Hujan disertai angin kencang melanda kabupaten Sleman sore ini. Dampaknya membuat sejumlah pohon tumbang hingga memporak-porandakan lapak pedagang pasar malam.
Adapun lapak pedagang pasar malam yang rusak berada di Sidomoyo, Kapanewon Godean. Salah seorang pedagang, Nia (32) mengatakan setidaknya ada 12 tenant yang terdampak, termasuk miliknya.
"Kejadiannya tadi selepas asar, tadi dikabari sama pedagang lain yang sudah di lokasi lewat grup. Ada 12 pedagang yang terdampak," kata Nia kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, akibat kerusakan ini dia dan pedagang lain tidak bisa berjualan. Untuk saat ini para pedagang memilih untuk bersih-bersih lapak.
"Lumayan (terdampak), tapi nggak parah. Cuma lampu sama dagangan juga ada. Hari ini nggak dagang, karena otomatis lampu nggak nyala," ujarnya.
Sepengetahuan Nia, tak ada wahana yang terdampak angin kencang. Selain itu tak ada laporan korban dalam peristiwa ini.
"Setahu saya nggak ada (korban)," ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman, Haris Martapa, mengatakan dari data sementara ada 8 kapanewon yang terdampak hujan angin di Sleman. Total ada puluhan titik kejadian dampak hujan angin termasuk di area pasar malam.
"Untuk saat ini BPBD sedang menangani laporan di 8 kapanewon. Khusus area permainan di pasar malam sudah dimitigasi. Beberapa tenda robek dan sudah ditangani yang bersangkutan," kata Haris petang ini.
Dia merinci 8 kapanewon terdiri Mlati, Minggir, Gamping, Seyegan, Godean, Ngemplak, Kalasan, dan Depok. Sejumlah pohon dilaporkan tumbang menimpa rumah dan ada yang menutup akses jalan.
"Ada beberapa lokasi pohon tumbang di jalan dan rumah-rumah yang tertimpa pohon dan mengenai kabel-kabel listrik," ujarnya.
Sampai saat ini, petugas TRC BPBD Sleman, TNI-Polri dan unsur relawan lainnya masih berupaya melakukan penanganan dampak hujan angin. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Sampai saat ini giat (penanganan) ada di 24 titik. Nihil korban jiwa," pungkasnya.
