Love Scamming Itu Apa? Ini Arti dalam Bahasa Indonesia, Ciri, dan Bahayanya

Love Scamming Itu Apa? Ini Arti dalam Bahasa Indonesia, Ciri, dan Bahayanya

Angely Rahma - detikJogja
Jumat, 09 Jan 2026 12:20 WIB
Ilustrasi Kencan Online
Ilustrasi love scamming. (Foto: Ilustrator: Edi Wahyono)
Jogja -

Kasus penipuan daring bermodus asmara atau love scamming kembali menjadi sorotan publik setelah polisi mengungkap aktivitas PT Altair Trans Service yang beroperasi di Sleman, Yogyakarta. Perusahaan tersebut diketahui memanfaatkan aplikasi kencan bernama WOW untuk menjalin komunikasi dengan para korban, yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, hingga Australia.

Melalui interaksi yang dibangun secara intens dan terkesan personal, korban perlahan diarahkan masuk ke sistem transaksi berbayar, seperti pembelian koin digital untuk membuka konten dewasa di dalam aplikasi.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa perusahaan ini merupakan perpanjangan tangan dari operator aplikasi kencan yang berbasis di China, menandakan praktik love scamming ini dijalankan secara terorganisasi dan lintas negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan catatan detikJogja, aktivitas perusahaan ini terbongkar setelah tim patroli siber Polresta Jogja menemukan iklan lowongan kerja yang tak wajar. Setelah mendapat bukti adanya kegiatan scamming, polisi menggerebek perusahaan yang menempati ruko dua lantai itu pada Senin (5/1) lalu.

"Diamankan bukti berupa 30 handphone, 50 laptop, CCTV, dan seperangkat wifi yang digunakan sebagai pidana love scamming," kata Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia saat jumpa pers di kantornya, Rabu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

Terbongkarnya kasus tersebut membuktikan love scamming bukan sekadar rayuan palsu di dunia maya, melainkan bentuk penipuan serius yang mengeksploitasi emosi, kepercayaan, dan harapan korban. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan love scamming? Simak penjelasan lengkap mengenai arti dalam bahasa Indonesia, ciri-ciri, serta bahayanya berikut ini.

Apa Itu Love Scamming?

Love scamming adalah modus penipuan yang memanfaatkan hubungan asmara atau kedekatan emosional untuk memperoleh keuntungan dari korban. Istilah ini berasal dari kata love yang berarti kasih sayang, dan scam yang berarti penipuan atau tipu daya ilegal.

Mengacu pada publikasi ilmiah berjudul "Love Scamming dalam Jerat Hukum Pidana" oleh Sultan dkk. dalam Jurnal Ilmu Hukum The Juris Vol. 8 No. 2, scam dipahami sebagai tindakan manipulatif yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan cara membangun kepercayaan korban, semata-mata untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Sementara itu, love scamming atau romance scam merupakan tindakan kriminal di mana pelaku menciptakan identitas palsu di dunia maya untuk mendapatkan kasih sayang dan kepercayaan korban. Kedekatan emosional yang terbangun kemudian dimanfaatkan untuk memanipulasi atau mencuri uang dan aset milik korban.

Sejalan dengan itu, Pusiknas Bareskrim Polri menjelaskan love scamming termasuk dalam penipuan berbasis rekayasa sosial. Pelaku memalsukan identitas dan menargetkan individu yang sedang mencari pasangan atau teman secara daring, lalu menjalin hubungan dengan cepat dan intens. Tujuan utamanya bukan membangun cinta yang tulus, melainkan meraup keuntungan finansial.

Bagaimana Modus Love Scamming Bekerja?

Dikutip dari laman Diskominfo Kabupaten Lamongan dan Polres Kudus, praktik love scamming umumnya dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan berlangsung secara bertahap.

Pelaku tidak langsung meminta uang, melainkan terlebih dahulu membangun kepercayaan dan ketergantungan emosional korban. Berikut alur umum modus love scamming:

1. Pencarian Target dan Pembuatan Profil Palsu

Pelaku aktif mencari korban melalui media sosial, aplikasi kencan, atau forum daring. Target umumnya adalah individu yang terlihat kesepian, rentan secara emosional, atau sedang mencari pasangan.

Untuk mendekati korban, pelaku menggunakan identitas palsu (catfishing) dengan foto menarik dan latar belakang meyakinkan, seperti mengaku sebagai tentara, dokter, insinyur, atau pebisnis sukses, bahkan sering mengklaim berasal dari luar negeri.

2. Pendekatan Awal dan Pembangunan Hubungan Emosional

Setelah kontak terjalin, pelaku mulai membangun komunikasi intens. Mereka menunjukkan perhatian berlebihan, sering mengirim pesan, memberi pujian, serta menyatakan empati terhadap kondisi korban.

Pada tahap ini, pelaku kerap melakukan love bombing, yakni cepat mengungkapkan rasa cinta dan membicarakan hubungan serius, termasuk rencana pernikahan.

3. Menghindari Pertemuan Langsung

Meski hubungan terasa dekat, pelaku selalu memiliki alasan untuk menghindari video call, telepon, atau pertemuan langsung.

Alasan yang digunakan beragam, mulai dari keterbatasan jaringan, alasan pekerjaan rahasia, hingga sedang bertugas di luar negeri atau wilayah konflik.

4. Penciptaan Krisis dan Permintaan Uang

Setelah korban terikat secara emosional, pelaku mulai meminta bantuan finansial dengan berbagai dalih mendesak. Modus yang sering digunakan antara lain:

  • Biaya pengobatan atau kecelakaan mendadak
  • Masalah bisnis atau tawaran investasi palsu
  • Biaya tiket pesawat, visa, atau kepulangan
  • Masalah hukum, bea cukai, atau pajak pengiriman hadiah
  • Permintaan ini biasanya disertai tekanan emosional agar korban segera mengirimkan uang.

5. Menghilang Setelah Mendapat Keuntungan

Setelah berhasil mendapatkan uang atau keuntungan lain, pelaku akan memutus komunikasi secara sepihak. Akun pelaku menghilang, korban diblokir, dan tidak dapat lagi menghubungi pelaku, hingga akhirnya menyadari telah menjadi korban penipuan.

Ciri-Ciri Profil Love Scammer

Mengetahui ciri-ciri love scammer sangat penting agar masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan di dunia maya. Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, terdapat sejumlah karakteristik umum pada profil dan perilaku pelaku love scamming yang perlu diwaspadai.

  1. Profil terlihat terlalu sempurna, biasanya menggunakan foto sangat menarik dengan latar profesi bergengsi dan gaya hidup mewah untuk menarik perhatian korban.
  2. Cara berbahasa terdengar kaku atau tidak alami karena pelaku kerap menggunakan aplikasi penerjemah otomatis.
  3. Pelaku selalu menghindari panggilan video, telepon, atau pertemuan langsung dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.
  4. Hubungan berkembang terlalu cepat, ditandai dengan ungkapan cinta dan rencana pernikahan padahal baru berkenalan singkat.
  5. Pelaku sering mengaku mengalami masalah mendesak yang membutuhkan bantuan dana dalam waktu cepat.
  6. Korban ditekan secara emosional agar segera mengirim uang dengan alasan darurat atau demi kelangsungan hubungan.
  7. Pelaku meminta pengiriman uang ke rekening pribadi, rekening atas nama orang lain, atau rekening luar negeri yang sulit dilacak.

Tips Melindungi Diri dari Love Scamming

Untuk mencegah menjadi korban penipuan asmara daring, Diskominfo Kabupaten Lamongan menyarankan beberapa langkah berikut:

  1. Jangan sembarangan membagikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor identitas, atau data keuangan.
  2. Selalu lakukan verifikasi identitas, termasuk mencurigai orang yang menolak video call dan mengecek foto profil melalui pencarian gambar terbalik.
  3. Bersikap kritis terhadap cerita yang terlalu dramatis atau menyentuh emosi, terutama jika berujung pada permintaan uang.
  4. Hindari mengirim uang kepada orang yang hanya dikenal secara daring dan belum pernah ditemui secara langsung.
  5. Diskusikan dengan keluarga atau orang terdekat jika mulai merasa ragu atau tidak nyaman dengan hubungan tersebut.
  6. Segera laporkan kepada pihak berwajib dan platform digital terkait apabila terindikasi atau menjadi korban love scamming.

Bahaya Love Scamming bagi Korban

Love scamming tidak hanya berdampak pada kerugian materi, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang serius bagi korbannya. Mengutip informasi dari laman resmi Mahkamah Agung Republik Indonesia, penipuan asmara daring memiliki dampak yang bersifat kompleks dan jangka panjang.

  1. Korban dapat mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, akibat transfer uang yang dilakukan secara berulang kepada pelaku.
  2. Dampak psikologis yang muncul meliputi depresi, kecemasan berlebih, rasa malu, serta hilangnya kepercayaan terhadap orang lain dan hubungan sosial.
  3. Dalam kasus tertentu, tekanan mental akibat love scamming dapat berkembang menjadi kondisi yang sangat serius hingga mendorong korban pada tindakan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
  4. Studi yang dirujuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan bahwa banyak korban love scam mengalami gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD).
  5. Kondisi PTSD tersebut sering kali membutuhkan pendampingan dan intervensi psikologis dalam jangka panjang agar korban dapat pulih secara mental dan emosional.

Demikian penjelasan mengenai love scamming beserta ciri dan bahayanya. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari modus penipuan asmara yang semakin marak di ruang digital. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(sto/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads