Sederet Kebohongan Dalam Tragedi Kanjuruhan yang Terkuak

Sederet Kebohongan Dalam Tragedi Kanjuruhan yang Terkuak

Tim DetikJatim - detikJatim
Kamis, 13 Okt 2022 13:15 WIB
Tersangka tragedi Kanjuruhan sudah diumumkan oleh polisi. Ada enam orang yang dijadikan tersangka dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang tersebut.
Pintu Stadion Kanjuruhan. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Sebanyak 132 nyawa melayang jadi korban Tragedi Kanjuruhan. Tragedi ini pecah usai laga Arema FC versus Persebaya pada pekan kesebelas lanjutan BRI Liga 1 2022.

Tragedi ini lantas menjadi perhatian nasional dan dunia internasional. Presiden Jokowi bahkan langsung memerintahkan untuk mengusut tuntas dengan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Polisi juga langsung melakukan penyelidikan dan menetapkan 6 tersangka. Tak ketinggalan, PSSI juga melakukan investigasi langsung ke lapangan dan menjatuhkan sanksi kepada Ketua Panpel Arema FC dan Security Officer.

Sejumlah temuan selama penyidikan dan penyelidikan kemudian dibeberkan. Namun temuan-temuan itu kemudian terungkap ternyata hanya sebuah kebohongan belaka.

Berikut sederet kebohongan di Tragedi Kanjuruhan yang dirangkum detikJatim:

1. Penemuan puluhan botol miras di Stadion Kanjuruhan

Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Erwin Tobing mengeklaim telah menemukan 42 botol minuman keras (miras) bersegel di Stadion Kanjuruhan seusai tragedi yang menewaskan 131 orang akhir pekan lalu.

Penemuan 42 botol miras itu terungkap dalam investigasi PSSI setelah bertemu dengan perwakilan manajemen Arema FC, Ketua Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, dan security officer Arema FC Suko Sutrisno.

"Jadi ditemukan ada banyak minuman keras, botol badek atau cunrik, yang istilahnya padat dan dalam botol plastik. Itu sampai ada 42 botol belum sempat diminum di dalam stadion," kata Erwin di Malang, Selasa (4/10).

Temuan ini, kata Erwin, menjadi salah satu catatan. Menurutnya, hal-hal terlarang seperti ini tidak sepantasnya bisa lolos masuk ke dalam stadion. Mengenai keterkaitan kericuhan di Stadion Kanjuruhan dengan minuman keras itu, Erwin tak mau berandai-andai.

Erwin membantah pihaknya yang menemukan botol-botol miras itu. Ia menuding botol-botol itu ditemukan oleh polisi. Hal ini disampikan saat ia diperiksa menjadi saksi di Mapolda Jatim.

Ada kebohongan apa lagi di balik Tragedi Kanjuruhan yang sudah terkuak? Baca halaman selanjutnya.