- Kelebihan dan Kekurangan Genteng Kelebihan Genteng 1. Cocok untuk Iklim Tropis 2. Tahan Lama Kekurangan Genteng 1. Warna Berubah 2. Pemasangan Cukup Sulit 3. Bisa Membahayakan bila Gempa
- Kelebihan dan Kekurangan Seng Kelebihan Seng 1. Mudah Dipasang 2. Ringan 3. 'Aman' Bila Jatuh Kekurangan Seng 1. Mudah Berkarat 2. Rumah Lebih Panas 3. Kurang Estetik
- FAQ 1. Apakah atap seng lebih mahal daripada atap genteng? 2. Bahan apa saja yang dipakai untuk atap selain genteng dan seng? 3. Apa yang perlu diperhatikan sebelum memilih jenis atap rumah?
Usai Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan 'Gentengisasi' dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, perbandingan atap genteng dengan seng jadi bahan perbincangan masyarakat. Jadi, mana yang lebih baik?
Pertama-tama, definisi keduanya harus dipahami terlebih dahulu. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring mengartikan genteng atau genting sebagai 'tutup atap rumah yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar, bermacam-macam bentuknya'. Sementara itu, entry seng dimaknai sebagai 'besi tipis yang berlapis timah (supaya tidak mudah berkarat) untuk atap dan sebagainya.
Saat ini, rumah-rumah di Indonesia memang masih mempergunakan keduanya sebagai atap. Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sisi plus dan minus kedua material atap ini mesti dipahami agar bisa menentukan mana yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak pembahasan lengkapnya melalui uraian di bawah ini!
Poin Utamannya:
- Setiap material atap bangunan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
- Atap genteng tanah liat cocok untuk iklim tropis dan tahan lama. Namun, bisa berubah warna, pemasangan tricky, dan berpotensi membahayakan jika terjadi gempa.
- Atap seng mudah dipasang dan lebih ringan sehingga pendistribusian tidak sulit. Namun, atap seng mudah berkarat, membuat rumah terasa terlalu panas/dingin, dan kurang estetik.
Kelebihan dan Kekurangan Genteng
Genteng yang dimaksud dalam subbahasan ini adalah genteng tanah liat sebagaimana didefinisikan KBBI, bukan genteng berbahan lain.
Kelebihan Genteng
1. Cocok untuk Iklim Tropis
Menurut penjelasan di buku Make Over Fasad Rumah oleh Arieni Lestari dan Putri, salah satu kelebihan genteng tanah liat adalah kecocokannya dipasang di wilayah tropis, seperti Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari materialnya, yakni tanah liat, yang memiliki kemampuan meredam panas.
2. Tahan Lama
Kelebihan lain yang membuat genteng masih jadi pilihan favorit masyarakat adalah daya tahannya. Tidak tanggung-tanggung, genteng bisa menahan air hujan maupun sengatan Matahari hingga puluhan tahun.
"Kalau misal berapa tahunnya, 20 tahun 30 tahun juga awet. Kalau seng, begitu kena air, lama, ya begitu 3 tahun 5 tahun sudah berkarat, harus ganti itu," ujar Taufiq Hidayat, Direktur Komersial Mortar Indonesia pada Senin (2/2/2026), dilansir detikProperti.
Kekurangan Genteng
1. Warna Berubah
Kekurangan ini sejatinya hanyalah masalah estetika dan preferensi. Ada orang yang justru menyukai genteng berubah jadi kehijauan karena lumut, sedangkan lainnya kurang suka. Yang pasti, seiring berjalannya waktu, genteng tanah liat berpotensi berubah warna.
2. Pemasangan Cukup Sulit
Dirujuk dari buku Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan + K3 oleh Yoyok Rahayu Basuki, pemasangan genteng tanah liat terbilang cukup sulit. Sebagaimana detikers ketahui, genteng mesti dipasang satu per satu agar saling mengunci. Salah-salah, genteng tidak rapat sehingga menyebabkan air mudah menerobos masuk.
3. Bisa Membahayakan bila Gempa
Genteng yang dipasang secara tidak benar, semisal tidak dipaku, dapat membahayakan bila gempa terjadi. Penghuni rumah rentan tertimpa genteng yang rontok satu per satu.
"Itu kalau genteng kan rontok, satu-satu (jatuh). Bisa berakibat fatal kalau nggak dipaku gentengnya, cuma disangkutin gitu," tutur Taufiq.
Kelebihan dan Kekurangan Seng
Kelebihan Seng
1. Mudah Dipasang
Gatut Susanta dalam bukunya, Panduan Lengkap Membangun Rumah, menjelaskan bahwa seng termasuk jenis atap yang mudah dipasang. Bahkan, seng bisa dipasang dengan sudut kemiringan hanya 10 derajat saja. Di samping itu, penggunaan seng memungkinkan penghematan biaya rangka atap dan kuda-kuda.
2. Ringan
Di antara keunggulan seng adalah beratnya yang ringan sehingga memudahkan sekaligus memurahkan proses distribusi. Ukuran seng yang notabene lebih besar dibanding genteng juga memampukannya dikirim menggunakan kontainer.
"Jadi lebih mudah di pengiriman, distribusi," ujar Taufiq.
3. 'Aman' Bila Jatuh
Kelebihan seng lain adalah lebih 'aman' bila jatuh, semisal karena gempa atau bencana alam lain. Lembaran-lembaran seng dinilai kurang membahayakan ketimbang genteng menurut Taufiq.
"Kalau seng, kalau jatuh kan berupa lembaran-lembaran gitu, nggak membahayakan," kata Taufiq.
Kekurangan Seng
1. Mudah Berkarat
Menurut keterangan dalam dokumen unggahan Dspace UII, atap berbahan seng punya risiko karat akibat paparan air hujan yang mengandung garam. Bukan hanya itu, atap seng menimbulkan suara bising saat ketiban air hujan.
2. Rumah Lebih Panas
Berbeda dengan genteng tanah liat, seng tidak memiliki kapabilitas untuk meredam panas. Bukan hanya panas, tetapi juga dingin.
"Artinya bila udara di luar panas/dingin, maka dalam ruangan akan terasa lebih panas/dingin," bunyi keterangan dalam dokumen yang dibagikan Dspace UII.
3. Kurang Estetik
Kekurangan lain seng sebagai atap adalah kurang sedap dipandang, seperti halnya dijelaskan dokumen unggahan Universitas Persada Indonesia YAI. Dibandingkan genteng, penampilan seng masih kalah jika ditinjau dari segi estetika.
Perlu dipahami bahwa penilaian estetika setiap individu mungkin berlainan. Sebab ada pula yang berpendapat atap seng bagus karena terkesan sederhana dan minimalis.
Nah, itulah sekilas kelebihan dan kekurangan genteng dan seng. Semoga pembahasan ringkas ini bermanfaat, ya!
FAQ
1. Apakah atap seng lebih mahal daripada atap genteng?
Belum tentu. Semua bergantung harga satuan genteng maupun seng. Namun, dari segi rangka, atap genteng lebih mahal ketimbang atap seng.
2. Bahan apa saja yang dipakai untuk atap selain genteng dan seng?
Di antara bahan atap lainnya adalah fibersemen, sirap kayu, beton, dan asbes.
3. Apa yang perlu diperhatikan sebelum memilih jenis atap rumah?
Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi kondisi iklim, struktur bangunan, anggaran, dan kesesuaian atap dengan desain dan fungsi bangunan.
(sto/apu)












































Komentar Terbanyak
Trump Kecewa Sudah Kirim Senjata buat Demonstran Iran, Tapi...
Mojtaba Khamenei Disebut Kritis, Begini Kondisinya
3 Kepala Daerah di Jatim Kena OTT KPK, Ini Kata Gubernur Khofifah