Beda dengan Eggi Sudjana-Damai Lubis, Roy Suryo Emoh Temui Jokowi

Jabodetabek

Beda dengan Eggi Sudjana-Damai Lubis, Roy Suryo Emoh Temui Jokowi

Wildan Noviansah - detikJogja
Kamis, 15 Jan 2026 17:12 WIB
Beda dengan Eggi Sudjana-Damai Lubis, Roy Suryo Emoh Temui Jokowi
Roy Suryo. (Foto: Andhika Prasetia)
Jogja -

Roy Suryo mengaku enggan bertemu dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), usai ditetapkan sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu. Roy Suryo pun menyinggung dua tersangka lain, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang menemui Jokowi di Solo.

"Nggak, nggak, nggak (akan bertemu Jokowi)," kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya, dilansir detikNews, Kamis (15/1/2026).

Roy lalu menyinggung dua tersangka lain yang sempat menemui Jokowi. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Eggi dan Damai Lubis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang yang bersangkutan sudah menyatakan nggak ada minta maaf minta maaf itu. Nah jadi makanya kita tunggu saja, nggak ada minta maaf minta maaf. Ini (foto pertemuan) palsu ya, nggak ada," kata dia.

ADVERTISEMENT

"Jadi statement dari ES Eggi Sudjana kemudian Damai Hari Lubis itu akan membuat orang-orang itu bertanya-tanya dan sekaligus orang-orang itu akan membuat satu pemikiran di kepala pemikirannya budrek mereka, budrek itu pusing," imbuhnya.

Roy Suryo menyebut tak ada kata maaf yang disampaikan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis saat pertemuan dengan Jokowi. Dia juga mengaku sudah tahu ada permintaan restorative justice dari Jokowi ke Polda Metro Jaya terhadap Eggi dan Damai Lubis.

"Iya, katanya sudah (mengajukan restorative justice) dua minggu yang lalu," tuturnya.

Jokowi Minta Kasus Eggi Sudjana-Damai Lubis Diselesaikan Lewat RJ

Sebelumnya, Jokowi membenarkan tentang pertemuannya dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis pada Kamis (8/1). Jokowi menyebut kedatangan keduanya kala itu untuk bersilaturahmi.

"Telah hadir bersilahturahmi, Bapak Prof Eggi Sudjana, dan Bapak Damai Hari Lubis, ke rumah saya. Benar beliau hadir didampingi oleh pengacara Bu Elida Netty, itu adalah kehadiran untuk silaturahmi. Saya sangat menghargai, dan saya sangat menghargai silaturahmi beliau berdua," kata Jokowi saat ditemui awak media di kediamannya, dilansir detikJateng, Rabu (14/1).

Jokowi menuturkan tidak menutup kemungkinan adanya perdamaian lewat restorative justice terkait kasus keduanya.

"Yang kedua, dari pertemuan silaturahmi itu semoga bisa dijadikan pertimbangan bagi Polda Metro Jaya, dan bagi penyidik untuk kemungkinan restorative justice. Karena itu adalah kewenangan dari penyidik Polda Metro Jaya," ucapnya.

Saat disinggung, apakah ada permintaan maaf dari Eggi dan Damai Hari dalam pertemuan tersebut, Jokowi enggan menjawab secara tegas. "Menurut saya, ada atau tidak (permintaan maaf) itu tidak perlu diperdebatkan. Karena menurut saya niat baik silaturahmi harus saya hormati dan saya hargai," ujar dia.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads