Hari Kapas Sedunia, Ini Wilayah Penghasilnya di Jawa Timur

Hari Kapas Sedunia, Ini Wilayah Penghasilnya di Jawa Timur

Maratus Sholikah - detikJatim
Selasa, 06 Okt 2026 22:00 WIB
Ilustrasi daerah penghasil kapas di Jawa Timur.
Ilustrasi daerah penghasil kapas di Jawa Timur. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Hari Kapas Sedunia diperingati setiap 7 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenal lebih jauh tanaman kapas yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Food and Agriculture Organization (FAO) menyebut kapas sebagai salah satu serat alami yang banyak digunakan untuk pakaian dan kebutuhan rumah tangga. Di Indonesia, kapas menjadi salah satu komoditas perkebunan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri Tekstil dan produk Tekstil (TPT).

Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pengembangan kapas tersebar di tujuh provinsi, salah satunya Jawa Timur. Selain Jatim, wilayah pengembangan komoditas ini mencakup Jawa Tengah, DI Yogyakarta, NTB, NTT, Bali, dan Sulawesi Selatan yang menjadi sentra produksinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Mengenal Hari Kapas Sedunia

Hari Kapas Sedunia atau World Cotton Day diperingati setiap 7 Oktober sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kapas bagi kehidupan masyarakat. Peringatan ini menyoroti peran kapas bagi petani, pekerja, keluarga, serta perekonomian di berbagai negara.

Selain menggunakan kapas sebagai salah satu serat alami yang banyak digunakan untuk pakaian dan Tekstil rumah tangga, peringatan ini juga bertujuan meningkatkan perhatian terhadap tantangan dan peluang di sektor kapas, mulai produksi hingga perdagangan.

Hari Kapas Sedunia turut mendorong pengembangan sektor kapas yang lebih berkelanjutan serta perdagangan yang terbuka dan adil. Bagi sektor pertanian dan industri, kapas memiliki peran penting karena menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekaligus bahan baku berbagai produk tekstil.

Kapas, Tanaman yang Banyak Dimanfaatkan

Kapas merupakan tanaman yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Seratnya diolah menjadi benang dan kain untuk pakaian serta Tekstil rumah tangga, sedangkan bijinya dapat diolah menjadi minyak dan pakan ternak.

Sisa tanaman kapas juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa atau kompos. Selain serbaguna, serat kapas dikenal lembut, menyerap, dan nyaman digunakan sebagai bahan pakaian.

Daerah Penghasil Kapas di Jawa Timur

Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang memiliki sentra budidaya kapas di Indonesia. Tanaman kapas dikembangkan di sejumlah wilayah dengan kondisi lahan yang mendukung, sehingga menghasilkan kapas untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Lantas, daerah mana saja penghasil kapas di Jawa Timur?

1. Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan menjadi salah satu daerah penghasil kapas di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur 2023, luas tanam kapas di Lamongan mencapai 40 hektare, sedangkan luas panennya 30 hektare.

Dari lahan tersebut, produksi kapas tercatat mencapai 7 ton dengan produktivitas sekitar 247 kg per hektare. Data ini menunjukkan Lamongan masih menjadi salah satu wilayah yang membudidayakan kapas di Jawa Timur.

2. Kabupaten Pacitan

Kabupaten Pacitan juga tercatat sebagai daerah penghasil kapas di Jawa Timur. Pada 2023, luas tanam sekaligus luas panen kapas di Pacitan mencapai 52 hektare.

Dari area tersebut, produksi kapas tercatat sebanyak 13 ton dengan produktivitas sekitar 250 kg per hektare.

Dengan luas areal dan produksi tersebut, Pacitan menjadi salah satu daerah yang memiliki kontribusi terhadap produksi kapas di Jawa Timur.

3. Kabupaten Mojokerto

Kabupaten Mojokerto turut tercatat dalam data produksi kapas Jawa Timur, meski dengan areal yang lebih kecil dibanding Lamongan dan Pacitan. Pada 2023, luas tanam dan panen kapas di Mojokerto masing-masing mencapai 1 hektar.

Produksinya tercatat 0 ton dalam pembulatan data, dengan produktivitas sekitar 400 kg per hektare. Keberadaan areal tersebut menunjukkan kapas masih dibudidayakan di wilayah Mojokerto meski dalam skala terbatas.

Indonesia Masih Bergantung pada Impor Kapas

Meski memiliki potensi sebagai negara agraris, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan kapas dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor kapas pada 2023 mencapai sekitar 467.466,59 ton dengan nilai US$1,52 miliar atau sekitar Rp 23 triliun.

Sementara itu, produksi kapas dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 1 persen dari total kebutuhan nasional. Karena itu, peningkatan produksi kapas dalam negeri perlu terus didorong untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mendukung industri tekstil nasional.

Dengan kondisi lahan dan iklim tropis yang mendukung budidaya kapas, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan produksi kapas. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi menuju kemandirian dan penguatan ekonomi nasional.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads