Kabar Duka, Mbah Pri Kakek Pecinta Sepatu Roda Asal Jogja Tutup Usia

Kabar Duka, Mbah Pri Kakek Pecinta Sepatu Roda Asal Jogja Tutup Usia

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Selasa, 06 Jan 2026 20:37 WIB
Kabar Duka, Mbah Pri Kakek Pecinta Sepatu Roda Asal Jogja Tutup Usia
Ilustrasi sepatu roda. Foto: Getty Images/iStockphoto/RossHelen
Sleman -

Supriyanto al Amin Sukri atau Mbah Pri, sosok lansia nyentrik yang viral karena kegemarannya mengelilingi kota dengan sepatu roda, tutup usia. Mbah Pri meninggal dunia pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 11.03 WIB di RS Panti Rapih Yogyakarta dalam usia 71 tahun.

Kepergian pensiunan PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini meninggalkan kenangan mendalam, terutama semangatnya yang tak surut meski di usia senja.

Putra almarhum, Wahyu Wijayanto, mengonfirmasi bahwa sang ayah meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker rektum atau kanker usus besar yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mbah Pri itu kena kanker," kata Wahyu saat dihubungi detikJogja, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

Wahyu menceritakan, penyakit yang diderita ayahnya terdeteksi sejak tahun 2023. Pada November 2023, Mbah Pri menjalani operasi pengangkatan tumor di bagian rektum, dilanjutkan dengan kemoterapi selama enam bulan pada awal 2024.

"Kemoterapi itu 6 bulan ya, setiap 3 minggu sekali. Nah, terus kemo sudah selesai. Habis itu kita cuma tinggal kontrol-kontrol aja kan. Setelah setahun itu setahun dari kemo terakhir itu kan ada evaluasi," ucapnya.

Sempat dinyatakan membaik saat evaluasi setahun pascakemo, kanker tersebut ternyata kembali aktif sekitar pertengahan tahun 2025. Mbah Pri pun harus kembali menjalani rangkaian kemoterapi sebanyak 12 kali.

"Terakhir kemo itu Jumat dua minggu yang lalu, kemo ke-12. Setelah itu kondisinya drop," ujar Wahyu.

Wahyu menjelaskan, pasca-kemo terakhir, sang ayah sempat dirawat selama 11 hari di rumah sakit. Kondisinya memburuk pada Senin pagi hingga harus masuk ICU dan dipasangi ventilator.

"Tadi pagi jam 11.33 dinyatakan meninggal dunia. Meninggalnya di ICU dalam kondisi tidak sadar karena pengaruh anestesi dan alat bantu, tapi sebelum masuk ICU bapak masih sadar," jelasnya.

Wahyu mengungkapkan bahwa di tengah perjuangannya melawan kanker, sang ayah masih aktif menyalurkan hobinya. Bahkan, Mbah Pri sering menggunakan sepatu roda saat berangkat untuk kontrol kesehatan atau mengambil obat.

"Bahkan saat kemo ke-11 kemarin, beliau masih sempat bersepatu roda," kenang Wahyu.

Hobi unik ini mulai digeluti Mbah Pri sejak pensiun dari PT KAI pada tahun 2010. Dia belajar secara otodidak. Semasa sehat, sosoknya sering terlihat meluncur lincah di aspal jalanan Jogja, lengkap dengan helm, pelindung lutut.

Wahyu mengungkapkan ada satu keinginan Mbah Pri yang belum sempat terlaksana hingga akhir hayatnya.

"Kemarin sempat ada yang mengajak, rencananya mau dari Jogja ke Bali pakai sepatu roda. Tapi karena kondisinya makin menurun dan harus kemo lagi, keinginan itu belum kesampaian," tutur Wahyu.

Saat ini jenazah Mbah Pri disemayamkan di Masjid Nurul Faizin, RT 08 RW 13, Ambarketwang, Gamping, Sleman, tak jauh dari rumah duka. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Rabu (7/1/2026) pukul 10.00 WIB di Makam Utoro Loyo, Gamping Lor, Ambarketwang, Sleman.

Pihak keluarga memohon doa agar amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya dan segala kesalahan dimaafkan.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads