Penjelasan Pemkal Wukirsari soal Polemik Anggaran Jumbo Proyek Lumbung

Penjelasan Pemkal Wukirsari soal Polemik Anggaran Jumbo Proyek Lumbung

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 06 Jan 2026 13:48 WIB
Penjelasan Pemkal Wukirsari soal Polemik Anggaran Jumbo Proyek Lumbung
Warga saat mendatangi Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul terkait mempertanyakan RAB pembangunan Lumbung Mataraman, khususnya pendopo, Senin (5/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Rencana anggaran biaya (RAB) Lumbung Mataraman di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul, disorot warga. Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Wukirsari pun buka suara soal anggaran yang disorot.

Dalam pertemuan yang digelar pada Senin (5/1/2026), warga mempertanyakan keberadaan pendopo Lumbung Mataraman yang tak sesuai ekspektasi. Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, menyebut ada perubahan RAB saat monitoring dan evaluasi (monev) yang dihadiri Paniradya Kaistimewaan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Pemerintah (BPKA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Jadi kita mengajukan pembangunan pendopo di perubahan, tapi oleh BPKA tidak diperkenankan atau direkomendasikan, dan akhirnya mengacu Pergub No.59 kita melaksanakan atau mengalihkan pembangunan yang terdahulu, yakni membangun peternakan burung puyuh sesuai dengan perencanaan awal," kata Susilo di Wukirsari, Bantul, Senin (5/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan itu warga mempertanyakan RAB Lumbung Mataraman senilai Rp 600 juta dengan budget pembangunan pendopo senilai Rp 265 juta. Susilo menjelaskan RAB yang disoal itu adalah RAB lama yang masih ada anggaran untuk pembangunan pendopo.

ADVERTISEMENT

"Yang disampaikan mereka itu RAB lama, dan karena tidak disetujui kita buat rincian penganggaran dan dapat persetujuan dari dinas terkait. Untuk RAB lama dan baru hampir sama Rp 600 juta semuanya," ujarnya.

Sedangkan setelah monev, proyek pendopo dicoret. Dia menerangkan pembangunan pendopo saat ini berasal dari anggaran kalurahan.

"Jadi pendopo dicoret, dan anggarannya diganti untuk mengisi kandang kambing dan burung puyuh, serta alat-alat dan pakan. Karena di RAB awal hanya pembangunan kandang kambing dan burung puyuh, belum sama isinya dan lain-lain," ucapnya.

Susilo mengaku sudah bersurat ke Inspektorat Daerah Kabupaten Bantul untuk audit pembangunan Lumbung Mataraman. Hal ini sebagai bentuk transparansi anggaran ke masyarakatnya.

"Kita akan membuat surat ke Inspektorat agar pembangunan Lumbung Mataraman bisa dilakukan pemeriksaan dan pendampingan supaya kita bisa mengetahui apa saja yang kurang dan salah," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga mendatangi Kantor Kalurahan Wukirsari untuk mempertanyakan RAB Lumbung Mataraman senilai Rp 600 juta. Mereka juga menyoroti pembangunan pendopo yang diharapkan bakal berukuran besar dan representatif.

"Masyarakat kecewa karena keinginan masyarakat dibuat pendopo yang besar dan nantinya bisa untuk pertemuan serta hajatan. Tapi setelah dilihat gentingnya bekas, rumahnya juga bekas. Akhirnya banyak masyarakat yang bertanya dan melalui kami menanyakan kepada Pak Lurah," katanya kepada wartawan di Wukirsari, Bantul, Senin (5/1).

Dalam RAB itu diketahui pembangunan pendopo memakan anggaran Rp 265 juta. Warga yang heran kemudian menyewa tim audit independen untuk menghitung.

Hasilnya total pembangunan Lumbung Mataraman dinilai hanya Rp 365 juta dengan biaya pembuatan pendopo Rp 40 juta.

"Karena janggal, masyarakat kemarin patungan sampai Rp 1,5 juta untuk membayar orang melakukan audit RAB Lumbung Mataraman. Hasilnya Rp 365 juta, itu sudah semua, mulai dari aliran air, kabel merek dan lain-lain," ujarnya.

"Dari audit tim ahli pendopo itu memakan anggaran sekitar Rp 40 juta," ucapnya.




(ams/dil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads