Guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Zainal Arifin Mochtar mengaku mendapat telepon teror dari orang tak dikenal yang mengaku dari Polresta Jogja. Terkait itu, Kapolresta Jogja Kombes Evas Guna Pandia membantah oknum tersebut dari jajarannya.
"Nggak ada anggota Polresta Yogyakarta dengan nomor (telepon) itu," ujar Pandia saat dihubungi, Sabtu (3/1/2025).
Pandia menduga aksi teror tersebut hanya bertujuan untuk menipu. Saat ditanya apakah pihaknya akan melakukan penelusuran terkait kejadian ini, menurutnya, kepolisan menunggu adanya laporan dari yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin nomor penelpon itu mau menipu saja. Kalau ada panggilan ke seseorang kita pasti tertulis resmi, nggak ada seperti itu," terangnya.
"Kalau beliau (Zainal Arifin) buat laporan kita akan tindak lanjuti," pungkas Pandia.
Diberitakan sebelumnya, Zainal Arifin Mochtar atau akrab disapa Uceng mengaku mendapat telepon teror dari orang tak dikenal. Kabar itu ia unggah di media sosial Instagram pribadinya @zainalarifinmochtar.
detikJogja sudah menghubungi Uceng dan meminta izin untuk mengutip keterangan dalam postingannya.
Adapun dalam unggahannya, Uceng menyebut nomor telepon +62 838 17941429 yang mengontaknya. Orang yang menghubungi itu mengaku dari pihak kepolisian Jogja.
"Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa KTP, jika tidak akan segera melakukan penangkapan. Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas," tulis Uceng dalam keterangan di postingannya, Jumat (2/1/2026).
Dia mengaku teror ini bukan kali pertama terjadi. Setidaknya, dalam beberapa hari ini dia sudah dua kali terjadi teror serupa.
"Dalam beberapa hari ini saya dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik," lanjut dia.
Uceng melanjutkan, siapapun tahu bahwa teror seperti ini bisa jadi mungkin merupakan penipuan yang tidak jelas. Orang demikian, kata dia, juga bisa menelpon berkali-kali.
"Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris ndak pernah ada yang dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya," ujarnya.
"Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang-orang tertentu. Gak akan ngefek," pungkasnya.
(afn/dil)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol
Potret Masjid Al Huda Gunungkidul Sebelum Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur