Pemerintah Amerika Serikat (AS) mantap mengambil alih Greenland dari Denmark. Pemerintah AS pun sedang menggodok opsi membayar USD 100.000 (Rp 1,6 miliar) untuk setiap warga Greenland yang bersedia memisahkan diri dari Denmark dan bergabung dengan AS.
Dilansir detikNews, Jumat (9/1/2026), pembahasan itu diungkap empat sumber yang memahami persoalan itu kepada Reuters.
Meski detail logistik pembayaran belum diketahui secara jelas, namun dua sumber di antaranya, sejumlah pejabat AS, termasuk para pejabat Gedung Putih telah membahas angka mulai dari USD 10.000 (Rp 168,3 juta) hingga USD 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang. Uang itu nantinya bakal dibayarkan sekaligus dalam jumlah besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Greenland yang merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark dihuni 57.000 jiwa. Jika dihitung dengan pembayaran senilai USD 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang, maka pemerintah Donald Trump bakal membayar nyaris USD 6 miliar (Rp 101 triliun) kepada seluruh penduduk Greenland.
Ide membayar penduduk Greenland ini menggambarkan bagaimana AS bakal berupaya 'membeli' pulau yang letaknya strategis di kawasan Arktik itu. Meski otoritas Denmark dan Greenland bersikeras jika pulau itu tidak dijual.
Taktik ini termasuk di antara beragam rencana yang sedang dibahas Gedung Putih untuk mengambil alih Greenland, termasuk potensi menggunakan militer AS. Namun, hal ini berisiko terkesan transaksional, bahkan merendahkan penduduk yang telah lama memperdebatkan kemerdekaan mereka sendiri dan ketergantungan ekonomi mereka pada Denmark.
"Cukup sudah... Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi," tegas Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dalam pernyataan via Facebook pada Minggu (4/1) setelah Trump kembali menegaskan AS perlu mengakuisisi Greenland.
Diketahui, Trump sejak lama melirik Greenland karena sejumlah alasan, di antaranya karena wilayah itu kaya mineral yang dibutuhkan untuk aplikasi militer canggih. Trump juga mengatakan jika kawasan Belahan Bumi Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.
Pembahasan internal soal akuisisi Greenland sudah berlangsung di kalangan ajudan Trump sejak sebelum dia menjabat periode kedua. Namun, urgensi ini kian meningkat usai AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer pada 3 Januari lalu.
Dari hasil jajak pendapat menunjukkan jika sebagian besar warga Greenland, meskipun terbuka untuk memisahkan diri dari Denmark, tidak ingin menjadi bagian dari AS.
(ams/aku)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol