- Apa Itu Phishing?
- Cara Cek Link Aman atau Tidak
- Ciri-ciri Situs Phising yang Harus Diwaspadai 1. Memiliki Alamat URL yang Tidak Wajar 2. Meminta Data Pribadi Secara Mendesak 3. Identitas Tidak Lengkap 4. Terdapat Banyak Kesalahan Bahasa dan Ejaan yang Menonjol 5. Terdapat Tawaran yang Terlalu Berlebihan 6. Terdapat Lampiran atau Unduhan yang Mencurigakan
Di era digital seperti sekarang, kejahatan siber sangat marak terjadi. Korban dari kejahatan ini datang hampir dari semua kalangan. Mulai dari anak muda hingga orang tua.
Metode kejahatan siber yang paling sering dipakai oleh pelaku kejahatan adalah phising. Melalui phising, seseorang dapat memperdaya korban secara tidak sadar hingga korban menyerahkan informasi penting pribadinya.
Kasus phising di Indonesia terus terjadi dari waktu ke waktu. Pelaku kerap menyamar sebagai lembaga resmi seperti bank hingga instansi pemerintah. Biasanya, mereka akan mengirimkan tautan berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara cek link aman atau tidak sekaligus memahami ciri-ciri situs phising yang perlu diwaspadai. Dengan hal ini, maka resiko menjadi korban kejahatan siber dapat diminimalisasi. Berikut ini penjelasan lengkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Phishing?
Phising merupakan salah satu bentuk kejahatan yang menggunakan teknik rekayasa sosial. Praktik ini sudah sudah muncul sejak 1996. Menurut data dari Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia, pada tahun 2023, terdapat 47.231.390 anomali phising. Serangan phising bahkan menduduki peringkat kedua dalam kasus kejahatan siber.
Pelaku phising kerap memanfaatkan kelengahan korban, terutama mereka yang masih awam dengan penggunaan internet. Phising tak hanya menyebabkan kerugian finansial. Lebih jauh lagi, phising juga dapat menyebabkan penyalahgunaan identitas korban. Data yang dicuri dapat digunakan untuk kejahatan lain seperti pembobolan akun, pinjaman online ilegal, atau tindak kriminal lain yang dapat menyeret nama korban.
Cara Cek Link Aman atau Tidak
Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengecek apakah suatu link aman atau berbahaya. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Panduan Penanganan Insiden Serangan Phishing oleh Badan Sandi dan Siber Negara.
- Perhatikan alamat URL atau tautan dengan saksama. Situs resmi biasanya menggunakan domain yang jelas. Sebagai contoh, akhiran .go.id digunakan untuk situs resmi pemerintah Indonesia. Apabila menemukan URL dengan kombinasi huruf dan angka yang tidak wajar, sebaiknya perlu waspada.
- Pastikan situs menggunakan protokol HTTPS. Situs yang aman umumnya diawali dengan https:// dan memiliki ikon gembok pada bilah URL. Meski tidak sepenuhnya menjamin keamanan, ketiadaan hal tersebut dapat menjadi peringatan yang tidak perlu diabaikan.
- Periksa URL menggunakan pemeriksa tautan dengan menyalin URL pada laman tersebut. Biasanya, URL phising akan terdeteksi sebagai domain yang mencurigakan.
- Cek kembali informasi laman melalui mesin pencari. Situs resmi seharusnya mudah ditemukan dan memiliki informasi kontak yang jelas.
Ciri-ciri Situs Phising yang Harus Diwaspadai
Situs phising umumnya dapat dikenali ciri khasnya ketika pengguna cukup teliti memperhatikannya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri situs phising, seperti dihimpun dari laman Politeknik Penerbangan Palembang.
1. Memiliki Alamat URL yang Tidak Wajar
Salah satu indikasi yang paling mudah dikenali adalah kejanggalan pada URL. Waspadai penulisan nama domain seperti penggunaan angka, misalnya "go0gle.com" dan sebagainya. URL resmi umumnya menggunakan nama yang sederhana tanpa kombinasi angka.
2. Meminta Data Pribadi Secara Mendesak
Apabila terdapat pesan atau email yang memaksa untuk segera memasukkan informasi sensitif seperti kata sandi, data kartu kredit, atau identitas pribadi lainnya, maka perlu dicurigai. Pesan semacam ini kerap disertai ancaman tertentu agar korban panik. Perlu diingat bahwa lembaga resmi seperti perbankan jarang meminta data pribadi melalui pesan tanpa ada permintaan sebelumnya dari nasabah.
3. Identitas Tidak Lengkap
Jangan pernah lengah untuk memastikan identitas yang terdapat pada situs. Apabila alamat situs tampak aneh, terlalu umum, atau tidak sesuai nama institusi yang diwakili, maka perlu diwaspadai. Jika terdapat keraguan, sebaiknya jangan mengklik tautan apapun.
4. Terdapat Banyak Kesalahan Bahasa dan Ejaan yang Menonjol
Pesan atau situs phising seringkali memiliki tata bahasa yang kacau, salah ejaan, atau susunan kalimat yang janggal. Pesan yang dikirim oleh institusi resmi biasanya disusun dengan bahasa yang rapi dan profesional.
5. Terdapat Tawaran yang Terlalu Berlebihan
Pesan phising kerap berisi janji hadiah besar atau diskon tidak masuk akal yang patut dicurigai. Praktik semacam ini dilakukan untuk memancing rasa penasaran korban untuk mengklik tautan tersebut.
6. Terdapat Lampiran atau Unduhan yang Mencurigakan
Tidak semua serangan phising menampilkan tautan situs mencurigakan. Beberapa pelaku terkadang meminta korban untuk mengunduh file tertentu. File semacam ini berpotensi mengandung virus yang dapat merusak atau mencuri data dari perangkat korban.
Apabila menjumpai pesan dengan ciri-ciri serupa, sebaiknya langsung hindari dan segera memblokir pesan. Selain itu, detikers juga dapat melaporkan link dan situs phising kepada instansi terkait. Demikian penjelasan mengenai cara cek link aman atau tidak beserta ciri-ciri situs phising. Semoga bermanfaat, ya!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
