Renungan Harian Katolik 2 Januari 2026 dan Bacaan Injil: Transisi

Renungan Harian Katolik 2 Januari 2026 dan Bacaan Injil: Transisi

Santo - detikJogja
Jumat, 02 Jan 2026 04:17 WIB
Renungan Harian Katolik 2 Januari 2026 dan Bacaan Injil: Transisi
Renungan harian Katolik. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 2 Januari 2026 merupakan Peringatan Wajib Santo Basilius Agung, Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja; dan Santo Gregorius dari Nazianze, Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.

Mengangkat tema tentang transisi, mari simak renungan Katolik hari Jumat, 2 Januari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Habel Melki Makarius CM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Jumat, 2 Januari 2026

Bacaan Liturgi Hari Ini 2 Januari 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan liturgi Katolik hari ini. Adapun menurut kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, bacaan liturgi hari ini adalah 1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28; dan BcO Kid 4:1-5:1.. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 1Yoh. 2:22-28;

  • 1Yoh 2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
  • 1Yoh 2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
  • 1Yoh 2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
  • 1Yoh 2:25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
  • 1Yoh 2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
  • 1Yoh 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu?dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta?dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
  • 1Yoh 2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4;

  • Mzm 98:1 Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
  • Mzm 98:2 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
  • Mzm 98:3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
  • Mzm 98:3 Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
  • Mzm 98:4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Yoh. 1:19-28;

  • Yoh 1:19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
  • Yoh 1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
  • Yoh 1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
  • Yoh 1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
  • Yoh 1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
  • Yoh 1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
  • Yoh 1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
  • Yoh 1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
  • Yoh 1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."
  • Yoh 1:28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

BcO Kid 4:1-5:1.

  • Kid 4:1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
  • Kid 4:2 Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
  • Kid 4:3 Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
  • Kid 4:4 Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.
  • Kid 4:5 Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
  • Kid 4:6 Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.
  • Kid 4:7 Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.
  • Kid 4:8 Turunlah kepadaku dari gunung Libanon, pengantinku, datanglah kepadaku dari gunung Libanon, turunlah dari puncak Amana, dari puncak Senir dan Hermon, dari liang-liang singa, dari pegunungan tempat macan tutul!
  • Kid 4:9 Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku, engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu.
  • Kid 4:10 Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
  • Kid 4:11 Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
  • Kid 4:12 Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.
  • Kid 4:13 Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima dengan buah-buahnya yang lezat, bunga pacar dan narwastu,
  • Kid 4:14 narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu, beserta pelbagai rempah yang terpilih.
  • Kid 4:15 O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!
  • Kid 4:16 ?Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.
  • Kid 5:1 ?Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambangku dan maduku, kuminum anggurku dan susuku. Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta!

Renungan Harian Katolik Jumat 2 Januari 2026

Dalam membangun relasi dengan orang lain, ada masa di mana kita berusaha untuk mengenali pribadi orang itu. Masa pengenalan ini membutuhkan waktu. Durasinya bisa lama, bisa pula singkat. Durasi masa pengenalan ini saya sebut sebagai masa transisi, yakni masa di mana kita melakukan observasi, mencari sumber informasi, dan memutuskan siapakah pribadi yang ingin kita ketahui identitasnya tersebut.

Pada masa transisi di antara Oktaf Natal dan Masa Biasa kali ini, kita diajak untuk bersiap menyambut apa yang akan dihadirkan oleh Yesus dalam hidup kita. Ia datang untuk membebaskan kita dari dosa-dosa, sehingga kita dapat bersatu dengan-Nya. Cara terbaik untuk menyambut misi Tuhan tersebut adalah dengan mengenal siapa Dia, baik identitas-Nya maupun tugas yang Dia emban.

Inilah yang dilakukan Yohanes Pembaptis dalam bacaan Injil hari ini. Misi Yohanes adalah mempersiapkan bangsa Israel untuk menyambut kehadiran dan pelayanan Yesus. Untuk melaksanakan misi tersebut, ia dengan tegas menyatakan identitas sang Mesias. Dalam kesaksiannya ini keagungan sang Mesias tampak dengan jelas, tetapi juga kerendahan hati Yohanes sendiri. Dengan kerendahan hati tersebut, Yohanes mengarahkan perhatian orang-orang bukan pada dirinya sendiri, melainkan kepada sang Mesias.

Bersama Yohanes, kita diajak untuk mengakui kemuliaan Mesias yang tak terhingga. Yohanes menyadari bahwa ia tidak layak bahkan untuk sekadar melepaskan tali sandal sang Mesias, padahal ini merupakan tugas seorang pelayan yang paling rendah. Jika kita memahami siapakah Yesus bagi kehidupan kita, kita pun akan mengakui bahwa kita tidak pantas bahkan untuk menjadi pelayan-Nya yang terendah.

Inilah realitas yang harus kita sadari: Di hadapan sang Mesias, kita sesungguhnya tidak berarti apa-apa. Namun, Yesus ternyata mengasihi kita. Karena kasih-Nya itu, sang Mesias bahkan memilih untuk merendahkan diri-Nya demi kita. Ia membasuh kaki kita, melayani kita, dan menyerahkan hidup-Nya bagi kita agar kita mengalami keselamatan kekal. Ia memikul semua dosa kita dengan menanggung penghukuman di kayu salib.

Mari kita meneladan kerendahan hati Yohanes Pembaptis. Bersama Yohanes, kita akui ketidaklayakan kita di hadapan Tuhan. Inilah kerendahan hati yang sejati, yang akan mempersiapkan kita untuk menerima rahmat ilahi yang telah dimulai dengan peristiwa inkarnasi dan mencapai puncaknya pada saat kenaikan Yesus ke surga.

Doa Katolik Hari Ini

Allah, sumber kebenaran, Gereja-Mu telah kauterangi dengan teladan dan pengajaran Santo Basilius agung dan Gregorius. Semoga kebenaran-Mu kami cari dengan rendah hati, kami cintai sungguh-sungguh dan kami amalkan dengan setia. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari Jumat, 2 Januari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.




(sto/apu)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads