk 6:28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
  • Mrk 6:29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Bacaan Ofisi Kej 35:1-29

  • Kej 35:1 Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu."
  • Kej 35:2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.
  • Kej 35:3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."
  • Kej 35:4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.
  • Kej 35:5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.
  • Kej 35:6 Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan?yaitu Betel?,ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia.
  • Kej 35:7 Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya.
  • Kej 35:8 Ketika Debora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: Pohon Besar Penangisan.
  • Kej 35:9 Setelah Yakub datang dari Padan-Aram, maka Allah menampakkan diri pula kepadanya dan memberkati dia.
  • Kej 35:10 Firman Allah kepadanya: "Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu." Maka Allah menamai dia Israel.
  • Kej 35:11 Lagi firman Allah kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu.
  • Kej 35:12 Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu."
  • Kej 35:13 Lalu naiklah Allah meninggalkan Yakub dari tempat Ia berfirman kepadanya.
  • Kej 35:14 Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.
  • Kej 35:15 Yakub menamai tempat di mana Allah telah berfirman kepadanya "Betel".
  • Kej 35:16 Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar.
  • Kej 35:17 Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: "Janganlah takut, sekali inipun anak laki-laki yang kaudapat."
  • Kej 35:18 Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas?sebab ia mati kemudian?diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.
  • Kej 35:19 Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem.
  • Kej 35:20 Yakub mendirikan tugu di atas kuburnya; itulah tugu kubur Rahel sampai sekarang.
  • Kej 35:21 Sesudah itu berangkatlah Israel, lalu ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder.
  • Kej 35:22 Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel. (35-22b) Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya.
  • Kej 35:23 Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon.
  • Kej 35:24 Anak-anak Rahel ialah Yusuf dan Benyamin.
  • Kej 35:25 Dan anak-anak Bilha, budak perempuan Rahel ialah Dan serta Naftali.
  • Kej 35:26 Dan anak-anak Zilpa, budak perempuan Lea ialah Gad dan Asyer. Itulah anak-anak lelaki Yakub, yang dilahirkan baginya di Padan-Aram.
  • Kej 35:27 Lalu sampailah Yakub kepada Ishak, ayahnya, di Mamre dekat Kiryat-Arba itulah Hebron tempat Abraham dan Ishak tinggal sebagai orang asing.
  • Kej 35:28 Adapun umur Ishak seratus delapan puluh tahun.
  • Kej 35:29 Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia.

Renungan Harian Katolik Jumat 6 Februari 2026

Saudara-saudari yang terkasih, "hati" dalam Ensiklik Dilexit Nos yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus pada 24 Oktober 2024 dipahami sebagai inti terdalam pribadi manusia. Tempat seluruh dimensi manusia bersatu dan diarahkan.

Hati menunjuk pada tempat di mana akal budi, kehendak, afeksi, dan tubuh bertemu. Hati merupakan titik simpul seluruh keberadaan manusia. Paus Fransiskus juga menekankan bahwa hati adalah tempat kejujuran eksistensial.

Dengan kata lain, manusia dapat membohongi semua orang, kecuali dirinya sendiri. Karena itu, di kedalaman hati, topeng setiap orang akan runtuh dengan sendirinya.

Hati memiliki fungsi yang sangat penting. Bila hati seseorang bersih, seluruh pemikiran dan tindakannya akan terarah pada kebaikan dan kebenaran. Bila hati seseorang keruh, seperti air yang keruh ia akan kehilangan hakikatnya sebagai air yang sejatinya berfungsi untuk membersihkan yang kotor dan memulihkan dahaga.

Air kotor tetap bisa mengalir, namun tidak lagi menyegarkan atau memberi kehidupan. Begitu pula hati seseorang yang kotor, orang itu tetap hidup dan berkehendak, tetapi kehendaknya tercemar oleh nafsu, luka, dan kesombongan yang dapat menghancurkan.

Kisah kematian Yohanes Pembaptis menghadirkan sebuah tragedi dari hati manusia yang keruh dan kotor. Herodes dan Herodias menjadi gambaran nyata bagaimana kebencian dan kesombongan, jika dibiarkan berakar, dapat berujung pada malapetaka besar.

Yohanes Pembaptis adalah suara kebenaran yang dengan berani menegur Herodes karena hidupnya yang tidak benar, khususnya mengenai relasinya dengan Herodias, istri Filipus, saudaranya sendiri. Teguran itu bukan dilandasi kebencian, melainkan panggilan profetis untuk pertobatan.

Namun, bagi Herodias, kebenaran terasa seperti ancaman. Hatinya dipenuhi kebencian dan dendam. Ia tidak berusaha menjadi benar di hadapan Tuhan, tetapi malah bertindak untuk membungkam suara yang mengusiknya.

Herodes, di sisi lain, adalah pribadi yang terombang-ambing. Ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan kudus. Ia bahkan takut dan segan kepadanya.

Namun, kesombongan dan keinginannya untuk menjaga gengsi di hadapan tamu-tamu istana membuatnya kehilangan keberanian moral. Demi citra dan kehormatan semu, sumpah yang diucapkannya tanpa kebijaksanaan akhirnya mengorbankan nyawa seorang nabi.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa kejahatan besar sering kali berawal dari hati yang tidak dijaga. Kebencian yang dipelihara, rasa tersinggung yang tidak disembuhkan, dan kesombongan yang dibiarkan tumbuh perlahan mengeruhkan hati.

Ketika hati keruh, suara hati nurani menjadi samar, dan kebenaran terasa menyakitkan. Akibatnya, manusia lebih memilih membungkam kebenaran daripada mengubah diri.

Mari kita bertanya pada diri kita sendiri:

Berapa kali kita menolak teguran yang benar karena melukai ego kita? Berapa kali kita memilih diam atau berkompromi demi kenyamanan dan citra diri, meski kita tahu itu salah?

Doa Katolik Hari Ini

Allah kekuatan para kudus, Santo Paulus Miki dan teman-temannya Kaupanggil melalui salib kepada kehidupan. Dengarkanlah doa permohonan mereka, supaya iman yang kami akui, juga kami pegang teguh sampai mati.

Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Jumat, 6 Februari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 6 Februari 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 6 Februari 2026 mengangkat refleksi tentang hati manusia dan pentingnya menjaga kebersihannya.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 6 Februari 2026?

Bacaan Injil Katolik 6 Februari 2026 adalah Markus 6 mulai dari ayat 14 sampai 29.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 6 Februari 2026?

Dalam renungan harian Katolik 6 Februari 2026, kita juga merenungi kisah Santo Paulus Miki, dkk (Martir), serta Santa Dorothea dan Theopilus (Martir).



(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads