Ancaman Amerika Serikat untuk menguasai Greenland ditanggapi oleh partai-partai politik setempat. Mereka menegaskan tidak ingin menjadi warga AS.
Dikutip dari detikNews, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengisyaratkan penggunaan kekuatan untuk merebut wilayah otonom Denmark yang kaya mineral tersebut. Pada Jumat (9/1) malam waktu setempat, Trump mengancam bahwa Washington "akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, suka atau tidak suka."
Gedung putih mengatakan Trump ingin membeli Greenland dan menolak untuk mengesampingkan tindakan militer. Negara-negara Eropa pun berupaya keras untuk menyusun respons terkoordinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak ingin menjadi warga Amerika, kami tidak ingin menjadi warga Denmark, kami ingin menjadi warga Greenland," kata para pemimpin dari lima partai di parlemen Greenland.
"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh warga Greenland sendiri," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/1/2026).
"Tidak ada negara lain yang dapat ikut campur dalam hal ini. Kita harus menentukan masa depan negara kita sendiri - tanpa tekanan untuk membuat keputusan yang tergesa-gesa, tanpa penundaan, dan tanpa campur tangan dari negara lain," tegas mereka.
Ancaman yang dilontarkan Trump membuat Denmark dan sekutu Eropa lainnya terkejut. Trump mengatakan bahwa mengendalikan pulau itu sangat penting bagi keamanan nasional AS, mengingat meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di Arktik. Greenland merupakan sebuah pulau strategis antara Amerika Utara dan Arktik, tempat Amerika Serikat memiliki pangkalan militer sejak Perang Dunia II.
"Kita tidak akan membiarkan Rusia atau China menduduki Greenland. Itulah yang akan mereka lakukan jika kita tidak melakukannya. Jadi, kita akan melakukan sesuatu dengan Greenland, baik dengan cara yang mudah atau cara yang lebih sulit," kata presiden AS pada hari Jumat (9/1) waktu setempat.
Rusia dan China memang meningkatkan aktivitas militer di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mengklaim pulau tersebut.
(alg/alg)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Momen Pelukan Erat Jokowi-2 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu di Solo
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya