Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap atlet menembak perempuan di bawah umur yang menyeret mantan pengurus Perbakin Surabaya berinisial JL terus bergulir. Polisi telah memeriksa pelapor, korban, dan terlapor.
Di sisi lain, Perbakin Surabaya mengambil sejumlah langkah tegas mulai dari menonaktifkan JL dari kepengurusan, membekukan seluruh aktivitas les privat LASAPA, hingga membuka ruang pelaporan bagi atlet lain yang merasa menjadi korban.
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari mengatakan proses penyidikan telah berjalan dan sejumlah pihak telah dimintai keterangan.
"Sudah sidik. Pelapor, korban, dan terlapor sudah diperiksa," ujar Melatisari, Sabtu (13/6/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian belum menjelaskan lebih rinci perkembangan perkara karena proses penanganan masih berlangsung.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah keluarga korban DS (15), atlet menembak perempuan yang masih di bawah umur, mengungkap dugaan pelecehan yang terjadi saat proses pembinaan dan pendampingan atlet. Peristiwa tersebut disebut menimbulkan trauma mendalam hingga korban enggan kembali menekuni olahraga menembak yang telah digelutinya selama dua tahun terakhir.
Di tengah proses hukum yang berjalan, Perbakin Surabaya mengambil langkah tegas terhadap JL. Ketua Harian Perbakin Surabaya Hadi Susilo memastikan pihaknya telah menonaktifkan JL dari kepengurusan organisasi.
"Kami membenarkan terduga adalah salah satu pengurus Perbakin Surabaya. Per 12 Juni kami sudah menonaktifkan terduga (JL) dan terduga sudah tidak menjadi pengurus Anggota Perbakin Surabaya lagi," kata Hadi saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).
Hadi juga meluruskan informasi yang beredar mengenai status JL. Menurutnya, JL bukan pelatih resmi Perbakin Surabaya karena tidak memiliki sertifikasi kepelatihan dari Perbakin maupun KONI.
"JL tidak punya sertifikasi resmi pelatih dari KONI ataupun Perbakin. JL hanya seorang pelatih privat atau les-lesan yang kebetulan menyewa tempat di Perbakin Jatim," katanya.
Ia menjelaskan, JL sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Tembak Reaksi Perbakin Surabaya dan menjalankan pelatihan privat secara mandiri.
"Banyak beredar terduga adalah pelatih Perbakin Surabaya, itu tidak benar. Terduga bukan pelatih resmi, tapi terduga punya les-lesan atau pelatihan privat. Kebetulan terduga menyewa tempat di area Perbakin Jatim dan pelatihannya ini bukan resmi Perbakin Surabaya," bebernya.
Sebagai tindak lanjut, Perbakin Surabaya membekukan seluruh aktivitas lembaga pelatihan privat LASAPA yang dikelola JL.
"Kami membekukan semua kegiatan di LASAPA untuk sementara waktu. Kami imbau adik dan orang tuanya agar selama pelatihan atau lomba didampingi dan diawasi agar tidak terulang lagi," jelasnya.
"Kami beri imbauan ke adik-adik atlet beserta dengan orang tuanya, jadi les-lesannya namanya LASAPA dan tidak di bawah naungan Perbakin Surabaya," tambahnya.
Simak Video "Video: Bejatnya Seorang Pendidik, Cabuli 13 Murid di Indramayu"
(auh/hil)