Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menyebut ada belasan ekor sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). DKPP pun segera menggeber vaksinasi ternak mulai Januari-Maret 2026.
"Sampai hari ini tercatat ada 14 ekor sapi yang tertular PMK," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni saat dihubungi wartawan, Selasa (20/1/2026).
Novriyeni mengatakan para sapi yang terkena PMK sudah tercatat pada Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS). Menurutnya, munculnya lagi PMK di Bantul karena penularan yang terbilang cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PMK ini penularannya sangat cepat, bisa lewat kontak langsung antar hewan, manusia hingga produk ternak yang terinfeksi," ujarnya.
Oleh sebab itu, pihaknya segera memperketat pengawasan ternak di pasar hewan, salah satunya pasar hewan Imogiri, Bantul. Bahkan, untuk menekan penyebaran PMK, Novriyeni menyebut telah menyiapkan vaksinasi untuk ribuan ternak.
"Selain memperketat pengawasan ternak di pasar hewan, kami juga menyiapkan program vaksinasi PMK tahap I mulai Januari sampai Maret 2026. Untuk vaksin yang disiapkan sekitar enam ribu dosis," ucapnya.
Di sisi lain, Novriyeni juga meminta kepada peternak untuk segera melaporkan jika ternaknya terpapar PMK. Adapun ciri-ciri ternak terpapar PMK adalah mengalami lepuh berisi cairan di mulut, lidah, gusi, kaki dan puting susu.
"Kalau ada ternak yang terpapar PMK silakan langsung lapor ke kami, bisa lewat Puskeswan terdekat agar bisa segera tertangani," katanya.
(ams/aku)












































Komentar Terbanyak
Profil Noe Letto, Anak Cak Nun yang Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN Kemhan RI
Kronologi Mahasiswa Papua Tewas Ditusuk Usai Duel di Bantul
Mahfud MD Ungkap Rekomendasi KPRP soal Rekrutmen Polri: Tak Ada Lagi Titipan