Kabar Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan Eks Pengurus Perbakin Surabaya

Kabar Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan Eks Pengurus Perbakin Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 13 Jun 2026 11:15 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
ilustrasi pelecehan seksual/Foto: iStock
Surabaya -

Polisi telah memeriksa sejumlah pihak terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya. Pelaku diduga berinisial JL.

"Sudah sidik. Pelapor, korban, dan terlapor sudah diperiksa," ujar Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari, Sabtu (13/6/2026).

Pihaknya belum dapat menjelaskan proses penanganan lebih rinci sebab masih berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya berinisial JL sempat bikin heboh. Korbannya adalah DS (15), atlet perempuan di bawah umur yang selama ini dibina dalam cabang olahraga menembak.

ADVERTISEMENT

Keluarga korban mengungkap sejumlah fakta yang diduga terjadi selama proses latihan hingga pendampingan atlet. Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami trauma mendalam dan kini enggan kembali menekuni olahraga yang selama dua tahun terakhir digelutinya.

Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan dan menggali keterangan korban terkait kronologi peristiwa yang dialaminya.

Dari hasil pendampingan yang dilakukan, DP3APPKB menyebut tentang pentingnya peran ayah dalam membangun kedekatan dan komunikasi dengan anak.

"Jadi kita menyampaikan ke orang tua, bahwa menurut kita itu ada sosok yang hilang di korban ini. Karena bapaknya sibuk bekerja, jadi memang enggak terlalu dekat dengan anaknya," kata Ida saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

Menurut Ida, korban kemudian menemukan sosok lain yang memberikan perhatian kepadanya, yakni JL. Kedekatan itu lalu terjalin hingga korban merasa percaya kepada terduga pelaku.

"Kita mengedukasi anak ini juga, bahwa yang dia lakukan itu keliru, kita juga mengedukasi orang tuanya juga untuk untuk menjalin komunikasi dengan anak itu. Peran ayah itu penting banget gitu," jelasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads