Kisah Pak Sakera Membela Hak Buruh Agar Bisa Salat

Urban Legend

Kisah Pak Sakera Membela Hak Buruh Agar Bisa Salat

Tim detikJatim - detikJatim
Jumat, 23 Sep 2022 18:06 WIB
Masa penjajahan Belanda memunculkan tokoh Sakera di Pasuruan. Namanya melegenda dan dikenang hingga saat ini. Ia dianggap sebagai pahlawan masyakarat setempat.
Patung Pak Sakera/Foto file: Muhajir Arifin/detikJatim
Surabaya -

Di masa penjajahan Belanda, ada Pak Sakera yang dianggap sebagai pahlawan masyarakat Pasuruan. Namanya melegenda setelah membela hak buruh tebang tebu agar bisa salat.

Makamnya berada di Dusun Bekacak, Kelurahan Kolursari, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Di kelurahan ini juga dibangun patung dan gerbang Sakera. Namanya juga dijadikan julukan tim sepakbola Persekabpas, yakni Laskar Sakera. Suporter tim ini menyebut dirinya Sakeramania.

Penamaan Sakera untuk tokoh yang dikenal sakti dan pemberani itu dinilai salah kaprah. Soal itu disampaikan Budayawan Pasuruan, Ki Bagong Sabdo Sinukarta. Menurut Bagong, panggilan yang benar adalah Pak Sakera.

"Nama sebenarnya adalah Sagiman. Sagiman saat itu dalam kondisi susah sebagai buruh tebang tebu di Pabrik Gula Kancil Mas, Bangil. Dalam kondisi susah, istrinya, Leginten, hamil. Saat mau lahiran, Sagiman bernazar jika anak yang lahir laki-laki diberi nama Sakera, kalau perempuan diberi nama Sarah," kata Bagong kepada detikJatim, Kamis (22/9/2022).

Istri Sagiman akhirnya melahirkan anak laki-laki dan diberi nama Sakera. "Dalam kebiasaan budaya Jawa, lazimnya anak pertama dijadikan panggilan untuk ayah. Sagiman Pakne Sakera, atau Pak Sakera," jelas Bagong.

Bagong menjelaskan, masa hidup Sagiman atau Pak Sakera diyakini pada 1800-an. Saat menjadi buruh tebang tebu itu, kisah heroik Pak Sakera dimulai. Sebuah kisah kepahlawanan yang menjadikan nama Sagiman atau Pak Sakera melegenda hingga saat ini.

"Memang dia bukan pahlawan dalam peperangan, tapi dia membela prinsip akidah Islam," terang Bagong.

Kala itu mandor di Pabrik Gula Kancil Mas melarang para buruh tebang tebu berhenti untuk melaksanakan salat selama bekerja. Itu membuat Pak Sakera murka.

"Akhirnya terjadi perselisihan antara Pak Sakera dan mandor saat itu. Namanya Duriyat. Mandor Duriyat yang orang pribumi itu dibunuh oleh Pak Sakera," terang Bagong.

Berikut Rangkuman Berita soal Pak Sakera:

  1. Mengenal Pak Sakera, Pahlawan Warga Pasuruan di Zaman Belanda
  2. Pak Sakera Bukan Pahlawan Perang, Tapi Pembela Akidah Islam
  3. Pak Sakera Sakti: Kabur dari Penjara-Bunuh Kepala Pabrik Gula Ingkar Janji
  4. Riwayat Pak Sakera Tamat Gegara Teman Mondok Berkhianat
  5. Senjata Pak Sakera Bukan Celurit Tapi Monteng


Simak Video "Bikin Laper: Bebek Papin Surabaya yang Lembut Banget"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/sun)