11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem Sleman

11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Senin, 11 Mei 2026 12:45 WIB
Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026)
Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Petugas kepolisian dan dinas terkait mengevakuasi 11 orang bayi dari sebuah rumah yang berada di Padukuhan Randu Wonokerso Hargobinangun, Pakem, Sleman. Bayi-bayi tersebut sudah dititipkan ke bidan yang membantu persalinan sejak 5 bulan yang lalu.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan awalnya petugas menerima informasi keberadaan belasan bayi di sebuah rumah dari perangkat kampung setempat.

"Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," kata Wiwit kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wiwit menjelaskan, 11 bayi tersebut kemudian dievakuasi pada dilakukan pada Jumat (8/5) sore bersama dinas terkait. Tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua diambil orang tua, sementara enam bayi lainnya dievakuasi Dinas Sosial Sleman.

"Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026)Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Ia menjelaskan, kondisi tiga bayi tersebut masih dalam perawatan di rumah sakit. Meski demikian, kondisi dua bayi sudah membaik.

"Itu karena ada sakit yang pertama kemarin ada jantung bawaan, sakit kuning dan hernia. Namun yang hernia dan kuning ini sekarang sudah dalam keadaan normal," ujarnya.

Wiwit menjelaskan, 11 bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping dibantu bidan berinisial ORP. Berawal dari adanya satu ibu yang melahirkan di bidan itu dan kemudian menitipkan bayi yang dilahirkan.

"Awalnya adalah hanya satu orang yang melahirkan di sana kemudian si ibunya ini yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk dirawat mungkin karena kemanusiaan dan alasan tertentu," ujarnya.

"Dari hal itu berkembang sampai ke 10 yang lain ini melahirkan di sana dan ini menitipkannya dengan alasan-alasan ada yang bekerja ada yang (masih berstatus) mahasiswa," ujarnya.

Bidan tersebut dititipi bayi sejak lima bulan yang lalu. Ia merawat bayi yang dititipkan bersama dengan kedua orang tuanya dibantu satu orang pembantu. Awalnya bayi ditampung di Banyuraden dan sejak seminggu yang lalu pindah ke Pakem.

"Di Pakem baru 1 minggu. Karena sifatnya yang di Pakem itu sementara untuk sementara saja," ujarnya.

"Kalau rentang usia bayinya 1 sampai 10 bulan. Jenis kelamin laki ada perempuan ada," imbuhnya.

detikJogja sempat mendatangi lokasi rumah yang digunakan untuk menampung 11 bayi tersebut di Pakem. Di rumah tersebut tampak sepi. Selain itu masih tergantung jemuran pakaian bayi. Sementara di dalam rumah, terdapat beberapa popok bayi.

Adapun warga sekitar bungkam saat hendak diwawancara. Termasuk dukuh juga enggan untuk diwawancara.




(alg/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads