Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Pasukan Elite AS Delta Force

Internasional

Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Pasukan Elite AS Delta Force

Haris Fadhil - detikJogja
Minggu, 04 Jan 2026 13:11 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Pasukan Elite AS Delta Force
Momen penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: @RapidResponse47/HO via REUTERS
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap. Maduro disebut diamankan Delta Force, yang merupakan pasukan elite AS.

Dilansir CBS News dan BBC via detikNews Minggu (4/1/2026), Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat oleh Delta Force. Diketahui, pasukan itu adalah unit khusus di Angkatan Darat AS.

Sumber CIA (Badan Intelijen AS) yang menyusup ke pemerintahan Venezuela membuat Washington bisa melacak lokasi Maduro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan 'Operasi Absolute Resolve' dilakukan dengan perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan. Dia mengatakan pasukan AS menunggu cuaca yang tepat.

ADVERTISEMENT

Disebutkan 150 pesawat dikerahkan untuk membawa pasukan tersebut ke ibu kota Venezuela, Caracas. Tim melakukan infiltrasi ke kompleks Maduro, yang disebut Trump mirip benteng, pada pukul 02.01 waktu lokal.

Begitu operasi dilakukan, AS segera mematikan listrik di kompleks pengawalan Maduro. Saat itu, Maduro dilaporkan mencoba masuk ke tempat aman yang diperkuat baja.

Maduro telah mencapai ke pintu tempat aman itu, namun pintunya tak dapat ditutup. Trump mengatakan tidak ada pasukan AS yang tewas dan hanya ada 'sedikit' korban luka dalam operasi tersebut.

Maduro dan istrinya kemudian dibawa ke kapal lalu ke pesawat, yang kemudian mendarat di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di negara bagian New York. CBS melaporkan mereka diperkirakan akan dibawa ke Pusat Penahanan Metropolitan, fasilitas federal di Brooklyn.

Unit elit Angkatan Darat Delta Force AS itu telah dikerahkan dalam misi tahun 2019 yang menewaskan mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Dilansir Fox News dan El Pais, Delta Force secara resmi dikenal sebagai Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1-Delta. Pasukan ini merupakan kelompok militer operasi khusus yang ditugaskan untuk misi berisiko tinggi, seperti kontra-terorisme, penyelamatan sandera, dan penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi untuk Amerika Serikat.

Unit ini beroperasi di bawah kerahasiaan yang ketat, dan misinya jarang diakui secara publik oleh pihak berwenang. Delta Force bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, pusat pelatihan operasi khusus Angkatan Darat AS.

Unit ini sebelumnya terlibat dalam beberapa operasi militer AS yang paling penting, termasuk penangkapan Saddam Hussein pada tahun 2003. Unit ini juga melakukan banyak misi di Afghanistan dan tempat lain di Timur Tengah, menargetkan tokoh-tokoh senior al-Qaeda.

Unit ini juga bertanggung jawab atas pencarian gembong narkoba Kolombia Pablo Escobar dan mantan pemimpin Panama, Manuel Noriega. Delta juga berpartisipasi dalam misi di Suriah pada Juli 2014, namun gagal menyelamatkan warga AS yang ditawan oleh ISIS.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads