Miris Siswa SMP Terjebak Judol-Pinjol hingga Mogok Sekolah

Terpopuler Sepekan

Miris Siswa SMP Terjebak Judol-Pinjol hingga Mogok Sekolah

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 02 Nov 2025 12:32 WIB
Miris Siswa SMP Terjebak Judol-Pinjol hingga Mogok Sekolah
Ilustrasi judi online. Foto: iStockPhoto
Jogja -

Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kulon Progo sudah sebulan tak sekolah. Ternyata siswa itu menghadapi masalah jerat judi online dan pinjaman online.

Temuan remaja belia yang terjerat judol dan pinjol itu menjadi salah satu berita yang banyak diakses pembaca detikJogja selama sepekan terakhir.

Awal Temuan

Pada awalnya Dinas Pendidikan Kulon Progo memperoleh adanya laporan salah satu siswa yang bolos sekolah hingga sebulan. Mereka lantas melakukan penelusuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya pelajar yang berasal dari Kokap ini tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas selama satu bulan," ungkap Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto, saat dimintai konfirmasi wartawan, Sabtu (25/10/2025).

Setelah melakukan penelusuran, ternyata siswa tersebut kecanduan judi online. Bahkan dia juga mengakses pinjol untuk membayarnya.

ADVERTISEMENT

Nur mengungkapkan pelajar tersebut mulai terjerat judol setelah mencoba game online yang mengharuskan top up uang. Hal itu berlangsung terus menerus hingga membuatnya ketagihan.

Untuk memenuhi hasrat main judol, pelajar itu justru memilih pinjol.

"Awalnya karena game online, terus kecanduan sampai akhirnya kaya gitu," ujarnya.

Terjerat Utang hingga Rp 4 Juta

Nur menjelaskan, siswa tersebut akhirnya terjebak pinjaman online. Untuk membayarnya, dia meminjam uang ke beberapa teman sekolahnya.

Masalahnya, dia kemudian tidak mampu mengembalikan uang milik teman-temannya. Hal itu yang membuat siswa itu kemudian bolos dan tidak mau sekolah.

"Penyebabnya karena takut tidak bisa membayar uang yang dipinjam dari teman-temannya. Uang itu juga digunakan untuk membayar pinjol yang digunakan untuk judol," terangnya.

"Ya kurang lebih sekitaran Rp 4 juta yang dipinjam dari teman-temannya," lanjut Nur.
Nur mengatakan kasus ini menjadi yang pertama ditangani pihaknya. Dalam penanganan ini, Disdikpora Kulon Progo berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk membantu pemulihan psikis pelajar tersebut.

Disdik Cari Solusi

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi, skema penanganan siswa SMP yang terjerumus pinjol dan judol lahir dari hasil koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), serta pihak sekolah. Rapat koordinasi itu dilangsungkan pada Senin (27/10).

"Kemarin itu kita sudah koordinasi dengan OPD terkait yaitu dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial PPA, kemudian juga dari sekolah. Tentu nanti akan kita buat beberapa skema, mulai dari proses pembelajaran yang tetap jalan walaupun dilakukan secara daring. Kemudian nanti secara bertahap, karena memang harus pengkondisian di sekolah, termasuk siswa yang lain. Harapan kami kita coba dulu, setelah itu kita lihat perkembangannya seperti apa," ujarnya saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (28/10/2025).

Nur menjelaskan dalam upaya mempertahankan hak pendidikan siswa, pihaknya memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan, di mana proses ini dilakukan secara daring. Siswa juga tetap diizinkan masuk sekolah, tetapi tidak setiap hari, dan tetap ada pemberian tugas.

"(Meski daring) Siswa tetap masuk juga, tapi memang tidak setiap hari. Tetap ada tugas dan proses pembelajaran tetap jalan. Karena itu tadi pengkondisian dengan lingkungan sekolah. Kita memang minta kepada sekolah untuk tidak ada anak putus sekolah, jadi harus tetap sekolah," terangnya.

Soal kondisi siswa yang bersangkutan, Nur Wahyudi memastikan anak tersebut punya niat dan semangat untuk kembali sekolah. Anak itu juga didukung penuh oleh orang tuanya.

"Yang jelas tentu karena anaknya masih semangat sekolah, orang tuanya juga semangat sekolah, tentu nanti ada pendampingan dari dinas sosial yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sebetulnya kita sudah melangkah," ujar Nur Wahyudi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Soeharto Pahlawan-Aksi Cium Gus Elham Tuai Kecaman"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads