Rey Bantah Mau Jual Intan ke Kamboja: Mau Antar Terapi Habis dari Jogja

Rey Bantah Mau Jual Intan ke Kamboja: Mau Antar Terapi Habis dari Jogja

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 10 Apr 2026 18:45 WIB
Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere saat memberikan klarifikasi atas tuduhan penipuan yang dari istrinya, Intan Anggraeni
Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere saat menunjukkan chat terakhirnya dengan Intan. (Foto: Dok. Istimewa)
Kota Malang -

Erfastino Reynaldi (36) alias Rey Malawat alias Yupi Rere membantah telah mengajak Intan Anggraeni (28) ke Kamboja. Pasangan suami istri yang ternyata sesama jenis itu kini terlibat konflik yang berujung pelaporan polisi. Pihak intan sempat menuding bahwa Rey diduga hendak melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui ajakan ke Kamboja itu.

Rey dan Intan menikah secara siri pada 3 April 2026. Dalam versi yang disampaikan Intan kepada polisi, dia terkejut setelah tahu bahwa suami yang telah menikahinya ternyata seorang perempuan. Dia mengetahui itu saat malam pertama.

Tidak sekadar pemalsuan dokumen, pihak korban mencium adanya dugaan yang mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kecurigaan itu didasarkan pada temuan bahwa sebelum pernikahan berlangsung, IA diminta oleh 'Rey' untuk mengurus dokumen perjalanan internasional. Alasannya, Rey memintanya menemani ke Kamboja untuk berobat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendamping korban, Eko NS mengungkapkan kekhawatiran bahwa pernikahan itu hanya pintu masuk bagi modus kejahatan yang lebih besar. Apalagi negara tujuan yang disebutkan pelaku juga menjadi sorotan terkait kasus-kasus serupa.

"Kami juga khawatir ada indikasi lain, karena sebelum pernikahan, korban sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja dengan dalih berobat. Ini yang membuat kita curiga, apalagi sekarang marak kasus seperti itu," ujar Eko di Polresta Malang Kota, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

Rey akhirnya muncul untuk mengklarifikasi. Dengan tegas perempuan itu membantah semua tuduhan yang dialamatkan oleh Intan, termasuk tudingan bahwa dia hendak mengajak Intan ke Kamboja.

Dia mengaku tidak pernah mengajak Intan ke luar negeri khususnya ke Kamboja. Sebaliknya dia mengatakan bahwa yang ada justru Intan yang berencana berlibur atau jalan-jalan ke Thailand.

"Ada berita ke Kamboja segala macam, itu nggak bener sama sekali. Bahkan di chatnya, temennya bilangnya, 'dia (Intan) mau ke Thailand kak'. Enggak ada kata Kamboja," ujar Rey kepada wartawan, Kamis (9/4).

Rey mengungkapkan, justru sebaliknya dia sebenarnya hendak mengantarkan Intan untuk terapi cedera kakinya setelah mengalami kekerasan dengan kekasih yang sebelumnya. Mereka bersepakat untuk terapi setelah Rey ke Yogyakarta.

"Rencananya saya mau ke Jogja. Saya mau ngantar dia terapi, karena dia sempat mengalami cedera kaki akibat kekerasan di hubungan sebelumnya. Gak ada mau ke Kamboja, saya yang mau ke Jogja hari Selasa itu," paparnya.

Rere menambahkan, komunikasi terakhir terjadi saat dirinya mempertanyakan dasar laporan yang dibuat oleh Intan. Namun, pesan tersebut tidak mendapat tanggapan dari Intan.

"Saya tanya dasar laporannya apa, saya tidak pernah melakukan tindak pidana. Tapi tidak dibalas. Saya ingin mengakhiri hubungan baik-baik sebelum laporan itu muncul, tapi justru laporan datang tiba-tiba," tandasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads