Didesak Out oleh Suporter PSS, Huistra: Manajemen yang Memutuskan

Didesak Out oleh Suporter PSS, Huistra: Manajemen yang Memutuskan

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 25 Sep 2026 17:57 WIB
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Jumat (25/9/2026).
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Jumat (25/9/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, merespons ultimatum suporter yang meminta dirinya keluar jika timnya kalah saat menjamu PSM Makassar di pekan keempat Super League 2026/2027. Diketahui, PSS Sleman kalah beruntun di tiga laga sebelumnya.

"Mereka tidak mengambil keputusan. Manajemen yang akan memutuskan. Saya pikir akan sangat awal untuk membuat keputusan semacam ini," kata Huistra saat ditemui di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Jumat (25/9/2026).

Juru taktik asal Belanda itu memahami kekecewaan suporter yang menginginkan kemenangan. Mengingat, PSS kini tengah dalam tren negatif dengan tiga kekalahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pendukung selalu bisa merasa kecewa. Namun cara mereka bereaksi harus tetap menghormati para pemain. Namun dalam sepakbola, ini tentang emosi. Kita tahu PSS adalah klub yang penuh dengan emosi " ujar Huistra.

ADVERTISEMENT

Huistra meminta suporter untuk tetap memberikan dukungan kepada penggawa PSS. Ia optimistis Super Elja akan meraih kemenangan di laga selanjutnya.

"Jadi penting juga bagi mereka untuk tetap menjaga konsistensi. Mereka percaya bahwa klub, pendukung, dan pemain percaya pada diri mereka sendiri," ucap Huistra.

"Ketika Anda percaya pada diri sendiri, Anda percaya bahwa tim ini memiliki potensi yang bagus dan akan memenangkan banyak pertandingan musim ini," sambungnya.

Sebelumnya, suporter mengultimatum PSS Sleman pada laga melawan PSM Makassar di laga pekan keempat Super League 2026/2027 usai jeda kompetisi. Mereka menuntut pelatih Pieter Huistra keluar jika kembali kalah.

"Kami hanya ingin bertanya dengan manajemen, ini sebenarnya ada apa. PSS kalah tiga pertandingan, nol poin. Kami ultimatum manajemen, jika pertandingan lawan PSM gagal (kalah), maka kami ingin Pieter Huistra out," kata pentolan Brigata Curva Sud (BCS), Anton Nugroho, saat dihubungi wartawan, Rabu (23/9).

Anton menambahkan, BCS sempat mengunggah bentuk kekecewaan dalam media sosial mereka yang menampilkan visual lima lambang hati. Tiga hati yang tampak hancur melambangkan tiga kekalahan beruntun yang ditelan PSS.

"Dalam postingan kami ada lima hati. Tiga hati sudah hancur, itu tandanya tiga laga kita sudah mengalami kekalahan. Masih sisa dua hati lagi. Jadi kami inginnya dan berharapnya PSS bisa menang dalam dua laga ke depan. Lawan PSM kami ingin kemenangan," terangnya.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads