Dinkes Ungkap Kasus Super Flu Ditemukan di Jogja Sejak September Lalu

Dinkes Ungkap Kasus Super Flu Ditemukan di Jogja Sejak September Lalu

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 06 Jan 2026 12:45 WIB
Dinkes Ungkap Kasus Super Flu Ditemukan di Jogja Sejak September Lalu
Ilustrasi super flu. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Jogja -

Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mengonfirmasi adanya satu kasus Super Flu ditemukan di wilayahnya. Meski begitu, Dinkes menyebut satu kasus itu terjadi di bulan September 2025 dan pasien terkonfirmasi sembuh.

Kepala Dinkes DIY, dr Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan satu kasus itu terdeteksi lewat satu mekanisme pemantauan terhadap potensi kemunculan kasus-kasus yakni Influenza Like Illness (ILI) atau penyakit yang menyerupai influenza ringan. Lalu Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran napas yang agak berat.

"Nah, dari situlah yang kemudian kemarin ternyata itu bulan September ternyata ya. Jadi bulan September, kasus yang diambil dari Sardjito itu namanya tadi ya SARI tadi," ungkap Anung saat ditemui di kompleks Kepatihan Kota Jogja, Selasa (6/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu (pasien) diusap hidungnya, dikirim ke Labkes Jakarta ya, dan ternyata disampaikan ada positif dimediasi super flu ya, itu sebenarnya influenza H5N3 yang sebenarnya gejalanya juga seperti influenza biasa," sambungnya.

ADVERTISEMENT
Kepala Dinkes DIY, dr Gregorius Anung Trihadi di kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Selasa (6/1/2026).Kepala Dinkes DIY, dr Gregorius Anung Trihadi di kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Selasa (6/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Anung menegaskan, hanya ditemukan satu kasus super flu sampai hari ini. Satu kasus tersebut menurutnya terjangkit pada anak. Terkait riwayat perjalanan dari pasien tersebut saat ini sedang dilacak oleh Dinkes DIY.

"Anak-anak ya, anak-anak tapi saya lupa umurnya berapa. Di bawah 10 tahun mungkin, tetap di atas 5 tahun. Anak-anaknya di atas 5 tahun ya. Jadi anak-anak mungkin ya di bawah 14-an tahun saya agak lupa ini datanya," terangnya.

"(Riwayat perjalanan pasien) Ini teman-teman baru mendapatkan data kemarin, itu sedang melacak. Tetap akan kami lacak," imbuh Anung.

Anung bilang, super flu atau H5N3 sebenarnya hanya seperti influenza biasa yang gejalanya demam, pilek, batuk, mungkin diikuti dengan pusing, nyeri badan, dan sebagainya. Masa inkubasinya pun sama seperti influensa pada umumnya yakni 14 hari.

Untuk itu, lanjutnya, karena satu kasus super flu ditemukan pada September lalu, dipastikan pasien sudah sembuh dan pulang ke rumah.

"September jelas kalau sudah tadi kan saya bilang kalau potensi wabah terutama untuk influenza itu biasanya dipantau 14 hari ya. Nah kalau kejadiannya September dan kemudian dia sudah pulang berarti sudah sembuh ya," ungkapnya.

Anung pun meminta masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya, karena super flu mirip dengan flu biasa dan secara fatality rate juga tidak separah virus COVID-19. Di samping itu, menurutnya, kasus influensa sejak September terpantau menurun di DIY

"Nah, kalau dilihat dari laporan mingguan wabah, influenza kan salah satu yang kemudian berpotensi wabah ya, itu sebenarnya sejak bulan September itu malah kasus influenza turun itu kan," ungkap Anung.

"Nah, kalau dilihat dari pemantauan secara surveilans, ketika tidak ada peningkatan kasus lagi dan memang tidak ada peningkatan kasus, seharusnya tidak ada rantai penularan karena kan memang biasanya kan 14 hari ya untuk kasus itu kan biasanya dipantau 14 hari," pungkasnya.




(apl/ahr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads