Kenapa Natal Identik dengan Rusa? Ini Asal-usulnya hingga Jadi Ikon Perayaan

Kenapa Natal Identik dengan Rusa? Ini Asal-usulnya hingga Jadi Ikon Perayaan

Ikfina Kamalia Rizki - detikJogja
Jumat, 26 Des 2025 12:36 WIB
Kenapa Natal Identik dengan Rusa? Ini Asal-usulnya hingga Jadi Ikon Perayaan
Ilustrasi rusa kutub Natal. Foto: BBC World
Jogja -

Rusa, Santa Klaus, dan kereta salju menjadi hal yang identik dengan Natal. Gambar-gambar mereka kerap menghiasi kartu ucapan, postingan media sosial, hingga dekorasi di pusat perbelanjaan.

Kisah rusa kutub sebagai sahabat Santa Klaus menjadi kisah yang sangat dekat bagi anak-anak di seluruh dunia. Sambil menarik kereta salju, rusa menemani Santa mengantar hadiah.

Simbol rusa dalam Natal bukan sekadar dekorasi saja. Simbol ini muncul dalam budaya populer yang tersebar luas hingga terus diabadikan dari masa ke masa. Kini, rusa telah menjelma ikon Natal yang penuh kehangatan dan kebahagiaan. Meski begitu, bagaimana asal-usul keterkaitan Natal dengan rusa? Untuk mengetahui informasi lengkapnya, simak penjelasan berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Kemunculan Rusa dan Kereta Salju

Meski identik dengan perayaan Natal, kisah Santa Klaus menunggang kereta salju yang ditarik rusa tidak ditemukan dalam Alkitab, seperti dikutip dari laman The Gospel Coalition Australia. Awalnya, kisah ini muncul pada tahun 1822 dalam sebuah puisi yang berjudul "A Visit from St. Nicholas" atau Kunjungan dari St. Nicholas.

ADVERTISEMENT

Dalam Encyclopedia of Christmas and New Year's Celebrations, dijelaskan bahwa puisi tersebut ditulis oleh Clement C. Moore, seorang profesor di General Theological Seminary. Moore mengisahkan delapan ekor rusa kutub yang menarik kereta salju Santa. Ia memberi nama delapan rusa tersebut Dasher, Dancer, Prancer, Vixen, Comet, Cupid, Donder, dan Blitzen. Donder memiliki arti 'guntur' dalam bahasa Belanda, sedangkan Blitzen memiliki arti 'kilat' dalam bahasa Jerman.

Terdapat beberapa penafsiran yang mengaitkan imajinasi Moore mengenai rusa kutub dan kereta salju dengan mitologi Nordik. Dalam mitologi tersebut, terdapat kisah tentang dewa petir bernama Thor saat menunggangi kereta terbang yang ditarik oleh kambing ajaib bernama Gnasher dan Cracker. Puisi Moore menjadi kisah yang sangat populer pada masanya dan terus menyebar ke berbagai wilayah negara.

Rudolph Si Rusa Berhidung Merah

Salah satu rusa Santa Klaus yang paling ikonik adalah rusa berhidung merah. Namanya adalah Rudolph. Ia adalah rusa Santa Klaus yang kesembilan.

Rudolph tidak dikisahkan dalam puisi "A Visit from St. Nicholas" karangan Moore. Rudolph muncul pada tahun 1939, saat Robert L. May menulis puisi berjudul "Rudolph the Red Nosed Reindeer" atau Rudolph Si Rusa Kutub Berhidung Merah.

May adalah seorang karyawan di Montgomery Ward, sebuah perusahaan ritel di Amerika. Pada saat itu, puisi May dicetak dan didistribusikan pada anak-anak sebagai suatu strategi pemasaran. Sebanyak dua juta salinan dibagikan kepada pembeli. Karena antusiasme yang tinggi, kisah tersebut diterbitkan dalam sebuah buku anak-anak.

Dalam puisinya, May mengisahkan tentang seekor rusa bernama Rudolph yang dijauhi teman-temannya. Mereka enggan berteman dengan Rudolph lantaran ia memiliki hidung merah, sedangkan rusa lain berhidung hitam. Pada suatu malam Natal, Santa mendapati bahwa hidung merah Rudolph memancarkan cahaya dan dapat membantunya terbang di langit malam yang gelap. Setelah kejadian itu, Rudolph mulai diterima oleh teman-temannya.

Kisah Rudolph dengan hidung merahnya dikenal luas oleh banyak orang hingga diterjemahkan dalam 25 bahasa. Gambarnya hampir selalu menghiasi berbagai barang-barang hingga dekorasi Natal. Hingga kini, rusa bukan hanya menjadi bagian dari kisah Santa. Ia menjadi simbol Natal karena menggambarkan keberanian menghadapi kenyataan serta keajaiban malam Natal.

Itulah asal-usul kenapa rusa identik dengan Natal hingga menjadi ikon perayaan. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(par/par)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads