371 Ribu Kendaraan Masuk Jogja, Tempel Jadi Titik Terpadat

371 Ribu Kendaraan Masuk Jogja, Tempel Jadi Titik Terpadat

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Rabu, 24 Des 2025 12:28 WIB
371 Ribu Kendaraan Masuk Jogja, Tempel Jadi Titik Terpadat
Ilustrasi. Lalu lintas di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Sabtu (5/7/2025). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Arus lalu lintas menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hingga hari keempat Operasi Lilin Progo, tercatat lebih dari 371 ribu kendaraan telah memasuki Jogja.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan mengungkapkan pergerakan kendaraan terpantau melalui delapan titik perbatasan DIY-Jawa Tengah.

"Hingga hari keempat ini, pergerakan masyarakat menuju DIY cukup tinggi. Berdasarkan data yang kami himpun, total ada 371.241 kendaraan yang masuk," kata Ihsan dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ihsan menyebutkan bahwa kendaraan masuk ke Jogja dominan melalui wilayah Tempel.

ADVERTISEMENT

"Titik Tempel masih menjadi pintu masuk utama dengan volume 111.349 kendaraan, disusul Kikis Joholanang sebanyak 84.929 kendaraan," jelasnya.

Di sisi lain, arus kendaraan yang meninggalkan wilayah DIY juga tercatat tinggi, yakni sebanyak 354.671 kendaraan. Wilayah Tempel kembali menjadi titik paling sibuk untuk jalur keluar dengan 122.002 kendaraan, diikuti Prambanan dengan 98.819 kendaraan.

"Kepadatan arus lalu lintas ini didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi," ujarnya.

Pihak kepolisian juga mencatat adanya pola waktu tertentu di mana kepadatan mencapai puncaknya. Tercatat rentang waktu paling ramai terjadi pada pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 14.00-17.00 WIB.

"Kami mengimbau pengendara untuk mengantisipasi kepadatan pada jam-jam tersebut agar perjalanan lebih nyaman," tambahnya.

Guna menjamin kelancaran arus, Polda DIY terus menyiagakan personel di pos-pos pengamanan perbatasan.

"Kami harap pengendara tetap mengutamakan keselamatan daripada kecepatan, mengingat volume kendaraan pribadi dan motor yang sangat padat di jalur-jalur utama," pungkas Ihsan.




(afn/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads