Keluhan wisatawan yang berkunjung ke pantai di Bantul, soal diminta membayar dua kali saat sewa ATV menuai sorotan di media sosial. Keluhan wisatawan itu pun langsung diusut Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Baru.
Ketua Pokdarwis Pantai Baru Suwandi menyebut pihaknya sudah meminta klarifikasi ke operator ATV. Hasilnya, tidak ada keluhan langsung dari wisatawan.
"Kita semua, kru ATV kita sisir kita klarifikasi terkait berita itu, dari mereka yang jaga selama tiga hari terakhir ini tidak ada komplain terkait pembayaran ATV," kata Suwandi saat dihubungi, Minggu (4/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suwandi menjelaskan selama ini tidak ada sistem pakem untuk pembayaran sewa ATV. Namun, biasanya dilakukan setelah selesai menggunakan ATV.
Di sisi lain, hal ini menjadi catatan evaluasi bagi pihaknya.
"Selama ini yang sering dilakukan di belakang. Namun, mohon maaf belum ada nota pembayaran. Ini jadi evaluasi kami," tegasnya.
Suwandi pun meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Pihaknya juga berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kami mohon maaf apabila, satu, membuat kurang nyaman. Kemudian kami siap, seandainya mereka bisa kekeluargaan dengan kami, istilahnya secara kekeluargaan kami bisa untuk bertanggung jawab," ujar dia.
Hal senada juga disampaikan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi, mewakili pelaku usaha di Pantai Baru Pandansimo meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami wisatawan.
Markus menyebut dari hasil klarifikasi dengan pengelola dan operator, tidak ada komplain dari wisatawan terkait layanan ATV di Pantai Baru. Namun, dia tidak menutup kemungkinan ada miskomunikasi operator di lapangan.
"Terkait hal tersebut, hasil konfirmasi kami kepada operator pada tanggal 3 Januari memang tidak ditemukan komplain langsung di lapangan. Namun, kami menyadari adanya kemungkinan miskomunikasi saat pergantian jam jaga operator," ujar Markus.
Sebagai informasi, keluhan itu viral usai diunggah di akun media sosial X @merapi_uncover. Disebutkan hal tak mengenakan itu terjadi pada Sabtu (3/1) lalu.
Dalam keterangan postingan, disebutkan wisatawan tersebut sudah melakukan pembayaran di awal saat hendak menyewa ATV sebesar Rp 50 ribu kepada seorang petugas.
Akan tetapi, setelah selesai menikmati ATV, wisatawan tersebut kembali diminta biaya sewa.
"Menurut penuturan pengunjung, ia bersama anak-anaknya menyewa ATV dengan durasi 15 menit seharga Rp 50.000. Pembayaran telah dilakukan di awal kepada salah seorang petugas yang duduk di lokasi.," tulis keterangan dalam postingan tersebut seperti dilihat detikJogja, Minggu (4/1/2026).
"Setelah menikmati permainan ATV, pengunjung tersebut terkejut saat kembali dimintai pembayaran lagi. Pihak penyedia ATV mengklaim belum menerima uang sewa tersebut. Karena tidak ingin berlarut-larut dalam perdebatan dan demi menghindari keributan, pengunjung akhirnya memilih untuk membayar kembali sejumlah Rp 50.000," tutup narasi tersebut.
Simak Video "Video: Suasana Jelang Pemakaman Raja Keraton Solo PB XIII"
[Gambas:Video 20detik] (ams/ams)

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman