Setelah sholat Dhuhur, umat Islam disunnahkan mengerjakan sholat sunnah Ba'diyah Dhuhur sebanyak dua atau empat rakaat. Tentunya, sholat ini harus dilandasi niat agar sah dan tercatat sebagai amal ibadah.
Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah Kota Semarang, dalil sholat Ba'diyah Dhuhur sebanyak 2 rakaat dibawakan oleh Aisyah RA:
...كَانَ يُصَلِّي فِي بَيْتِي أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَيُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ يَدْخُلُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ الْمَغْرِبَ ثُمَّ يَدْخُلُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَيُصَلِّي بِالنَّاسِ الْعِشَاءَ وَيَدْخُلُ بَيْتِي فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ....
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Beliau (Nabi SAW) mengerjakan sholat empat rakaat sebelum Dhuhur di rumahku, kemudian mengimami orang banyak (di Masjid), lalu kembali ke rumahku untuk melakukan sholat dua rakaat. Adakalanya beliau sholat Maghrib mengimami orang banyak lalu pulang ke rumahku untuk mengerjakan sholat dua rakaat. Dan ada kalanya Nabi SAW sholat Isya' mengimami mereka, kemudian masuk ke rumahku untuk sholat dua rakaat...dst." (HR. Muslim)
Adapun untuk sholat Ba'diyah Dhuhur empat rakaat, dasarnya adalah hadits riwayat Ummu Habibah:
أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعًا بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ
Artinya: "Ia (Ummu Habibah) mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa yang sholat empat rakaat sebelum dhuhur, dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkannya dari api neraka'." (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah)
Selain mengetahui dalil jumlah rakaat, detikers juga harus paham tata cara menunaikannya dengan benar. Jadi, bagaimana cara mengerjakan sholat Ba'diyah Dhuhur? Seperti apa bacaan niatnya? Cek selengkapnya di bawah ini, yuk!
Poin Utamanya:
- Ada perbedaan pendapat mengenai perlu tidaknya membaca niat, termasuk sebelum mengerjakan sholat Ba'diyah Dhuhur.
- Sholat Ba'diyah Dhuhur dikerjakan sebanyak 2 atau 4 rakaat.
- Di antara keutamaan sholat Rawatib, termasuk di dalamnya sholat Ba'diyah Dhuhur, adalah dibangunkan Allah SWT rumah di surga.
Niat Sholat Ba'diyah Dhuhur
Bagi detikers yang mengikuti pendapat sunnah melafalkan niat sebelum sholat, ini bacaannya, diambil dari Buku Pintar Muslim dan Muslimah tulisan Rina Ulfatul Hasanah:
أصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى .
Arab Latin: Ushallī sunnataẓ-ẓuhri rak'ataini ba'diyyatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah sesudah Dhuhur 2 rakaat karena Allah Ta'ala."
Sebagai catatan, letak asal niat adalah hati. Oleh karena itu, sebagian ulama menyebut tidak ada dasar atas kesunnahan membaca niat. Nabi Muhammad SAW tidak membaca niat, begitu pula para sahabat dan orang-orang generasi awal Islam. Wallahu a'lam bish-shawab.
Tata Cara Sholat Ba'diyah Dhuhur
Menurut penjelasan dari buku Rukun Islam oleh Giri Wiarto dan Supran, cara mengerjakan sholat Rawatib, termasuk Ba'diyah Dhuhur, sama saja dengan sholat lain. Perbedaan hanya terletak di niat bagi yang memilih membacanya.
Secara ringkas, begini cara sholat Ba'diyah Dhuhur:
- Niat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa Iftitah.
- Membaca surat al-Fatihah.
- Membaca surat Al-Quran.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit ke rakaat kedua. Lakukan seperti rakaat pertama.
- Duduk tahiyat.
- Salam.
- Ulangi sekali lagi bila ingin sholat Ba'diyah Dhuhur sebanyak 4 rakaat.
- Keutamaan Sholat Rawatib
Sholat Ba'diyah Dhuhur masuk kategori sholat Tathawwu'. Artinya, sholat ini punya keutamaan sebagai penyempurna sholat Fardhu. Diambil dari Fikih Muyassar yang diterjemahkan Fathul Mujib, Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ أَتَمَّهَا، وَإِلَّا قِيلَ : انْظُرُوا هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّع؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعُ أُكْمِلَتِ الْفَرِيضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِ الْأَعْمَالِ الْمَفْرُوضَةِ مِثْلُ ذَلِكَ
Artinya: "Hal yang pertama kali seorang muslim akan dihisab dengannya pada hari kiamat adalah sholat. Jika ia melaksanakannya dengan sempurna, (sholat itu dicatat baginya dengan sempurna). Namun, jika ia melaksanakannya dengan tidak sempurna, dikatakan, 'Telitilah apakah ia memiliki sholat Tathawwu'.' Jika ia memiliki sholat Tathawwu', sholat Fardhunya disempurnakan dengannya. Kemudian, semua amalan wajib yang lain diperlakukan seperti itu pula." (HR Abu Dawud no 684, an-Nasa'i no 466, dan Ibnu Majah no 1425. Hadits ini dinilai hasan atau shahih)
Keutamaan lainnya adalah dibangunkan Allah SWT rumah di surga. Keistimewaan ini diperuntukkan untuk mereka yang rutin sholat Rawatib sebanyak 12 rakaat. Dikutip dari buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi karya Abu Utsman Kharisman, dasarnya adalah hadits:
مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظَّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
Artinya: "Barangsiapa yang konsisten menjalankan dua belas rakaat sholat sunnah, Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga: Empat rakaat sebelum Dhuhur, dan dua rakaat setelahnya. Dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum (sholat) Subuh." (HR Tirmidzi)
Demikian pembahasan ringkas niat sholat Ba'diyah Dhuhur beserta cara mengerjakan dan keutamaannya. Semoga memotivasi detikers untuk rutin mengamalkannya, ya!
(par/alg)












































Komentar Terbanyak
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel
Fakta-fakta Polisi Jogja Gugur Saat Operasi Ketupat Progo
Pengunjung dari Iran Dilarang Masuk ke Australia