Jogja menyimpan sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga peristiwa geologi yang sangat luar biasa terjadi di masa lalu. Satu di antaranya ada letusan dahsyat Gunung Api Purba Semilir yang meninggalkan jejak dan masih bisa dipelajari hingga saat ini.
Letusan Gunung Api Purba Semilir lebih dikenal sebagai salah satu peristiwa geologi dahsyat yang pernah terjadi di wilayah Pulau Jawa pada masa lampau. Bahkan dengan adanya peristiwa ini, meninggalkan bukti yang begitu nyata tentang adanya gunung api purba di Pulau Jawa.
Bahkan melalui letusan Gunung Api Purba Semilir, ada jejak-jejak yang masih tersisa dan kini justru dikenal sebagai salah satu wisata andalan di Jogja. Wisata yang dimaksud adalah Tebing Breksi yang dapat dijumpai pada wilayah Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana ya kisah letusan dahsyat Gunung Api Purba Semilir yang hingga saat ini jejaknya masih bisa kita saksikan di sejumlah destinasi wisata, termasuk yang ada di Jogja? Mari simak ulasan informasi menariknya berikut ini.
Poin Utamanya:
- Gunung Api Purba Semilir mengalami super-eruption puluhan juta tahun lalu (perkiraan 16-36 juta tahun silam) dan tergolong erupsi katastropik.
- Dahsyatnya letusan meninggalkan lapisan tuff hingga ratusan meter, terbentuknya Formasi Semilir, serta endapan piroklastik yang kini terlihat jelas pada Tebing Breksi dan wilayah Pegunungan Selatan Jawa.
- Jejak Formasi Semilir tersebar luas di DIY hingga Jawa Tengah menjadikannya bukti bahwa letusan erupsi Gunung Api Purba Semilir dahulu memiliki skala sangat besar dan kini meninggalkan jejak sebagai kawasan geosite edukatif sekaligus wisata geologi.
Bagaimana Kisah Letusan Dahsyat Gunung Api Purba Semilir?
Sebenarnya belum ada sejarah yang mencatat tahun pasti terjadinya letusan dahsyat Gunung Api Purba Semilir. Sebab, fenomena geologi yang satu ini sudah terjadi puluhan juta tahun yang lalu. Hal yang pasti dapat diketahui soal letusan dahsyat Gunung Api Purba Semilir adalah jejak-jejaknya yang masih bisa disaksikan hingga saat ini.
Seperti dijelaskan dalam laman resmi Geopark Jogja, Gunung Api Purba Semilir biasanya dikaitkan dengan fenomena erupsi dahsyat yang terjadi di masa lalu. Saking luar biasanya fenomena ini, terdapat julukan lain yang disebut sebagai 'Super eruption of Semilir Volcano'.
Diperkirakan letusan dahsyat Gunung Api Purba Semilir sudah terjadi lebih dari 20 juta tahun yang lalu. Menurut laman resmi pengelola Tebing Breksi Piroklastik Jogja, erupsi Gunung Api Purba Semilir berkisar lebih dari 20 juta tahun yang lalu.
Lebih lanjut hasil dari erupsi yang begitu eksplosif dari Gunung Api Purba Semilir ini meninggalkan jejak lapisan tuff atau abu vulkanik dengan umur Miosen Awal atau sekitar 16,2-25,2 juta tahun yang lalu. Inilah yang membuat sejarah letusan Gunung Api Purba Semilir secara pasti sulit untuk diketahui, sehingga hanya dapat dipelajari melalui jejak-jejak peninggalannya saja.
Gambaran tentang letusan eksplosif Gunung Api Purba Semilir juga dijelaskan melalui laman UPN Yogyakarta. Gunung Api Purba ini sempat mengalami masa kejayaan yang bisa dibuktikan melalui peninggalannya. Diperkirakan kejayaan Gunung Api Purba di Pulau Jawa telah berlangsung di periode Oligosen Miosen Tengah atau sekitar 16-36 juta tahun silam.
Menurut buku 'Borobudur, Bernama asli Vhwana Caka Phala: True Back History of Indonesia' tulisan Santo Saba Piliang, di Pulau Jawa ada dua gunung api purba yang dikenal secara luas oleh kalangan ahli geologi. Hal ini didasarkan lokasi penemuan dan juga bukti-bukti geologis yang ada.
Bahkan berdasarkan bukti endapan yang dihasilkan oleh peristiwa tersebut, erupsi yang terjadi di Gunung Api Purba Semilir termasuk dalam jenis katastropik. Apa itu erupsi katastropik? Singkatnya, katastropik merujuk pada bencana berskala besar yang menimbulkan kerusakan dan kerugian sangat besar.
Dahsyatnya letusan Gunung Api Purba Semilir juga dapat diketahui gambarannya dengan melihat secara lebih dekat jejak-jejak peninggalannya. Termasuk adanya Formasi Semilir dan juga Tebing Breksi yang ada di Jogja.
Masih dijelaskan dari sumber yang sama, letusan Gunung Api Purba Semilir yang sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu menghasilkan tumpukan debu vulkanik yang tebalnya sampai 300 meter. Bisa dibayangkan betapa luar biasanya kekuatan letusannya, bukan?
Jejak Erupsi Gunung Api Purba Semilir di Jogja
Seperti yang sudah dijelaskan sedikit sebelumnya, salah satu bukti nyata terjadinya erupsi dahsyat Gunung Api Purba Semilir adalah terbentuknya endapan vulkanik yang salah satunya terwujud melalui Tebing Breksi. Untuk diketahui, Tebing Breksi saat ini dikenal sebagai salah satu wisata andalan di Jogja yang letaknya ada di kawasan Prambanan, Sleman.
Tebing Breksi adalah salah satu Geopark Jogja yang terbentuk dari formasi geologi akibat endapan material vulkanik yang panas dan juga padat. Material tersebut dikenal juga dengan istilah piroklastik yang berarti pecahan batuan yang dihasilkan dan disemburkan oleh erupsi gunung berapi. Tak heran, Tebing Breksi kerap juga disebut sebagai Geosite Tebing Breksi Piroklastik.
Masih mengacu dari laman resmi mereka, Tebing Breksi ini terdiri dari abu vulkanik yang bentuknya berupa butiran halus sampai bongkahan batu yang amat besar. Selain itu, Tebing Breksi juga memiliki batuan dengan tekstur yang cukup khas.
Terbentuknya Tebing Breksi tidak terlepas dari erupsi eksplosif dari Gunung Api Purba Semilir. Dikatakan saat erupsi dahsyat terjadi, material piroklastik akan terlempar ke atas udara dengan kecepatan yang sangat tinggi. Nah, material ini akan menumpuk dan membentuk lapisan tebal. Lapisan inilah yang akan berwujud berupa batuan sedimen vulkanik.
Kemudian merujuk dari laman Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tebing Breksi juga dikenal sebagai batuan dari Gunung Api Purba yang terdiri dari endapan piroklastik dengan tebal lebih dari 20 meter. Tebing Breksi terdiri dari fragmen arang, breksi batuapung, tuf lapili, hingga tuf itu sendiri.
Adapun struktur sedimennya memiliki lapisan kristal dan laminasi yang butirannya tersortasi dengan baik. Inilah yang membuat Tebing Breksi tidak hanya sekadar sebagai kawasan konservasi saja, tetapi juga dimanfaatkan sebagai salah satu situs bersejarah yang mampu mengedukasi hingga menjadi destinasi andalan.
Mengenal Formasi Semilir
Lantas, apa itu Formasi Semilir? Sebelumnya sudah sedikit dijelaskan tentang Formasi Semilir yang terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Api Purba Semilir. Mengutip dari laman UGM, Formasi Semilir adalah salah satu formasi penyusun pegunungan Selatan Pulau Jawa di bagian timur.
Adapun penyusunnya terdiri dari wilayah Candi Prambanan, Candi Ijo, dan Tebing Breksi yang disusun dari batuan vulkaniklastik. Hal serupa juga dijelaskan dalam penelitian berjudul 'Periode Pertama Letusan Gunung Api Purba Pada Satuan Batuan Formasi Semilir dalam Cekungan Pegunungan Selatan Jawa, Indonesia' tulisan Amara Nugrahini, dkk., yang menyebut Formasi Semilir adalah batuan yang didominasi oleh batuan vulkanik berjenis tuf kristal, breksi batuapung, dan tuf lapili.
Kemudian di dalam penelitian lain berjudul 'Waduk Parangjoho dan Songputri: Alternatif Sumber Erupsi Formasi Semilir di daerah Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah' tulisan S Bronto, dkk., wilayah jangkauan Formasi Semilir bisa dibilang sangat luas. Tidak hanya dapat ditemukan di Kecamatan Prambanan, Sleman saja, tetapi juga di sejumlah kabupaten lain di DIY maupun Jawa Tengah. Sebut saja Bantul hingga Wonogiri.
Bahkan Formasi Semilir punya wilayah penyebaran yang cukup luas di Pegunungan Selatan Jogja dan Jawa Tengah. Inilah yang membuat letusan Gunung Api Purba Semilir semakin terbukti kedahsyatannya.
Itulah tadi penjelasan mengenai kisah letusan dahsyat Gunung Api Purba Semilir yang meninggalkan jejak erupsi berupa Formasi Semilir, di mana Tebing Breksi Jogja termasuk di dalamnya. Semoga dapat menambah wawasan baru, ya.
(sto/apu)












































Komentar Terbanyak
Dua Jambret di Sleman Tewas Nabrak Saat Kabur, Pengejar Malah Jadi Tersangka
Heboh Mbak Rara Pawang Diusir Saat Prosesi Labuhan, Ini Kata Keraton Jogja
Kondisi Terkini Ibu dan Anak Korban Perkosaan Bantul yang Diusir Warga