- Kapan Malam Nisfu Syaban 2026 Berlangsung?
- Amalan Malam Nisfu Syaban 1. Puasa Sunnah Ayyamul Bidh 2. Membaca Surat Yasin Tiga Kali 3. Sholat Sunnah Malam
- Doa Malam Nisfu Syaban
- Keutamaan Malam Nisfu Syaban
- FAQ tentang Malam Nisfu Syaban 1. Mengapa malam Nisfu Syaban bukan pada malam hari di tanggal 15? 2. Apakah ada amalan khusus yang wajib dilakukan pada malam Nisfu Syaban? 3. Bolehkah membaca Yasin tiga kali saat malam Nisfu Syaban?
Malam Nisfu Syaban menjadi waktu yang begitu dinantikan oleh kaum muslim, mengingat ada begitu banyak amalan dan kebaikan yang bisa dilakukan. Lantas, kapan malam Nisfu Syaban berlangsung?
Mendekati pertengahan bulan Syaban, sebagian umat Islam akan segera mempersiapkan dirinya dalam menyambut malam Nisfu Syaban. Di dalam buku 'Ensiklopedia Islam: Mengenal Hujjatul Islam Hingga Mengenal Mukimin Jawi' oleh Hafidz Muftisany, malam Nisfu Syaban adalah malam yang berlangsung di pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada 15 Syaban.
Bagi sejumlah kalangan muslim, malam Nisfu Syaban menyimpan banyak keistimewaan. Salah satunya sebagaimana diriwayatkan Mu'adz bin Jabal r.a. yang menyebut Rasulullah SAW pernah bersabda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya, Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)
Untuk itu, kaum muslim mungkin dibuat penasaran dengan berlangsungnya waktu yang penuh keistimewaan tersebut. Nah, agar setiap muslim tidak ketinggalan dalam menantikannya, terdapat jadwal malam Nisfu Syaban di tahun ini yang dapat dijadikan sebagai acuan. Mari simak ulasannya berikut ini.
Poin Utamanya:
- Malam Nisfu Syaban berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026 setelah Maghrib, bertepatan dengan 14 Syaban 1447 H. Hal ini karena pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak matahari terbenam, bukan tengah malam.
- Beberapa amalan yang biasa dilakukan umat Islam pada malam Nisfu Syaban antara lain puasa sunnah Ayyamul Bidh (13-15 Syaban), membaca Surat Yasin tiga kali dengan niat berbeda , serta memperbanyak doa dan dzikir. Sedangkan sholat sunnah khusus Nisfu Syaban masih diperselisihkan ulama karena haditsnya dinilai lemah.
- Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam penuh ampunan. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah SWT mengampuni hamba-Nya pada malam ini, kecuali orang musyrik dan yang bermusuhan, serta menjadi waktu diangkatnya amal-amal manusia.
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026 Berlangsung?
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, malam Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban atau 15 Syaban. Kendati begitu, bulan berarti malam Nisfu Syaban akan berlangsung di pertengahan malam tepat tanggal 15 Syaban.
Sebaliknya, malam Nisfu Syaban justru terjadi di hari sebelumnya, karena pergantian hari bulan Hijriah berlangsung pada saat matahari terbenam atau Maghrib. Seperti halnya dijelaskan dalam buku 'Islam Yang Produktif: Titik Temu Visi Keumatan dan Kebangsaan' tulisan Prof Dr H Faisal Ismail, MA, pergantian hari tahun Masehi terjadi di pertengahan malam atau pukul 00.00 waktu setempat karena didasarkan pada peredaran matahari.
Lain halnya dengan pergantian hari kalender Hijriah yang dihitung saat matahari terbenam atau Maghrib karena berdasarkan peredaran bulan. Inilah yang membuat kedua penanggalan tersebut punya perhitungan berbeda.
Sama halnya dengan malam Nisfu Syaban yang mana sudah akan berlangsung pada tanggal 14 Syaban, yaitu saat matahari terbenam atau Maghrib tiba. Mengacu dari 'Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026' oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, malam Nisfu Syaban berlangsung pada 14 Syaban 1447 H atau Senin, 2 Februari 2025. Tentunya perlu menunggu sampai matahari terbenam atau Maghrib tiba. Sebagai pengingat, berikut uraian lengkapnya:
Malam Nisfu Syaban: 14 Syaban 1447 H atau Senin, 2 Februari 2025 (setelah matahari terbenam atau Maghrib)
Amalan Malam Nisfu Syaban
Setelah memahami kapan malam Nisfu Syaban berlangsung, saatnya bagi setiap muslim memahami amalan-amalan yang bisa dikerjakan pada waktu tersebut. Ada berbagai amalan sunnah malam Nisfu Syaban yang bisa dikerjakan. Berikut beberapa di antaranya.
1. Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
Sejatinya, tidak ada amalan puasa sunnah yang dikhususkan di malam Nisfu Syaban. Kendati begitu, mengingat malam Nisfu Syaban jatuh pada 14 Syaban, maka kaum muslim bisa mengisinya dengan mengerjakan puasa Ayyamul Bidh.
Singkatnya, puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang bisa diamalkan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Qamariah. Termasuk bulan Syaban di tahun ini. Sebagai panduan, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Syaban 1447 H:
- 13 Syaban 1447 H: Ahad, 1 Februari 2026
- 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
- 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026
Nah, sebelum mengamalkan ibadah sunnah ini, hendaknya kaum muslim mengawalinya dengan bacaan niat terlebih dahulu. Menukil dari buku 'Yang Perlu Dilakukan Muslimah Sepanjang Tahun' karya Khayeera Indana Hulwah dan Aliyah Tsurayya, berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضُ سُنَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma ayyamil bidh sunnatan ilahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta'ala."
2. Membaca Surat Yasin Tiga Kali
Selain mengamalkan puasa Ayyamul Bidh, terdapat juga bacaan Surat Yasin untuk diamalkan sebanyak tiga kali di malam Nisfu Syaban. Bacaan Yasin tiga kali malam Nisfu Syaban bisa diniatkan dengan tiga permohonan berbeda kepada Allah SWT.
Seperti halnya diterangkan dalam buku 'Ngaji Kuping' karya Casudi, berikut niat Yasin tiga kali malam Nisfu Syaban:
- Yasin pertama untuk memohon agar diberi umur panjang dan kesehatan untuk mengerjakan ibadah.
- Yasin kedua agar diberikan rezeki yang halal, berlimpah, dan juga penuh keberkahan.
- Yasin ketiga sebagai permohonan untuk dilimpahi iman dan Islam dari Allah SWT.
3. Sholat Sunnah Malam
Selanjutnya, terdapat juga amalan berupa sholat sunnah di malam hari. Salah satu sandaran mengerjakan sholat sunnah malam Nisfu Syaban berasal dari sebuah riwayat hadits.
Menurut 'Panduan Sholat Rosulullah 2' oleh Imam Abu Wafa, terdapat riwayat dari Ali bin Abi Thalib r.a. yang menyebut, "Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا، وَصُومُوا نَهَارَهَا ؛ فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرِ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ؟ أَلَا مُسْتَرْزِقُ فَأَرْزَقَهُ ؟ أَلَا مُبْتَلَ فَأُعَافِيَهُ ؟ أَلَا كَذَا ؟ أَلَا كَذَا ؟ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Artinya: "Apabila sudah sampai pertengahan bulan Sya'ban maka berdirilah sholat pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya Sesungguhnya Allah turun pada pertengahan bulan tersebut saat tenggelam matahari ke langit dunia, lalu berfirman Adakah yang meminta ampun kepadaku niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepadaku, niscaya Aku akan memberinya, Adakah yang sakit niscaya Aku akan menyehatkannya dan sebagainya hingga terbit fajar." (HR. Ibnu Majah Nomor 1388)
Namun demikian, hadits tersebut dinilai dhaif jiddan atau maudhu. Kemudian pengerjaan sholat sunnah yang dikhususkan di malam Nisfu Syaban juga tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Oleh karenanya, pengerjaan amalan ini masih cukup diperdebatkan oleh kalangan ulama. Wallahu a'lam.
Doa Malam Nisfu Syaban
Ada berbagai versi doa malam Nisfu Syaban yang bisa diamalkan oleh kaum muslim. Salah satunya seperti diuraikan dalam buku 'Doa-Doa Pilihan Pembuka Aura' karya Nabila Charisty, yang mana doa Nisfu Syaban bisa diamalkan setelah mengerjakan sholat sunnah di malam hari. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنَ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهَرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أَمِ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ في الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمَّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتِتَارِ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أَمْ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقِّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أَمَّ الْكِتَابِ إِلهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ آمِينَ.
Allahumma ya dzal manni wa lä yumannu alaika ya dzal jalali wal ikrām, Yā dzath thauli wal in'ām lā ilaha illä anta, zhaharal lājīn, wa järal mustajirin, wa amānul khā ifin.
Allahumma in kunta katabtanī indaka fi ummil kitābi syaqiyyan aw mahrüman aw mathrūdan aw muqtarran alayya fir rizqi famhu. Allahumma bi fadllika fi ummil kitābi syaqawati wa hirmäni wa thardi waqtitāri rizqi wa ats-bitni indaka fi ummil kitābi sa'idan marzūqan muwaffaqal lil khairat, Fa innaka qulta wa qaulukal haqqu fi kitābikal munazzali 'alaa nabiyyikal mursali, yamhullahuma yasya'u wa yutsbitu wa indahü ummul kitābi.
Ilähī bittajallil a dhami fi lailatin nishfi min syahri sya'banil mukarramillati yufraqu fiha kullu amrin hakim wa yubram ishrif anni minal balā'i ma a'lamu wa ma la a'lam wa anta allamul ghuyübi birahmatika yā arhamar rahimin, Wa sallallahu 'ala sayyidinā Muhammadiw wa 'ala alihi wa sahbihi wa sallama.
Artinya: "Ya Allah, Tuhanku, wahai Yang Maha Pemberi dan tidak ada yang memberi anugerah kepada-Mu, wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia, wahai Yang Memiliki Kekuasaan dan memberikan nikmat, tiada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung bagi yang mengungsi dan yang takut.
Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Lauh Mahfuz sebagai orang yang celaka, terhalang. terusir, atau rezekinya sempit, hapuslah. Berkat karunia-Mu, jadikan aku orang yang berbahagia, rezekinya luas, dan sukses dalam segala kebaikan. Sesungguhnya firman-Mu adalah benar dan tertulis dalam kitab-Mu yang diturunkan melalui para nabi-Mu.
Ya Tuhanku, dengan penampilan-Mu yang Maha Agung di malam pertengahan Sya'ban ini, tetapkan segala urusan dengan kebijaksanaan, lindungilah aku dari semua bencana yang aku ketahui maupun tidak aku ketahui. Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib.
Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabatnya, serta memberikan keselamatan kepada mereka."
Sementara itu, dikutip dari laman NU, terdapat sebuah doa yang bisa dibaca saat Nisfu Syaban. Doa ini berasal dari Sayyid Utsman bin Yahya yang menyebut setelah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali, bisa dilanjut dengan doa berikut:
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ
اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn.
Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Lantas, apa yang membuat malam Nisfu Syaban begitu istimewa? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, malam Nisfu Syaban dianggap penuh keutamaan lantaran pada waktu tersebut Allah SWT memperhatikan setiap hamba-Nya.
Berdasarkan riwayat dari Mu'adz bin Jabal r.a. yang menyebut Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya, Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)
Sementara itu, ada juga keutamaan bulan Syaban yang mana waktu diangkatnya amal setiap manusia oleh Allah SWT. Menukil dari 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' tulisan Rina Ulfatul Hasanah, dari Usamah bin Zaid r.a. yang berkata:
"Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Tuan berpuasa satu bulan daripada bulan-bulan setahun melainkan Ramadhan seperti Tuan berpuasa pada bulan Sya'ban. Rasul bersabda: "Bulan Sya'ban adalah bulan yang manusia lalai padanya antara Rajab dan Ramadhan, padahal bulan Sya'ban adalah bulan diangkat amalan kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka amalanku diangkat dan aku berpuasa." (HR. An-Nasa'i)
Ampunan yang diberikan oleh Allah SWT di malam Nisfu Syaban juga turut diterangkan dalam riwayat lainnya. Maryani Kusumawati, MSi, dalam bukunya 'Sang Pemenang 'Iedul Fithri' menjelaskan adanya sebuah riwayat dari Al-Albani, dari Muadz bin Jabal r.a. yang meriwayatkan Nabi SAW bersabda:
"Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban dan Dia mengampuni dosa lebih banyak daripada jumlah pasir di Tih." (HR. Baihaqi)
Memahami jadwal berlangsungnya malam Nisfu Syaban beserta amalan, doa, dan keutamannya diharapkan dapat memberikan panduan bagi kaum muslim dalam menyambutnya. Semoga membantu!
FAQ tentang Malam Nisfu Syaban
1. Mengapa malam Nisfu Syaban bukan pada malam hari di tanggal 15?
Dalam kalender Hijriah, hari baru dimulai setelah matahari terbenam. Oleh karena itu, malam Nisfu Syaban terjadi pada malam tanggal 14 Syaban, bukan malam tanggal 15 seperti dalam kalender Masehi.
2. Apakah ada amalan khusus yang wajib dilakukan pada malam Nisfu Syaban?
Tidak ada amalan wajib atau ibadah khusus yang secara tegas diwajibkan oleh Rasulullah SAW. Namun umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Quran sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Bolehkah membaca Yasin tiga kali saat malam Nisfu Syaban?
Membaca Surat Yasin tiga kali merupakan amalan yang diamalkan oleh sebagian ulama dan masyarakat , meski tidak bersifat wajib. Selama diniatkan sebagai ibadah umum dan tidak diyakini sebagai syariat khusus, maka amalan ini diperbolehkan.
(par/alg)












































Komentar Terbanyak
Modus WNA Akali Izin Tinggal Diungkap: Ngaku Inves Rp 30 M, Saldo Rp 400 Ribu
Soal MBG Butuh 19 Ribu Ekor Sapi Per Hari, BGN: Hanya Pengandaian
Laga PSIM Vs Persija Sempat Diwacanakan Pindah ke Semarang, Tapi...