Terbesar di Dunia, Rumah Penetasan Penyu Banyuwangi Tampung 20.000 Telur

Terbesar di Dunia, Rumah Penetasan Penyu Banyuwangi Tampung 20.000 Telur

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 09 Jul 2026 11:16 WIB
Rumah penetasan penyu di Banyuwangi yang mampu menampung 20 ribu telur penyu. Terbesar di dunia.
Rumah penetasan penyu di Banyuwangi yang mampu menampung 20 ribu telur penyu. Terbesar di dunia. (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Tak hanya tersohor karena destinasi wisata yang memukau, Banyuwangi juga punya berkomitmen kuat menjaga kelestarian ekosistem laut. Bumi Blambangan memiliki satu-satunya pusat penetasan telur penyu buatan di Indonesia, bahkan di dunia, yang memiliki kapasitas raksasa hingga 20.000 butir telur.

Fasilitas konservasi mutakhir ini diinisiasi dan dikelola oleh Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Sejak didirikan pada tahun 2011 di bawah komando Wiyanto Haditanodjo, yayasan non-profit ini secara konsisten menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan reptil laut purba tersebut dari ancaman kepunahan.

Pria yang akrab disapa Wiwit ini menyebutkan, setiap musim penyu bertelur tiba, BSTF berhasil menyelamatkan puluhan ribu butir telur untuk kemudian ditetaskan dan dilepasliarkan kembali ke samudra luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan pusat penetasan ini menjadi sangat vital mengingat posisi geografis Banyuwangi yang unik. Antara bulan Februari hingga Agustus, pesisir Banyuwangi kerap menjadi jujukan kawanan penyu untuk bertelur.

"Hebatnya, Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang menjadi habitat pendaratan 4 jenis penyu sekaligus dari total 7 spesies yang ada di dunia. Ada Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)," ungkap Wiwit, Kamis (9/7/2026).

ADVERTISEMENT

Membiarkan telur penyu menetas secara alami di pantai kini menghadapi risiko kegagalan yang sangat tinggi. Di alam liar, potensi kematian embrio maupun tukik (anak penyu) dipicu oleh banyaknya predator alami serta aktivitas manusia.

Rumah penetasan penyu di Banyuwangi yang mampu menampung 20 ribu telur penyu. Terbesar di dunia.Rumah penetasan penyu di Banyuwangi yang mampu menampung 20 ribu telur penyu. Terbesar di dunia. (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)

Namun, ada ancaman baru yang jauh lebih mengeikan yakni Pemanasan Global (Global Warming). Suhu pasir yang semakin panas akibat perubahan iklim memicu fenomena ketidakseimbangan jantan dan betina. Suhu tinggi menyebabkan mayoritas telur menetas menjadi penyu berjenis kelamin betina.

"Secara biologis, rantai reproduksi penyu sangat unik. Untuk bisa memproduksi telur yang subur, satu penyu betina membutuhkan pembuahan dari 4 sampai 6 penyu jantan," ujar pendiri BSTF, Wiyanto Haditanodjo.

Jika tren kelahiran didominasi betina akibat suhu bumi yang memanas, maka penyu akan kesulitan melakukan regenerasi di masa depan dan mempercepat kepunahan. Untuk mengatasi masalah kritis tersebut, BSTF mengevakuasi telur-telur dari pantai ke sebuah ruang khusus yang dinamakan Ruang Intan (Incubation Tank/Ruang Penetasan).

Di dalam ruangan terkontrol ini, suhu dan kelembapan diatur sedemikian rupa agar rasio kelahiran antara penyu jantan dan betina tetap seimbang, serta terhindar dari serangan predator.

"Kami sudah barkali kali menjalani penelitian ilmiah dari Universitas Airlangga (UNAIR), ruang Intan ini sudah menetaskan ratusan ribu telur dan dari hasil riset menunjukkan probabilitas atau tingkat keberhasilan hidup telur penyu yang ditetaskan mencapai 85%-87%," terang Wiwit.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat keberhasilan penetasan alami di alam liar yang rentan mengalami kegagalan. Melalui sinergi antara dedikasi komunitas, inovasi teknologi, dan validasi ilmiah, Banyuwangi kini tidak hanya menjadi destinasi wisata, melainkan juga episentrum harapan baru bagi kelestarian penyu di dunia.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads