Ancaman Trump, Iran Akan Dimusnahkan Jika Dia Dibunuh

Internasional

Ancaman Trump, Iran Akan Dimusnahkan Jika Dia Dibunuh

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Rabu, 21 Jan 2026 13:15 WIB
Trump Diprediksi akan Dominasi Forum Ekonomi Dunia di Davos
Trump. Foto: DW (News)
Jogja -

Situasi semakin memanas antara Amerika Serikat dengan Iran dengan saling mengeluarkan ancaman. Bahkan Presiden AS Donald Trump keras mengancam jika Iran akan dimusnahkan "dari muka bumi", andai Teheran berhasil membunuh pemimpin AS tersebut.

Dikutip dari detikNews, Rabu (21/1/2026) Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengancam perang skala besar jika pemimpin kedua negara tersebut dibunuh.

"Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Apa pun yang terjadi, mereka akan memusnahkan mereka (Iran-red) dari muka bumi," tegas Trump dalam wawancara News Nation yang ditayangkan pada hari Selasa (20/1) waktu setempat, sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang ancaman Iran terhadap nyawa pria berusia 79 tahun itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ancaman juga dilontarkan Iran pada Selasa (20/1) sebagai tanggapan atas ancaman apa pun terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Jenderal Iran, Abolfazl Shekarchi menegaskan bahwa Trump sudah tahu Teheran tidak akan menahan diri jika situasinya berbalik.

"Trump tahu bahwa jika tangan agresi diulurkan ke arah pemimpin kami, kami tidak hanya akan memutus tangan itu, dan ini bukan sekadar slogan," tutur Shekarchi kepada media pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/1/2026).

"Tapi kami akan membakar dunia mereka dan tidak akan memberi mereka tempat berlindung yang aman di wilayah ini," imbuhnya.

Sebelumnya, Trump mengeluarkan peringatan serupa kepada Iran setahun yang lalu, tak lama setelah kembali ke Gedung Putih. Saat itu ia mengatakan kepada wartawan, "jika mereka melakukannya, mereka akan dimusnahkan."

Iran baru saja diguncang kerusuhan yang terjadi selama aksi-aksi protes anti-pemerintah belum lama ini, yang merupakan aksi demo terbesar sejak revolusi Islam pada tahun 1979.

Kelompok hak asasi manusia sedang berupaya untuk mengkonfirmasi jumlah orang yang tewas selama protes tersebut. Menurut kelompok Human Rights Activists News Agency (HRANA), ada lebih dari 4.000 kematian yang telah dikonfirmasi.

Warga Iran mulai menggelar demonstrasi massal untuk menuntut bantuan sosial atas kesulitan ekonomi pada bulan Desember lalu, ketika mata uang negara itu mencapai titik terendah baru di bawah kepemimpinan ayatollah berusia 86 tahun.




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads