Pelayat Berdatangan ke Rumah Duka Pelawak Bambang Rabiyes di Sleman

Pelayat Berdatangan ke Rumah Duka Pelawak Bambang Rabiyes di Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Rabu, 24 Des 2025 12:09 WIB
Pelayat Berdatangan ke Rumah Duka Pelawak Bambang Rabiyes di Sleman
Pelawak legendaris Jogja, Bambang Joko Purnomo atau yang dikenal dengan nama panggung Bambang Rabies meninggal dunia, Rabu (24/12/2025). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Dunia panggung pertunjukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berduka. Pelawak legendaris Jogja, Bambang Joko Purnomo atau yang dikenal dengan nama panggung Bambang Rabiyes meninggal dunia di usia 55 tahun.

Putra dari dalang kondang Ki Sugito itu meninggal dunia pada Rabu (24/12) sekitar pukul 01.00 dini hari tadi di RS Panti Nugroho Pakem Sleman. Jenazahnya kemudian disemayamkan di kediamannya, Padukuhan Pajangan, Pandowoharjo, Sleman untuk dimakamkan siang ini di Sasanalaya Pajangan.

Ratusan orang nampak datang untuk melayat. Sejumlah karangan bunga pun nampak berjejer di gang rumahnya. Suasana haru kental mewarnai ketika alunan gamelan terdengar mengiringi kepergian Bambang Rabiyes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rabiyes itu sakit, sudah satu tahun terakhir ini stroke," kata Ki Edi Suwondo yang merupakan kakak almarhum saat ditemui detikJogja di rumah duka, Rabu (24/12/2025).

Suasana rumah duka pelawak legendaris Jogja, Bambang Joko Purnomo atau yang dikenal dengan nama panggung Bambang Rabies di Sleman, Rabu (24/12/2025)Suasana rumah duka pelawak legendaris Jogja, Bambang Joko Purnomo atau yang dikenal dengan nama panggung Bambang Rabies di Sleman, Rabu (24/12/2025) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

ADVERTISEMENT

Suwondo mengenang adiknya sebagai komedian kondang di Jawa. Dari ujung barat hingga timur tak ada yang tidak mengenal sosok Bambang Rabiyes.

"Rabiyes itu pelawak favorit di wilayah Jawa. Karakternya familiar sekali di masyarakat desa dengan Rabiyes itu, dari Semarang ke Jawa Timur. Sangat profesional betul," ujarnya.

Di balik gaya dagelannya yang terdengar kasar, namun terkadang di situlah puncak dari kelucuan yang dibawakan seorang Rabiyes. Gaya melawaknya pun banyak ditiru masyarakat luas.

Suasana rumah duka pelawak legendaris Jogja, Bambang Joko Purnomo atau yang dikenal dengan nama panggung Bambang Rabies di Sleman, Rabu (24/12/2025)Suasana rumah duka pelawak legendaris Jogja, Bambang Joko Purnomo atau yang dikenal dengan nama panggung Bambang Rabies di Sleman, Rabu (24/12/2025) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

"Ciri khasnya sering dipakai, menirukan Rabiyes itu seperti 'sopo wi?' kemudian ketawa yang nyeleneh. Nah itu dadi gerrr, karena dekat dengan publik, sudah tahu Rabiyes itu yang ditirukan," ujarnya.

Whisky Bagus Nugroho, sang anak mengenang sosok ayahnya. Di atas panggung penuh banyolan namun ketika mendidik anak berubah menjadi pribadi yang tegas dan disiplin. "Bapak itu tokoh yang simpel tapi tegas dalam mendidik anak. Itu yang saya kagum," ujarnya.

Sebelum kepergian ayahnya, Rabiyes menitipkan wasiat yang mendalam bagi keturunannya. Rabiyes ingin agar anak-anaknya rukun dan terus berjuang di dunia seni dan budaya. Whisky sendiri akan mengikuti jejak sang ayah dengan terjun di dunia komedi.

"Yang pertama, anak cucu keturunan harus rukun, yang kedua harus meneruskan perjuangan dalam mengembangkan seni dan budaya. Saya di dunia lawak, lalu adik saya Brendy di pedalangan," pungkasnya.




(afn/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads