Renungan Harian Katolik 13 Mei 2026 dan Bacaan Hari Ini: Roh Kebenaran

Renungan Harian Katolik 13 Mei 2026 dan Bacaan Hari Ini: Roh Kebenaran

Santo - detikJogja
Rabu, 13 Mei 2026 04:02 WIB
Renungan harian Katolik 13 Mei 2026 lengkap dengan bacaan Injil, Mazmur, dan doa penutup
Renungan harian Katolik. (Foto: Unsplash/Josh Applegate)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 13 Mei 2026 merupakan hari Rabu biasa Pekan V Paskah dengan peringatan kisah Santa Petronela, Martir dan Perawan; Santa Imelda Lambertini, Perawan; dan Santo Andreas Fournet, Imam. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.

Mengangkat tema tentang Roh Kebenaran, mari simak renungan Katolik hari Rabu, 13 Mei 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Gaudensia Sihaloho KSSY. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Rabu, 13 Mei 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 13 Mei 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 13 Mei 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan Kis 17:15.22 - 18:1; dilanjut Mazmur Mzm Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; bacaan Injil Yoh 16:12-15.; dan bacaan ofisi Kis 21:40-22:21. Berikut ini uraian lengkapnya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I Kis 17:15.22 - 18:1

  • Kis 17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.
  • Kis 17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
  • Kis 17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
  • Kis 17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
  • Kis 17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
  • Kis 17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
  • Kis 17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
  • Kis 17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
  • Kis 17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
  • Kis 17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
  • Kis 17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."
  • Kis 17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
  • Kis 17:33 Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.
  • Kis 17:34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.
  • Kis 18:1 Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.

Bacaan Mazmur Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd

  • Mzm 148:1 Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
  • Mzm 148:2 Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
  • Mzm 148:11 hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;
  • Mzm 148:12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
  • Mzm 148:12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
  • Mzm 148:13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
  • Mzm 148:14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!
  • Mzm 148:14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Bacaan Injil Yoh 16:12-15

  • Yoh 16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
  • Yoh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
  • Yoh 16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
  • Yoh 16:15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Bacaan Ofisi Kis 21:40-22:21

  • Kis 21:40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:
  • Kis 22:1 "Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri."
  • Kis 22:2 Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata:
  • Kis 22:3 "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.
  • Kis 22:4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.
  • Kis 22:5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.
  • Kis 22:6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku.
  • Kis 22:7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?
  • Kis 22:8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.
  • Kis 22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.
  • Kis 22:10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.
  • Kis 22:11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.
  • Kis 22:12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ.
  • Kis 22:13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.
  • Kis 22:14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.
  • Kis 22:15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.
  • Kis 22:16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!
  • Kis 22:17 Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi.
  • Kis 22:18 Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku.
  • Kis 22:19 Jawabku: Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka.
  • Kis 22:20 Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya.
  • Kis 22:21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain."

Renungan Harian Katolik Rabu 13 Mei 2026

Ketika ditugaskan menjadi guru, setiap kali akan mengajar di kelas, saya terlebih dahulu membaca ulang persiapan saya, mempelajari kembali materi yang akan saya ajarkan, hingga sungguh-sungguh memahaminya. Dengan pemahaman yang lengkap, saya berharap dapat menjelaskannya dengan baik kepada para murid.

Pemahaman menjadi hal yang sangat penting sebelum kita menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Banyak kekacauan terjadi ketika sebuah informasi disampaikan tanpa pemahaman yang utuh.

Hari ini, Yesus menyampaikan amanat perpisahan-Nya kepada para murid. Ia mengatakan bahwa sebenarnya masih banyak hal yang akan disampaikan, tetapi mereka belum dapat menanggungnya.

Yesus lalu menjanjikan Roh Kebenaran yang akan memampukan dan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan dalam memahami dan menyampaikan kebenaran.

Dengan kekuatan sendiri, kita tidak akan mampu menjadi saksi kebenaran yang sejati. Roh kuduslah yang akan memampukan kita. Tanpa Roh Kudus, kita akan mudah terjebak dalam kebenaran versi kita sendiri, kebenaran yang dibentuk oleh ego, kepentingan, dan keinginan untuk diakui.

Tanpa pendampingan Roh Kudus, kita akan cenderung jatuh pada pewartaan diri, meski kita membungkusnya dengan aktivitas pewartaan sabda Allah. Betapa sering kita beraktivitas di media sosial dengan judul seolah-olah mewartakan Tuhan, tetapi yang kita nanti-nantikan adalah peningkatan jumlah like dan subscribe!

Roh Kudus akan membuka hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat memahami kehendak Allah. Ia menuntun kita bukan hanya untuk mengetahui kebenaran saja, melainkan juga untuk hidup dalam kebenaran itu.

Lebih dari itu, Roh Kudus memurnikan motivasi kita, agar kesaksian kita bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk memuliakan Tuhan. Sering kali kita tergoda untuk bersaksi demi menunjukkan bahwa kita lebih baik, lebih tahu, atau lebih benar daripada orang lain.

Kita ingin dihargai, dipuji, dan diakui sebagai orang yang dekat dengan Tuhan. Namun, kesaksian seperti itu justru menjauhkan kita dari kebenaran sejati. Kebenaran sejati selalu mengarah pada kemuliaan Allah, bukan kemuliaan diri.

Menjadi saksi kebenaran berarti membiarkan Roh Kudus bekerja. Itu berarti kita harus rendah hati, mau mendengarkan, dan membuka diri terhadap bimbingan-Nya.

Mari kita bertanya dalam hati: Apakah kesaksian hidup kita sungguh memuliakan Tuhan? Ataukah yang dimuliakan justru diri kita sendiri? Sudahkah kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk memimpin hidup kita?

Tanpa Roh Kebenaran, kita seperti seorang guru yang mengajarkan materi tanpa dirinya sendiri memahaminya secara utuh. Bersama Roh Kudus, kita dimampukan untuk menjadi saksi kebenaran yang sejati, kebenaran yang membawa terang, kasih, dan kemuliaan bagi Tuhan.

Mari memohonkan kepada Tuhan, agar kita senantiasa diberi keterbukaan untuk menerima Roh Kudus, sehingga kita tetap berada dalam kebenaran, yakni mewartakan Kristus, sang kebenaran sejati.

Doa Katolik Hari Ini

Allah Yang Maha Rahim, dengan gembira kami merayakan misteri kebangkitan PutraMu. Dengarkanlah doa kami, semoga kami dapat bergembira pula bersama segala orang kudus, bila Kristus datang kembali.

Demi Yesus Kristus, PutraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Rabu, 13 Mei 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 13 Mei 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 13 Mei 2026 merenungkan tentang Roh Kebenaran dan kemauan kita untuk menerima Roh Kudus agar tetap berada dalam jalan kebenaran.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 13 Mei 2026?

Bacaan Injil Katolik 13 Mei 2026 adalah Yohanes 16 mulai dari ayat 12 sampai 15.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 13 Mei 2026?

Dalam renungan harian Katolik 13 Mei 2026, kita juga merenungi kisah Santa Petronela (Martir dan Perawan), Santa Imelda Lambertini (Perawan), dan Santo Andreas Fournet (Imam).

4. Bacaan Katolik hari ini 13 Mei 2026 diambil dari kitab apa?

Bacaan Katolik harian biasanya diambil dari Perjanjian Lama, Mazmur, Perjanjian Baru, dan Injil sesuai kalender liturgi Gereja Katolik.

5. Apa tujuan membaca renungan harian Katolik?

Tujuan membaca renungan harian adalah memperdalam iman, memahami firman Tuhan, dan mendapatkan refleksi rohani untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

6. Kapan waktu terbaik membaca renungan harian Katolik?

Renungan harian dapat dibaca kapan saja, tetapi banyak umat memilih membacanya pada pagi hari untuk memulai aktivitas dengan refleksi rohani.




(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads