Dalam bulan Rajab, terdapat banyak jenis puasa yang dapat detikers amalkan. Mulai dari puasa Rajab, Ayyamul Bidh, Senin Kamis, hingga Daud. Sebelum membatalkan puasa tersebut, sebagai umat Islam yang baik, mesti membaca doa berbuka puasa dahulu.
Sama halnya dengan puasa-puasa lain, waktu berbuka puasa di bulan Rajab jatuh ketika matahari terbenam. Untuk diperhatikan, detikers dapat menunggu hingga kumandang adzan terdengar dari segala penjuru. Saat berbuka, kita dianjurkan untuk meminum air putih dan kurma berjumlah ganjil.
Nah, di bawah ini telah detikJogja siapkan informasi mengenai doa berbuka untuk puasa Rajab lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doa Buka Puasa Rajab
Tidak ada doa buka puasa spesial yang memang dikhususkan untuk puasa di bulan Rajab. Berikut ini beberapa pilihan doa berbuka puasa yang dapat detikers panjatkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشَاءَ الله
/Żahabaẓ-ẓamā'u wabtallatil-'urūqu wa ṡabatal-ajru insyā'allāh/
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.".
Doa ini bersumber dari hadits riwayat Abu Dawud nomor 2/306 dan dikutip dari buku "Kumpulan Do'a dari Al-Quran dan Hadits" oleh Syeikh Sa'id bin Wahf Al-Qahthani.
اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ
/Allahumma innī as'aluka biraḥmatikal-latī wasi'at kulla syai'in an tagfira lī/
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, supaya memberi ampunan atasku."
Doa buka puasa ini didasari oleh hadits riwayat Ibnu Majah nomor 1/557 disadur dari buku yang sama.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
/Allahumma laka ṣumtu, wa 'alā rizqika afṭartu/
Artinya: "Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka."
Doa ini dikutip dari laman NU Online dan bersumber dari hadits riwayat Abu Dawud nomor 2011 dari Mu'adz bin Zuhrah.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
/Allahumma laka ṣumnā, wa 'alā rizqika afṭarnā, fataqabbal minnā innaka antas-samī'ul-'alīm/
Artinya: "Ya Allah, karena-Mu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."
Doa buka puasa keempat ini didasari oleh hadits riwayat Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas yang ditilik dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia.
Ketentuan Puasa Rajab
Pertama-tama, perlu untuk memahami sumber adanya puasa sunnah di bulan suci ini. Menyadur penjelasan dari laman NU Online, dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim sebagai berikut:
"Saya bertanya kepada Sa'id Ibn Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh."
Lebih lanjut, Sufyan Ats-Tsauri dalam Latho-if Al-Ma'arif berkata: "Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya." Hal ini kemudian juga didukung dengan nada yang sama oleh Ibnu Abbas.
Berdasarkan dua dalil di atas, diketahui bahwa puasa Rajab dapat dilakukan kapan saja selama bulan Rajab. Artinya, tidak ada tanggal khusus untuk pelaksanaannya. detikers juga dimakruhkan untuk berpuasa penuh selama sebulan di bulan ini.
Selain puasa sunnah tersebut, kita juga dianjurkan untuk melakukan puasa-puasa sunnah lainnya. Sebut saja Ayyamul Bidh, Senin Kamis, dan Daud.
Untuk pelaksanaan puasa Rajab, dapat dilakukan layaknya puasa biasa. Tahapannya dimulai dengan berniat sejak malam hari sebelumnya, sahur, menahan dari pembatal puasa, dan berbuka ketika matahari telah terbenam.
Nah, demikianlah penjelasan seputar bacaan doa buka puasa Rajab, lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya. Semoga bermanfaat, ya!
(rih/rih)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping
Jemaat Gereja GMS Bantul Beribadah di Pakuwon Mall hingga Izin Lengkap