7 Fakta Kernet MTrans Lecehkan Penumpang Bus Malang-Denpasar Dipecat

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 15 Jul 2026 10:55 WIB
Kru bus MTrans yang melakukan pelecehan ke penumpang/Foto: Tangkapan layar
Malang -

Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang penumpang perempuan di bus antarkota jurusan Malang-Denpasar menjadi sorotan publik setelah kisahnya viral di media sosial. Korban berinisial R mengaku menjadi korban tindakan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh seorang kru bus saat perjalanan malam menuju Bali.

Peristiwa yang terjadi pada perjalanan 12 Juli 2026 itu tak hanya berujung pada pemecatan kru berinisial AM, tetapi juga memunculkan dugaan adanya korban-korban lain dengan modus serupa.

Berikut fakta-fakta kasus tersebut:

1. Posisi Duduk Korban

Korban mengaku telah memastikan kepada petugas loket bahwa kursi nomor 7C yang dipilihnya akan berdampingan dengan penumpang perempuan demi alasan keamanan selama perjalanan malam.

Namun, setelah bus berangkat pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 19.20 WIB, kursi di sebelah korban justru kosong sehingga situasi itu kemudian dimanfaatkan oleh kru bus untuk mendekatinya.

Tak lama kemudian, kru bus menghubungi korban melalui WhatsApp dan menawarkan bantuan untuk merebahkan sandaran kursi agar korban dapat beristirahat lebih nyaman. Karena mengira hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada penumpang, korban menerima tawaran tersebut sebelum akhirnya tertidur.

2. Korban Mengaku Dilecehkan Saat Tertidur di Bus

Korban terbangun setelah merasakan tubuhnya ditepuk dan sempat mengira kru bus hanya ingin membetulkan posisi kursi yang telah direbahkan sebelumnya.

Namun, dugaannya keliru karena kru tersebut justru duduk di kursi kosong di sebelahnya dan mulai melakukan tindakan yang membuat korban merasa dilecehkan.

"Dia malah duduk di kursiku, pakai selimut yang tadi kupakai buat bantal, terus ngebelai rambutku sambil bilang, 'berantakan nih rambutnya karena tidur,'" ungkap korban yang telah mengizinkan detikJatim untuk mengutipnya, Rabu (15/7/2026).

3. Korban Memilih Bertahan hingga Tiba di Tujuan

Saat korban menepis tangan pelaku, kru bus disebut tidak menghentikan tindakannya. Pelaku bahkan diduga menarik kepala korban ke arah bahunya serta beberapa kali menyentuhkan kaki ke kaki korban sepanjang sisa perjalanan hingga korban harus melipat kaki untuk menghindari kontak fisik.

Korban mengaku tidak berani berteriak ataupun melawan karena mempertimbangkan keselamatan dirinya maupun penumpang lain di tengah perjalanan malam yang masih berlangsung.

"Kejadian itu tengah malam sampai terang, aku sendirian, bus lagi jalan, aku capek banget, dan aku nggak tahu dia bakal bereaksi seperti apa kalau aku melawan. Aku juga kepikiran keselamatan penumpang lain. Jadi yang ada di pikiranku cuma bertahan sampai tujuan, lalu lapor," jelasnya.




(irb/hil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork