Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere, terlapor kasus dugaan pemalsuan dokumen berujung pernikahan sesama perempuan di Kota Malang telah menyampaikan klarifikasi terkait konflik antara dirinya dengan Intan Anggraeni (28). Rey menyampaikan sejumlah versi yang berbeda, termasuk tentang bagaimana dan di mana mereka berkenalan.
Rey mengungkapkan, awal mula dirinya mengenal Intan di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batu, bukan di kafe seperti yang disampaikan oleh Intan. Dari perkenalan itu, hubungan mereka semakin dekat hingga bersepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
"Iya, Februari itu. Kenalannya di salah satu tempat hiburan malam di Kota Batu," ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/4).
Dengan blak-blakan Rey mengungkapkan bahwa dirinya sejak awal terbuka saat menjalin hubungan dengan Intan. Bahkan, keluarga Intan dan lingkungan pertemanan juga telah mengetahui identitasnya.
"Dari awal dia sudah tahu identitas (perempuan) saya. Dia sering ke rumah, teman-temannya juga tahu hubungan kami," kata Rey kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Ditanya soal tudingan telah memalsukan dokumen identitas sebagai seorang pria. Rere membantah dirinya telah melakukan perbuatan tersebut. Selama ini dirinya tidak pernah membuat atau memanipulasi dokumen apa pun.
"Tidak ada pemalsuan. Identitas yang saya tunjukkan adalah asli. Kalau ada cetakan, itu justru dari dia (Intan) sendiri yang fotokopi KTP saya," bebernya.
Rey mengungkapkan, awal mula mengenal Intan di sebuah tempat hiburan malam di Kota Batu. Dari perkenalan itu, hubungan mereka semakin dekat hingga bersepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
Ia mengklaim, keinginan untuk menikah justru datang lebih dulu dari pihak Intan. "Dia (Intan)) yang mengajak menikah, karena mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari hubungan (pacar) sebelumnya," bebernya.
Meski begitu, Rere mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan sebelum rencana tersebut terealisasi. Namun situasi menjadi rumit karena adanya tekanan dari pihak keluarga Intan.
"Saya sempat ajak selesai, tapi ada ancaman bunuh diri sampai ibunya pingsan," ungkap Rey.
Sebelumnya, Intan yang merupakan warga Blimbing, Kota Malang mengaku menjadi korban penipuan pernikahan siri sesama jenis setelah tahu suaminya ternyata seorang perempuan.
Dia mengaku berkenalan dengan Rey di awal Februari 2026 di sebuah kafe di kawasan Kota Batu. Setelah pertemuan tersebut, keduanya memutuskan untuk berpacaran sejak 14 Februari.
Menurut Intan, Rey sering melontarkan janji-janji manis dengan mengiming-imingi hadiah rumah hingga mobil mewah Lamborghini. Hingga akhirnya mereka berdua menikah pada 3 April 2026.
Pihak Intan menyatakan, kedok Rey baru terungkap saat malam pertama setelah pernikahan. Intan mendapati bahwa suaminya itu adalah seorang perempuan. Setelah identitasnya terbongkar, Rey langsung diusir oleh keluarga korban. Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi pada Rabu (8/4) atas dugaan pemalsuan dokumen.
"Dia mengaku cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli. Cara bicara sampai penampilannya benar-benar seperti pria," ujar korban di Polresta Malang Kota, Kamis (9/4).
Simak Video "Video: Thailand Resmi Legalkan Pernikahan Sesama Jenis"
(auh/dpe)